Temukan Cinta Sejati dalam the Lost Valentine

- Surat Caroline untuk Neil di tahun 1944 sebelum mereka berpisah
~Preambule~
Berbicara cinta tidak akan pernah ada habisnya. Dia terus bergerak dinamis bahkan dapat terungkap tanpa melalui kata-kata. Cinta adalah sebuah karunia yang terindah yang diberikan oleh Sang Ilahi kepada semua penghuni semesta. Cinta tidak terbatas pada logika-logika berpikir yang seringkali menghalangi seseorang untuk merasakan betapa nikmatnya sebuah cinta. Cinta adalah kekuatan. Dia mampu meruntuhkan tembok-tembok keniscayaan. Betapa indahnya ketika merasakan cinta.
Menjelang hari Valentine 14 Februari, banyak yang menunggu kejutan, apakah gerangan yang diberikan seseorang yang terkasih nanti sebagai sebuah ungkapan cinta? Meskipun banyak orang percaya bahwa setiap hari adalah hari kasih sayang, tetapi tanggal 14 Februari seakan menjadi sebuah sebuah hari yang selalu ditunggu untuk memahatkan catatan cinta.
Bagaimanakah menemukan makna cinta di hari Valentine? Sebuah film dari Hallmark Hall of Fame produksi tahun 2011 memberikan pelajaran bagaimana seseorang memaknai cinta. Film yang mengangkat kisah dari sebuah novel The last Valentine karya James Michael Pratt memberikan pelajaran bagaimana kesabaran dan kesetiaan anak manusia dalam mencintai Sang Ilahi, pasangan, keluarga dan sesama.
~Ungkapan Cinta Caroline~
Adalah Caroline Thomas. Bersama dengan cucunya, Lucas, dia meniti tangga di pintu LA Union Train Station. Saat meniti tangga itu, ada seorang laki-laki tengah membawa kado Valentine untuk kekasihnya. Mereka bertemu di tangga itu dan berciuman. Caroline memandangi mereka, seperti teringat sesuatu. Memasuki ruang tunggu stasiun, Caroline memandangi sebuah foto. Tiga orang laki-laki berseragam tampak di foto dalam bingkai itu.
Lantas, ruang waktu seakan terbuka dan membawa Caroline ketika bersama-sama dengan suaminya, Neil Thomas. Mereka duduk berdua di sebuah kursi. Mereka sedih karena harus berpisah satu sama lain. Mereka saling berpelukan. Usia pernikahan mereka yang belum seumur jagung namun mereka kini harus berpisah. Caroline saat itu sedang hamil muda. Saat ada panggilan para penumpang untuk naik ke kereta, pada saat itulah mereka berpisah. Ketika Neil sudah masuk ke gerbong dan kereta berjalan pelan, Caroline teringat sesuatu yang hendak diberikan kepada Neil. Sebuah surat di hari Valentine yang menyatakan bahwa Neil sudah memiliki hatinya dan dia harus kembali tahun berikutnya di hari yang sama. Caroline mengungkapkan bahwa dia akan selalu mencintai Neil. Surat itulah yang selalu membawa Caroline datang dan menunggu Neil di Union Station.
Lantas Caroline duduk di sebuah kursi panjang. Seorang petugas di stasiun kereta menghampirinya. Dia menyapanya. Dia sudah menduga bahwa Caroline akan berada di kursi itu pada tanggal 14 Februari. Selama 24 tahun dia bertugas di sana, Caroline selalu setia duduk menunggu di kursi panjang itu. Kursi itu menjadi saksi sebagai tempat terakhir Caroline dan suaminya duduk sebelum berpisah pada tahun 1944. Caroline tampak membelai bangku sebelahnya yang diperuntukkan untuk suaminya. Tapi bangku itu tetap saja kosong.

- Lucas and Susan dalam The Lost Valentine
Melalui Lucas, cucu Caroline yang bekerja sebagai physical therapist dan penulis buku tentang terapi, fisik, dia mengungkapkan kisah nenek dan kakeknya itu pada sebuah stasiun televisi. Susan, salah seorang reporter dan pembaca berita, diminta untuk melakukan wawancara dan meliput sejarah hidup Caroline. Meskipun semula ragu karena beranggapan bahwa cerita Caroline itu seperti Japanese dog story, namun dia kemudian menerima tugas mewawancarai Caroline. Peristiwa inilah yang juga menjadi akhir cerita cintanya bersama Andrew namun menjadi awal cerita cintanya bersama Lucas.
Caroline menceritakan kisah pertemuannya dengan Neil. Mereka lantas menikah dan membeli sebuah rumah namun perlu direnovasi. Mereka berdua memperbaiki rumah itu dan menanaminya dengan beragam tanaman, termasuk sebuah pohon mawar. Mereka merawat dengan baik rumah itu dan memimpikan suatu hari kelak anak-anak mereka akan berlari di sekitar rumah dan taman. Di masa-masa awal pernikahan itu, mereka sangat bergembira.
Tetapi, sebuah panggilan tugas sudah menanti di depan mata. Neil, seorang pilot navy, harus pergi meninggalkan istrinya yang sedang mengandung. Mereka harus berpisah. Di Union Station itulah mereka berpisah di hari Valentine. Sesudah perpisahan itu, mereka saling berkirim surat mengabarkan keadaan mereka. Rasa cemas terus menghantui Caroline, hingga dia melihat tetangganya yang mendapatkan telegram berita buruk. Caroline tidak menginginkan telegram seperti itu. Dia ingin Neil kembali dengan selamat.
Tetapi, seorang petugas berseragam pada suatu hari memasuki halaman rumahnya. Dia membawa sebuah telegram. Caroline semakin cemas. Telegram itu mengabarkan bahwa Neil dinyatakan Missing in Action (MIA). Caroline berkeyakinan bahwa meskipun suaminya dinyatakan hilang, suaminya masih tetap hidup dan suatu saat akan kembali.
Saat bercerita itu, tampak pandangan mata Caroline berkaca-kaca. Dia selalu teringat suaminya dan masa-masa saat mereka berdua. Dengan alasan capek, Caroline meminta masuk ke dalam rumah untuk beristirahat sejenak. Tetapi ketika menaiki tangga rumah, perempuan yang sudah berusia 80an tahun itu terjatuh. Dia lantas dilarikan ke rumah sakit.
~Neil Ditemukan~
Dalam wawancara dengan seorang senator, Caroline mendapat informasi tentang keadaan Neil pada saat dinyatakan hilang oleh teman-temannya yang selamat. Dia berjanji akan mengumpulkan sejumlah informasi dan keterangan tentang keadaan Neil. Susan pergi menemui seorang survivor di Texas hingga mendapat informasi yang menarik tentang keadaan Neil. Di sana Susan menerima sebuah surat terakhir Neil yang ditujukan untuk Caroline. Surat itu diberikan kepada Caroline seusai keluar dari rumah sakit.
Usaha Susan tidak sampai itu saja. Dia mendapatkan informasi lebih detail tentang keberadaan Neil di sebuah pulau di Filipina. Dia meminta Andrew, kekasihnya yang akhirnya putus, untuk melacak keberadaan Neil dan berhasil bertemu dengan Morang, seseorang gerilyawan Filipina yang mengetahui keberadaan pusara Neil.
Melalui sebuah teleconference yang dibantu oleh Susan dan perusaahaan televisi tempat dia bekerja, Caroline dapat berbicara dengan Morang. Setelah ditemukan oleh gerilyawan Filipina itu, Neil. Dia mendengarkan langsung cerita Morang tentang Neil yang terus bermunajat kepada Sang Ilahi agar istri dan anaknya sehat dan selamat. Dia selalu membawa surat Valentine ketika mereka berpisah dan foto Caroline bersama anaknya. Neil terus bersama para gerilyawan hingga tertembak ketika menyelamatkan seorang anak kecil dalam sebuah pertempuran di sebuah sungai. Neil kemudian dikuburkan. Mengetahui itu, Caroline sangat sedih, namun dia lega karena kabar suaminya diketahui.
Ada dua orang petugas memasuki rumah Caroline. Caroline teringat langkah petugas berseragam yang memasuki rumahnya dan memberikan telegram berita hilang suaminya. Namun kali ini berbeda. Salah seorang petugas memberitahukan bahwa jenasah Neil yang pernah dinyatakan hilang sudah ditemukan dan menyerahkan barang-barang pribadi milik Neil berupa dompet, kalung dan jam tangan. Petugas itu juga memberitahu penghargaan yang diberikan kepada Neil Thomas berupa Navy Cross, Silver Star dan Purple Heart atas dedikasi Neil saat menjalankan tugas.

- Penyambutan jenazah Neil Thomas di Union Station dengan upacara militer. Tampak Caroline mendekap peti suaminya yang terbungkus bendera AS
Setelah 65 tahun menunggu ketika hari Valentine di Union Station tanpa hasil, di tahun ke 66 Caroline akhirnya menjemput kedatangan suaminya yang telah meninggal. Dengan upacara militer, jenasah itu disambut bertepatan dengan hari Valentine. Caroline menyambut peti yang berselimutkan bendera Amerika Serikat dengan berlinang air mata. Susan dan Lucas yang tampak hadir juga menitikkan air mata.
Keluarga Thomas dan Susan pun pulang. Caroline teringat dia harus menyirami kebun dan tanamannya. Dia ingin bernostalgia mengenang masa-masa bersama suaminya. Di saat menyirami itu, dia melihat bunga mawar yang ditanam oleh Caroline dan Neil mekar. Pernah suatu kali Lucas ingin mencabutnya karena dianggap sudah mati. Tapi Caroline menyatakan bahwa tanaman itu masih hidup, meskipun hanya akarnya saja. Di depan rumah, Susan dan Lucas tampak mesra, semesra nenek dan kakeknya ketika awal-awal mereka bertemu dan menikah.
~Inilah Cinta Itu!!~
Betapa hebat kesetiaan dan cinta Caroline untuk suaminya, Neil Thomas. Hanya karena cinta Caroline percaya bahwa suaminya akan kembali. Dia setia menunggu di ruang tunggu Union Station setiap perayaan Valentine. Caroline percaya bahwa kekuatan cinta akan mempertemukan dirinya dengan Neil suatu saat nanti. Dengan sabar, Caroline menunggu suaminya bertahun-tahun meskipun telegram dari pemerintah Amerika menyebutkan bahwa suaminya dinyatakan hilang.
Kisah ini tidak hanya menguras emosi penonton dengan kisah cinta Caroline-Neil dan Susan-Lucas. Kisah cerita yang dibalut dengan cinta seorang cucu kepada neneknya memberikan pelajaran mengenai cinta seorang manusia kepada anggota keluarganya. Simbol-simbol cinta berupa surat dan mawar, mengingatkan seorang Caroline akan sebuah peristiwa monumental yang mereka alami. Tanaman mawar yang sudah mulai kering itu menyimpan sejuta kenangan tatkala Caroline menanam bersama dengan Neil. Cinta anak manusia itu termanivestasi melalui tanaman-tanaman yang menjadi simbol betapa indahnya cinta.
Kekuatan cintalah yang akan membuat manusia tetap kuat meskipun beragam badai dan cobaan datang. Cinta yang tulus akan memberikan keseimbangan hidup bagi manusia menapaki hari-hari yang akan datang. Oleh karena itu temukanlah cinta yang hadir laksana udara dan dapat dinikmati di manapun berada. Semaikan cinta kasih itu kepada orang yang kita cintai, kepada Sang Pencipta, sesama dan alam sekitar kita. Katakan kepada mereka “I will always love you” sebagaimana Caroline tuliskan kepada Neil mereka berpisah 14 Februari 1944 dan juga sebuah judul lagu popular yang dinyanyikan diva musik dunia, Whitney Houston yang meninggal pada tanggal 11 February 2012 yang lalu.
~I will always love you too~
Winarto









I think this is one of the such a lot important info for me. And i’m glad studying your article. But want to commentary on some general things, The website style is ideal, the articles is really excellent : D. Just right activity, cheers
you’re a great professional for writing it, congrats.http://www.jogosdopicapau.org