Meneropong Media Sosial di Indonesia

Internet, Media Sosial dan Perubahan

Kemunculan Internet dan disusul dengan berbagai platform media sosial, telah memberikan banyak pengaruh dan perubahan pada kehidupan masyarakat. Jika hubungan komunikasi antar manusia dan jalur lalu lintas informasi terbatas ruang lingkup dan waktu, kehadiran Internet telah mendobrak batas-batas ruang dan waktu itu hingga terwujud sebuah arus informasi dan komunikasi tan-batas. Dengan adanya Internet, situasi di sebuah wilayah atau negara bisa dapat dengan cepat tersebar ke seluruh penjuru dunia secara real-time tanpa harus menunggu lama.

Winarto (2011) mengungkapkan mengenai pengaruh Internet yang mendorong terjadinya migrasi virtual dan terbentuknya desa global. Jika dianalisis lebih dalam, teknologi Internet menawarkan komunikasi dan informasi yang lebih cepat jika dibandingkan dengan komunikasi yang konvensional. Karena komunikasi dilakukan secara virtual lewat Internet, maka jarak dan waktu tidak lagi menjadi sebuah masalah hingga terciptanya fenomena desa global (global village). Lebih lanjut, kondisi tersebut akan mendorong terjadinya migrasi virtual, yaitu ketika masyarakat mulai menggunakan teknologi Internet, berinteraksi dan bergaul secara maya dan virtual dengan pengguna Internet lainnya dari seluruh penjuru dunia.

Perkembangan teknologi yang semakin cepat membuat Internet terus berkembang dan tersebar ke segenap elemen lapisan masyarakat, termasuk di Indonesia. Walaupun belum sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat Indonesia, namun teknologi Internet telah banyak memberikan perubahan dan warna baru bagi aspek-aspek kehidupan masyarakat. Kemunculan Internet sebagai media dalam pendidikan jarak jauh dan sebagai media pembelajaran (learning) menjadi salah satu terobosan dalam dunia pendidikan. Selain itu, karena Internet semakin bisa dengan mudah ditemui dimanapun (ubiquitous), hal tersebut berpengaruh pada model pergaulan dan interaksi sosial masyarakat.

Terkhusus di Indonesia, Internet dan berbagai platform media sosial telah menyedot banyak perhatian masyarakat. Hampir bisa ditebak dan mudah ditemui, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa, sudah banyak yang mengenal tentang Facebook, Twitter hingga blog. Dengan perkembangan tersebut, maka tulisan ini akan mencoba mencermati dan melihat trend penggunaan Internet dan media sosial di Indonesia. Sebagai sebuah trend, media sosial juga menjadi pelecut terciptanya sebuah trend dan perubahan yang berkembang di masyarakat. Meskipun demikian, masyarakat juga perlu berhati-hati sebab peluang terjadi kejahatan di dunia maya akan juga semakin meningkat.

Media sosial: Model Interaksi Baru

Seperti yang sudah dikemukakan di atas, Internet telah menjadi teknologi yang mudah ditemui. Kehadirannya semakin dikenal di masyarakat setelah berkembang berbagai jenis media sosial. Jika semula masyarakat hanya berperan sebagai penikmat berita dan informasi, namun kehadiran media sosial memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terlibat sebagai pembuat informasi serta turut aktif berinteraksi melalui dunia virtual. Melalui media sosial, pengguna dapat menjalin persahabatan dan berbagi informasi dengan pengguna lainnya tanpa ada hambatan berupa jarak dan waktu. Media sosial menjadi media interaksi baru yang membuat ruang-ruang bagi masyarakat untuk saling berbagi, bercerita dan menyalurkan ide-idenya.

Akibatnya, masyarakat melakukan migrasi virtual untuk berinteraksi di ruang maya/virtual agar dapat berinteraksi dengan pengguna lainnya. Sederhananya, jika seseorang ingin terlibat diskusi di Facebook atau di Twitter, maka orang tersebut harus memiliki akun Facebook atau Twitter. Dengan memiliki akun sebuah platform media sosial, seseorang telah melakukan sebuah migrasi virtual atau dengan kata lain dia telah menjadi cyber citizens yang berarti dia bisa berinteraksi dan menyalurkan ide-ide di dunia virtual.

Karena telah menjadi cyber citizens, seseorang akan dianggap “ada” ketika dia menunjukkan eksistensinya di dunia maya. Maka itulah, konsep “eksis” muncul dengan berbagai macam bentuk, misalnya rajin-rajin update status serta membalas komentar di jejaring sosial dan microblogging, merekam video dan diunggah ke Youtube supaya orang lain bisa melihat dan menikmati. Dengan perkembangan teknologi smartphone, seseorang bisa menunjukkan eksistensinya lewat mengunggah foto dan menuliskan status di jejaring sosial dimanapun dan kapanpun. Seperti itulah fenomena pengguna media sosial saat ini sehingga banyak yang beranggapan bahwa jika tidak ada Internet dan smartphone di tangan, maka serasa “mati gaya” dan ada yang hambar. Hal ini terjadi karena media sosial telah menjadi semacam candu yang membius penggunanya agar tetap terlihat eksis di dunia maya.

Dengan ruang dan model interaksi di dunia maya, maka terjadi perubahan pula pada cara berinteraksi antar manusia. Tidak hanya komunikasi oral dan tertulis, melalui Internat dan dunia maya, seseorang bisa berkomunikasi dengan memanfaatkan sosial media atau berbagai fasilitas text messenger atau chatting. Hal ini sangat menarik sebab di satu sisi masyarakat jadi lebih mudah berkomunikasi jarak jauh, tapi juga mulai menggerogoti interaksi sosial masyarakat sebab mereka mulai lebih cenderung berinteraksi di dunia maya ketimbang bertemu bertatap muka. Di aras komunikasi publik, Internet dan media sosial menciptakan sebuah ruang publik (public sphere) baru, seperti yang diusulkan oleh Habermas. Di sana, masyarakat bisa memberikan aspirasi, ide serta mengidentifikasi masalah-masalah sosial. Hal ini bisa dilihat dari diskusi-diskusi di Twitter, Facebook dan berbagai forum online sebagai tempat berdiskusi bagi masyarakat.

Media Sosial: Statistik, Perilaku dan Trend Pencipta Trend

Telah disinggung di atas bahwa Internet dan sosial media menciptakan sebuah ruang publik baruu yang membahas isu dan masalah-masalah sosial di masyarakat. Selain itu, isu global bisa dapat dengan cepat tersebar dan ditangkap oleh masyarakat dengan memanfaatkan berbagai berita online, jejaring sosial blog dan microblogging. Dengan kata lain, masyarakat di Indonesia tidak hanya diperhadapkan pada masalah lokal dan nasional saja, tetapi sebagai cyber citizens juga akan bersentuhan dengan isu global. Di tingkat lokal dan nasional, berbagai aksi di dunia maya telah membawa dampak di dunia nyata, misalnya gerakan koin untuk Prita atau berbagai aksi sosial dan sukarela lain ketika bencana Merapi Meletus dan longsor di Wasior.

Itulah sebabnya, Internet dan media sosial perlu dimanfaatkan sebagai media perubahan dan transformasi sosial (Winarto, 2010). Penelitian yang dilakukan dengan principal researcher Yanuar Nugroho hasil kerjasama antara University of Manchester’s Institute of Innovation Research dan HIVOS Regional Office Southeast Asia (2011) mencoba menjawab bagaimana organisasi-organisasi di Indonesia, terutama civil society organizations dan NGOs menggunakan Internet dan media sosial untuk membentuk masyarakat yang madani di Indonesia hingga tercapainya perubahan sosial di masyarakat. Penelitian ini sangat menarik karena peranan teknologi, terutama Internet dan media sosial bermanfaat untuk memperkuat dan mentransformasi keterlibatan masyarakat sipil dalam pembangunan.

Internet dan situs media sosial di masyarakat Indonesia masih akan terus berkembang. Menurut data dari Alexa (2012), situs-situs media sosial-lah yang mendominasi 10 besar situs yang sering diakses oleh masyarakat Indonesia. Situs jejaring sosial terbesar, Facebook, masih menempati tempat pertama yang disusul dengan Google.co.id, Google.com, Blogspot, Youtube, Yahoo, Kaskus, WordPress, Detik dan Twitter. Situs yang menjadi top of mind menurut pengukuran Alexa tersebut sebagai besar adalah situs media sosial. Berarti, media sosial mendapat hati dan diterima di kalangan masyarakat Indonesia, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa, mulai dari masyarakat biasa hingga para pejabat publik.

Data statistik penggunaan Internet dan sosial media di Indonesia, bisa dilihat dari kisaran jumlah pengguna Internet dan pengguna Facebook dan Twitter sebagai top of mind situs jejaring sosial dan microblogging khususnya di Indonesia. Menurut data dari Internet World Stats (2012), pada Desember 2011, jumlah pengguna Internet di Indonesia berkisar pada angka 55 juta pengguna dari estimasi populasi sebesar 245 juta jiwa. Hal tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengguna Internet di Indonesia mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2000 yang hanya sebesar 2 juta pengguna. Pada data mengenai jumlah pengguna Facebook menurut Checkfacebook.com (2012), Indonesia menempati urutan keempat setelah Amerika Serikat, India dan Brazil dengan jumlah pengguna sebesar 43,514,840 users.

Indonesia dan Pengguna Facebook; sumber checkfacebook.com tanggal 10 April 2012

Indonesia dan Pengguna Facebook; sumber checkfacebook.com tanggal 10 April 2012

Data di atas menggambarkan profil pengguna Facebook di masyarakat Indonesia. Dengan posisi keempat sebagai pengguna Facebook terbesar di seluruh dunia, data di atas juga menunjukkan bahwa pengguna Facebook memiliki rentang range usia pengguna mulai dari 13-15 tahun hingga lebih dari 65 tahun dengan 41.4% didominasi oleh usia 18-24 tahun. Data tersebut juga menunjukkan bahwa 59% pengguna berjenis kelamin laki-laki dan sisanya 41% berjenis kelamin wanita. Dengan informasi bahwa jumlah pengguna Internet yang terus meningkat dan pengguna Facebook yang didominasi oleh usia produktif, hal tersebut merupakan sebuah potensi yang perlu dikembangkan dan bisa menjadi lahan potensial bisnis dan pendukung berbagai kemajuan lainnya.

Dari sudut pandang lain, Indonesia juga terbilang memiliki jumlah pengguna Twitter yang cukup besar. Menurut laporan DetikNews (2011), Indonesia menempati peringkat ketiga pengguna Twitter di seluruh dunia dan hal ini cukup membuat Presiden Republik Indonesia bangga. Selain itu, beberapa kali, nama Indonesia juga muncul di trending topic dunia. Bahkan, karena melihat pengguna yang cukup besar dan berpotensi, Twitter akhir-akhir ini juga memasukkan Indonesia dan beberapa kota di Indonesia di website Twitter sehingga bisa diketahui topik-topik hangat yang sedang dibicarakan di Indonesia.

Dengan pengguna yang cukup besar, Facebook dan Twitter menjadi platform media sosial yang ramai dibicarakan dan digunakan oleh masyarakat Indonesia dari berbagai elemen. Di sana terjadi interaksi yang sangat intensif antar sesama pengguna Facebook dan Twitter. Beragam topik dibicarakan mulai dari yang santai hingga topik-topik yang serius. Perilaku penggunanya yang menjalin komunikasi secara online sangat menarik untuk dicermati. Masing-masing platform seperti Facebook, blog, Twitter dan Youtube saling mendukung satu dengan yang lain. Contohnya, apabil seseorang menulis di blog, maka tautan tulisan tersebut bisa dibagikan melalui Twitter atau Facebook dengan maksud supaya orang lain bisa membacanya. Demikian pula ketika seseorang mengunggah video di Youtube atau menemukan video yang menarik di sana, maka video tersebut dapat disebarkan melalui Facebook dan Twitter kepada pengguna lain. Oleh sebab itu tidak heran jika Youtube termasuk salah satu website yang sering diakses oleh pengguna dari seluruh dunia. Menurut data dari Arwuda Indonesia (Social Media Agency) (2012) menyebutkan bahwa sebanyak 4 miliar video YouTube rata-rata ditonton oleh pengguna per harinya. Meskipun masih berusia 6 tahun, dengan capaian tersebut, Youtube menjadi salah satu website yang fantastis.

Sehubungan dengan konsep eksis, media sosial menjadi ajang bagi seseorang untuk menunjukkan eksistensi dan kenarsisannya. Mereka selalu menulis status di Facebook dan Twitter hingga mengunggah foto dan video aktivitas mereka dengan harapan dapat dilihat oleh orang lain. Jika Dewi Fortuna berpihak, maka mereka akan menjadi terkenal seperti Justin Bieber, Shinta & Jojo, Norman Kamaru atau Udin sedunia. Berkat media sosial, nama-nama tersebut menjadi terkenal dan ramai diperbincangkan.

Perilaku pengguna media sosial tersebut terjadi karena beberapa hal. Pertama terutama keadaan pasca reformasi yang memberikan ruang dan kebebasan bagi setiap masyarakat untuk berekspresi, termasuk berekspresi melalui Internet dan media sosial. Di sisi lain, dengan semakin terjangkaunya layanan Internet dan perangkat pendukung seperti smartphone, laptop, komputer membuat masyarakat jadi mudah untuk berinteraksi di media sosial. Selain itu, di Indonesia khususnya, jalinan dan hubungan pertemanan dan interaksi dengan komunitas sangatlah penting sehingga membuat media sosial menjadi laris manis karena mendukung sifat dan nilai dasar masyarakat Indonesia untuk menjalin persahabatan dan aktif di komunitas.

Akibatnya, setiap hari pasti selalu saja ada topik-topik baru yang hangat dan ramai dibicarakan di media sosial. Entah siapa yang mengawali, namun banyak topik yang lantas menjadi terkenal dan trending topik. Selain itu, dari diskusi-diskusi tersebut, mulai bermunculan trend-trend baru di media sosial, semisal muncul kata-kata yang semula biasa saja, namun berkat sering dibicarakan di dunia maya menjadi sering diucapkan dalam keseharian masyarakat. Beberapa kata seperti “unyu”, “galau” atau kata artis Syahrini yang sering mengucapkan “sesuatu banget ya” ramai diikuti oleh masyarakat dan digunakan dalam percakapan sehari-hari. Bermula dari trend media sosial yang semakin menanjak, dalam proses interaksi di ruang maya tersebut, tercipta trend-trend baru.

Media Sosial dan Marketing

Karena media sosial memiliki potensi dapat menjangkau pasar yang lebih luas ditambah dengan penggunanya yang semakin menunjukkan trend peningkatan, maka media sosial menjadi salah satu alat yang dipakai dalam kegiatan bisnis. Hal tersebut menciptakan sebuah peluang baru bagi strategi pemasaran produk baik berupa barang atau jasa. Oleh sebab itu, media sosial juga muncul sebagai bauran promosi baru (promotion mix) (Mangold & Faulds, 2009) yang melengkapi aspek-aspek lainnya seperti advertising, personal selling, sales promotion, public relations dan direct marketing.

Dengan prospek yang tinggi, banyak pebisnis yang memanfaatkan Internet dan media sosial sebagai alat mempromosikan produk mereka. Lantas berkembang jual beli online yang memanfaatkan website dan blog atau forum-forum jual beli. Seiring perkembangan media sosial, produk-produk tersebut juga turut membanjiri dan disebarkan ke friends atau ke followers dengan maksud agar jangkauan penjualan menjadi lebih luas. Diperkirakan, dengan semakin meningkat jumlah pengguna Internet dan media sosial, maka arah strategi marketing akan mengarah pada bisnis online. Oleh karena itu, pemahaman cara kerja dan penyusunan strategi marketing melalui media sosial sangat penting dilakukan agar mencapai sasaran dan target audience.

Akibatnya, banyak pebisnis dan perusahaan yang menggunakan media sosial sebagai alat branding bagi bisnis mereka. Bahkan tidak lama lagi, media sosial akan menjadi alat yang penting dalam branding dan marketing (Lis & Berz, 2011). Memahami hal tersebut, beramai-ramai perusahaan menggunakan media sosial menjadi alat yang bisa mendongkrak penjualan, meningkatkan nilai brand perusahaan dan sebagai alat untuk kegiatan sosial responsibility (Gupta, 2011). Media sosial dapat menjadi alat yang positif untuk berkontribusi bagi lingkungan lokal, nasional dan global melalui kecepatan informasi dan jumlah pengguna yang terus meningkat.

Peluang Kejahatan: Cyber Education dan Tetap Hati-Hati

Sebagai bagian dari cyber citizen, pengguna Internet dan media sosial memiliki tanggung jawab (Winarto, 2012) yang dibebankan di pundak mereka. Tanggung jawab bisa berkaitan dengan diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitar, nasional hingga internasional. Dengan kecepatan dan berbagai informasi yang tersedia di Internet, maka pengguna Internet wajib memilih dan memilah informasi yang tersedia sehingga informasi tersebut bisa berguna. Ada banyak informasi yang bersifat hoax dan dengan sekali pencet bisa tersebar dan dibagikan ke pengguna Internet lain. Dampaknya, masyarakat jadi khawatir tersebut berita dan informasi yang keakuratannya belum bisa dihandalkan.

Selain itu, karena pengguna Internet di Indonesia adalah usia produktif termasuk remaja dan juga banyak yang masih sebagai new cyber citizen, mereka harus terus diberikan edukasi agar bijak selama menggunakan Internet. Jangan sampai mereka menyalahgunakan Internet atau profil mereka disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Maka itu, kampanye dan edukasi kepada pengguna Internet perlu terus digalakkan baik oleh pemerintah maupun organisasi sosial kemasyarakatan berupa training-training dan pelatihan berinternet secara arif dan bijak.

Laporan dari Tempo.co (2012) menyebutkan bahwa Internet dan media sosial terus menggeliat dan berakibat memiliki dua kemungkinan yaitu selain memiliki dan menyediakan manfaat bagi penggunanya, juga bisa mengancam penggunanya. Ancaman tersebut berupa kejahatan-kejahatan di dunia maya (cyber crime) yang bisa merugikan pengguna Internet. Sebut saja yang sederhana pencurian password Facebook, Twitter dan email yang seringkali marak. Mereka yang tidak bertanggung jawab mencuri data-data dari para pengguna Internet untuk kepentingan tertentu, atau bahkan hanya untuk sekedar iseng saja. Maka itu, pelatihan dan training sebagai ajang edukasi ke masyarakat perlu terus ditingkatkan termasuk kampanye agar jangan terlalu mengumbar data-data pribadi di media sosial yang dapat disalahgunakan oleh orang-orang tertentu.

Tantangan lainnya adalah, pengguna Internet tetap perlu menjaga keseimbangan sebagai manusia yang berinteraksi sosial di lingkungan sekitar dengan aktivitas di dunia maya. Seringkali karena terlalu asyik, mereka melupakan interaksi dan bertatap muka dengan orang-orang sekitarnya. Mereka memberikan waktu untuk bermain-main di dunia maya dan melalaikan pekerjaan. Padahal, jika dilihat lebih dalam, apa yang didapat dari media sosial (misal berupa kesenangan, hiburan atau informasi) maka ada sesuatu yang diambil oleh media sosial (VOANews, 2012). Sementara pengguna media sosial menikmati dan mendapatkan hiburan dari media sosial, chatting bersama teman, pada saat yang sama, media sosial mengambil waktu penggunanya sehingga banyak hal yang harus dikorbankan ketika bermain media sosial.

Konklusi sebagai perenungan

Di Indonesia, geliat media sosial akan terus meningkat. Dari sisi jumlah pengguna Internet, masyarakat di Indonesia memiliki potensi yang besar sebagai pengguna Internet dan media sosial. Ditambah dengan semangat kebebasan berekspresi dan layanan Internet yang terus menerus diperbaiki, maka Indonesia migrasi virtual bukan lagi menjadi sesuatu hal yang baru dan mengejutkan. Dengan kondisi tersebut, maka akan banyak manfaat yang bisa diperoleh berupa terciptanya ruang interaksi baru dan ruang-ruang publik di dunia maya yang menjadi wujud peran serta masyarakat dalam proses demokrasi. Internet dan media sosial juga menjadi katalis bagi berbagai macam perubahan di berbagai bidang kehidupan masyarakat Indonesia.

Berkaitan dengan konsep eksis, masyarakat perlu sadar bahwa eksistensi mereka di dunia maya bukan hanya sekedar tampil di dunia maya, namun harus lebih bertanggung jawab dan turut berperan atas berbagai permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitar, termasuk global. Dengan jumlah pengguna yang semakin meningkat, cyber citizens bisa berpeluang menjadi kekuatan baru bagi pembangunan dan perubahan sosial di tengah masyarakat. Jadi, meskipun gerakan, aksi dan aktivitasnya di dunia maya, namun hasilnya nyata dapat dinikmati oleh masyarakat.

Tidak berhenti di sana saja. Internet dan media sosial memiliki potensi yang besar bagi perkembangan bisnis. Jangkauan dan jumlah pengguna yang tersebar dan terus bertambah, membuat media sosial menjadi alat yang powerful untuk strategi pemasaran dan branding. Maka itu, banyak perusahaan yang memanfaatkannya untuk memperluas pasar dan menggaet konsumen, juga sebagai sarana social responbsibility. Potensi dan prospek pasar yang luas perlu dimanfaatkan supaya bisnis berjalan dengan lancar, meskipun dalam pelaksanaannya tentu tidak mudah.

Memasang produk secara online saja tidak cukup. Oleh karena itu, jika ingin terjun dalam bisnis online, diperlukan strategi pemasaran yang tepat agar dapat menjangkau target pasar yang telah ditentukan. Arwuda Indonesia (Social Media Agency) hadir sebagai social media agency untuk membantu para pebisnis untuk mengoptimalkan media sosial untuk berbagai kepentingan. Pengenalan media sosial dan integrasi berbagai platform media sosial sangat dibutuhkan sebagai salah satu bentuk strategi pemasaran yang efektif. Melalui itu, komunikasi perusahaan dengan konsumen termasuk dengan lingkungan sekitar (termasuk shareholder dan stakeholder) dapat berlangsung dengan baik sehingga dapat menumbuhkan kesadaran merek yang berujung pada penambahan nilai bagi perusahaan, konsumen dan pihak-pihak yang berkepentingan.

Terakhir, jika saat ini fasilitas Internet dan media sosial terus bertumbuh dan diperbaiki berbagai kekurangannya, salah satu pekerjaan rumah yang dihadapi terutama di Indonesia adalah bagaimana kemanfaatan media sosial tersebut untuk kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat. Maka itu, edukasi dan kampanye pemanfaatan teknologi Internet dan media sosial perlu terus digencarkan kepada masyarakat agar mereka bisa memanfaatkan Internet sebagai salah satu alat untuk tercapainya kesejahteraan sosial dan peningkatan kualitas hidup.

References

Logo Arwuda, Sosial Media Agency

Logo Arwuda, Sosial Media Agency

Foto Win

Foto Win

4 thoughts on “Meneropong Media Sosial di Indonesia

  1. Cecep Hidayat

    Ok untuk artikelnya, jika memungkinkan tema “sosial media marekting”nya lebih bahas lebih dalam lagi!

    Reply
  2. mita

    Mas, punya data ttg jumlah animal lover di Indonesia yg menggunakan internet or FB tidak….

    Salam, trims, mita

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>