Ancaman Rasisme di Euro Cup 2012

13384682781926867107

Gerakan tangan yang dianggap sebagai penghormatan Nazi; gambar dari Youtube http://www.youtube.com/watch?v=z93iQgI3_Iw

“Stay at home, watch it on TV. Don’t even risk it … because you could end up coming back in a coffin.” – Sol Campbell-

Panggung Piala Eropa akan dibuka dalam hitungan hari. Dua negara, Polandia dan Ukraina, telah ditunjuk oleh UEFA sebagai tuan rumah Piala Eropa 2012 yang akan dimulai pada tanggal 8 Juni mendatang. Segala persiapan sudah dilakukan oleh kedua negara guna kesuksesan penyelenggaraan Euro Cup 2012, menyusul keberhasilan Austria-Switzerland sebagai tuan rumah tahun 2008 dan Belanda-Belgia pada tahun 2000.

Namun, di antara kesibukan tuan rumah dan negara peserta Piala Eropa 2012, masih ada satu persoalan yang baru-baru ini ramai diperbincangkan, yaitu ancaman rasisme yang kemungkinan besar akan mengganggu konsentrasi bermain, terutama para pemain yang berkulit hitam. Dalam sebuah tayangan Panorama yang ditayangkan oleh BBC pada hari Senin, 28 Mei yang lalu, sebuah liputan oleh reporter Chris Rogers, menunjukkan para penonton di kedua negara tuan rumah yang begitu sangat memojokkan para pemain berkulit hitam.

Di tayangan Panorama BBC, dalam beberapa pertandingan sepakbola yang dilangsungkan di kedua negara tersebut, reporter BBC menjumpai para suporter dan penonton tuan rumah yang begitu sangat rasis. Mereka memeragakan penghormatan ala Nazi dan berteriak seperti layaknya monyet, terutama ketika melihat seorang pemain berkulit hitam sedang memainkan bola. Di tayangan BBC Panorama itu, juga dipertontonkan aksi para suporter yang tengah bermain dengan api di dalam stadion dan melakukan pemukulan terhadap sesama suporter. Sebagai contoh, sebagai korbannya adalah orang India yang tengah menonton pertandingan bola di dalam stadion.

Tayangan BBC yang diputar menjelang beberapa hari pembukaan Piala Eropa 2012 tersebut tentu sangat mengejutkan dan memberikan rasa khawatir akan keamanan dan keselamatan pemain maupun penonton yang hendak menyaksikan laga para pemain sepakbola di pentas bergengsi itu. Dalam tayangan Panorama, menimbulkan kekhawatiran, meskipun di pihak Polandia dan Ukraina menyatakan bahwa gelaran Piala Dunia 2012 akan berlangsung secara aman tanpa perlu takut dengan isu rasisme dan anti – Semitisme.

Col. Volodymyr, Pejabat polisi di Kharkiv, Ukraine menyatakan bahwa suporter di Ukraina sangat ramah dan friendly. Lebih lanjut menurutnya, banyak orang yang melakukan gerakan seperti layaknya penghormatan ala Nazi tidaklah benar, sebab para suporter melakukan itu untuk menunjuk kepada suporter lawan. Bantahan serupa juga diberikan oleh Direktur Euro 2012 dari Ukraina yang menyatakan bahwa Ukraina siap untuk menggelar hajatan sepakbola Euro 2012 tanpa adanya kekerasan dan rasisme. Andriy Shevchenko, mantan bomber Chelsea dan AC Milan yang berasal dari Ukraina juga menyatakan bahwa no real problem with racism in Ukraine dan para pendukung tidak perlu khawatir datang melihat Euro 2012..

Mantan pemain belakang Arsenal dan tim nasional Inggris, Sol Campbell, pun turut berkomentar menanggapi tayangan Panorama BBC yang bisa disaksikan secara utuh di Youtube dengan judul judul BBC Panorama – Euro 2012 – Stadiums Of Hate. Campbell menyerukan kepada fans timnas Inggris agar tinggal di rumah, menyaksikan di TV dan jangan sampai mengambil risiko sebab bisa saja pulang dalam sebuah peti mati. Campbell juga berpendapat bahwa UEFA telah mengambil keputusan yang salah dengan memilih Polandia dan Ukraina sebagai tuan rumah penyelenggaraan Euro Cup 2012.

Menanggapi isu rasisme itu, keluarga dari dua pemain Inggris yang berkulit hitam, yakni Theo Walcott dan Alex Oxlade-Chamberlain, memutuskan tidak pergi menyaksikan langsung pertandingan di stadiion sebab khawatir menjadi korban dari rasisme sebagaimana tayangan video yang memerlihatkan pendukung tuan rumah melakukan penghormatan ala Nazi dan mengejek pemain kulit hitam dengan menirukan suara monyet. Bahkan di Youtube tentang tayangan Panorama BBC itu, pada menit ke 16: 00 beberapa orang pemain berkulit hitam tampak kesal dan membalas perlakukan suporter dengan berteriak dan mengacungkang jari tengah.

Kasus rasisme di dunia sepakbola memang bukan lagi isu yang baru. UEFA selaku organisasi tertinggi sepakbola di Eropa, memberlakukan zero tolerance kepada mereka yang melakukan tindakan rasisme. Di Liga Inggris misalnya, pemain-pemain yang pernah dijatuhi sanksi karena kasus rasisme adalah Kapten tim Chelsea, John Terry yang melakukan tindakan rasis terhadap pemain Queens Park Rangers, Anton Ferdinand. Pemain lain adalah Luis Suarez yang mengeluarkan kata-kata rasis terhadap pemain Manchester United, Patrice Evra.

Semoga ancaman kekerasan dan rasisme di Euro Cup 2012 tidak terjadi dan pertandingan dari pembukaan hingga penutupan bisa berlangsung dengan lancar dan tetap bermain fair play.

Beberapa bacaan terkait

http://www.bbc.co.uk/sport/0/football/18253420

http://www1.skysports.com/football/news/12016/7783145/Campbell-fears-Euro-racism

http://bola.kompas.com/read/2012/05/29/02334243/Campbell.Jangan.ke.Euro.2012.Jika.Tak.Ingin.Mati

http://www.bbc.co.uk/news/uk-18192375

http://www.bbc.co.uk/newsbeat/17825471

http://sports.yahoo.com/news/soccer–racism-fears-for-euro-2012-rise-after-explosive-documentary.html

http://www.football365.co.za/story/0,22162,14287_7786753,00.html?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter&utm_campaign=football365

http://www.dailymail.co.uk/sport/euro2012/article-2151865/Mario-Balotelli-warns-racists-Throw-bananas-Ill-kill–EURO-2012.html

http://www.youtube.com/watch?v=z93iQgI3_Iw

http://edition.cnn.com/2012/05/29/sport/football/football-ukraine-poland-racism/index.html?eref=rss_europe