Asuransi Kesehatan

Ketika masih kuliah, seorang kawan yang menjadi seorang agen sebuah perusahaan asuransi menawarkan saya untuk menjadi peserta asuransi. Katanya, premi per bulan waktu itu empat ratus ribu rupiah. Harga yang sangat mahal karena status saya yang masih mahasiswa sarjana. Jadi, saya masih enggan untuk bergabung dalam asuransi. Hingga suatu kali, saya mendapat berkat untuk berkuliah di luar negeri.

Menurut informasi yang saya dengar, asuransi kesehatan hukumnya wajib. Beruntungnya, asuransi tersebut dibayar oleh pemberi beasiswa. Kalau saya lihat dari polisnya, per bulan asuransi yang dibayar adalah 38 euro, atau jika dikonversi ke rupiah sekitar lima ratus ribu rupiah. Dengan memiliki asuransi tersebut, apabila saya sakit atau memerlukan bantuan medis, saya tidak perlu bayar, sebab sudah ditanggung oleh pihak asuransi.

Banyak orang di Indonesia pada umumnya masih belum sadar asuransi. Buktinya, meskipun pemerintah sudah memiliki program asuransi kesehatan yang ditawarkan oleh BPJS Kesehatan, banyak warga yang masih berkeberatan mengurus dan membayar polisnya. Pikirnya, setiap bulan harus bayar sekian ribu rupiah, kalau tidak sakit, uang itu akan hilangkan? Bahkan, ada satu kenalan yang mendaftar BPJS Kesehatan beberapa bulan sebelum melahirkan. Setelah melahirkan melalui operasi yang biayanya cukup mahal, dia tidak lagi membayar asuransinya. Sebab menurutnya sudah tidak diperlukan lagi.

Namun, ada cerita lain. Anak salah satu kenal kebetulan juga sakit, hingga dirawat di rumah sakit selama beberapa hari. Biaya berobatnya cukup mahal, hingga harus berutang untuk melunasinya. Sejak saat itu, dia sekeluarga sadar akan arti penting asuransi kesehatan, hingga akhirnya sekeluarga mereka mendaftarkan diri sebagai peserta asuransi.

Kesehatan sangatlah penting dan wajib terus dijaga. Jika sakit, maka kita tidak bisa bekerja dan beraktivitas secara normal. Puji Tuhan selama ini tidak menderita penyakit yang parah dan serius. Saya sendiri beserta seluruh keluarga tergabung sebagai peserta asuransi. Mana tahu, karena masih berstatus sebagai manusia biasa, suatu saat nanti sakit dan membutuhkan perawatan, tidak perlu terlalu memikirkan biaya perawatan dan berobat. Kita hanya bisa berusaha dan berdoa. Berusaha dengan cara tetap menjaga kesehatan, dan berdoa agar Tuhan tetap melindungi dan memberikan keselamatan untuk kita semua. Amin.