Winarto's Hermitage Abode

My Words as My Mind and Soul


Eropa Beku, Begini Lho Rasanya!

reuters_poland_warsaw_icy_vistula_river_480_31jan2012

Eropa Beku

Eropa sedang membeku. Gelombang dingin yang berasal dari Siberia telah membuat negara-negara di Eropa Timur dan Tengah mengalami musim dingin yang sangat ekstrem. Di negara Eropa Barat, meskipun tidak separah Eropa Timur dan Tengah, juga terkena dampak gelombang dingin tersebut. Hal ini berbanding terbalik pada beberapa bulan November 2011 hingga pertengahan Januari 2012. Pada bulan-bulan pertama memasuki musim dingin, Eropa mengalami musim dingin terpanas dengan suhu yang relatif sama ketika musim semi. Pemberitaan di sebuah media lokal Belanda mengatakan bahwa musim semi datang lebih awal dengan ditandai suhu rata-rata yang tidak biasa ketika musim dingin dan mekarnya bunga tanaman musim semi (nu.nl, 2012).

Namun perkiraan cuaca itu ternyata tidak terbukti. Memasuki minggu ketiga bulan Januari, suhu udara di Eropa terus menurun. Di Belanda, salju turun di beberapa wilayah meskipun dengan intensitas sedang. Pemandangan ini juga berbeda dengan musim dingin tahun lalu ketika salju turun pada akhir bulan November. Banyak orang, terutama mahasiswa yang baru pertama kali mengalami musim dingin, yang berdebar-debar cemas mengharapkan kedatangan salju. Dengan suhu udara yang semakin turun di bawah nol derajat, para pemerhati cuaca meramalkan bahwa salju akan turun lebih lebat pada awal bulan Februari.

Keadaan di Eropa Tengah dan Eropa Timur lebih menggila. Tidak tanggung-tanggung, suhu udara di beberapa wilayah turun hingga mencapai di bawah minus 30 derajat Celcius. Pada pemberitaan yang dirilis oleh VOANews berjudul Cuaca Luar Biasa Dingin di Eropa Tewaskan 123 Orang (VOANews.com, 2012) mengatakan banyak korban meninggal akibat kedinginan, terutama para tunawisma, dengan korban terbanyak di negara Ukraina. Selain meninggal kedinginan, tidak sedikit pula yang mengalami hipotermia dan radang beku.

Tidak tertutup kemungkinan, jumlah korban jiwa akan terus bertambah apabila cuaca terus memburuk. Akibat gelombang dingin dan salju, pemerintah setempat mendirikan tempat-tempat penampungan yang dilengkapi dengan makanan dan pemanas. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jumlah korban jiwa yang bertambah akibat kedinginan. Penduduk yang tinggal di daerah pegunungan Serbia kesulitan untuk dijangkau karena salju yang tebal menutupi wilayah itu. Wilayah-wilayah yang mengalami gelombang dingin di Eropa mulai mengalami kekurangan pasokan gas. Akibat cuaca dingin yang tidak segera berhenti, konsumsi gas untuk pemanas meningkat tajam. Pasokan gas mengalami gangguan karena jumlah permintaan yang semakin meningkat di berbagai negara yang mengalami cuaca dingin.

Gelombang dingin belum memberi tanda akan berhenti. Hingga tanggal 8 Februari 2012, jumlah korban jiwa malahan bertambah. Beberapa negara mengumumkan status darurat sementara cuaca dingin masih akan berlangsung beberapa pekan lagi. Hal itu disampaikan situs berita VOANews yang bertajuk Musim Dingin Parah Cekam Eropa, Korban Tewas 400 Lebih (VOANews.com, 2012). Di berita tersebut juga menyampaikan kabar bahwa jumlah korban jiwa akibat gelombang dingin telah mencapai 400 orang lebih.

Beberapa wilayah yang biasanya tidak diguyur salju, akibat gelombang dingin menyebabkan wilayah seperti Roma di Italia tertutup salju hingga memaksa pemerintah setempat menutup objek wisata terkenal termasuk Colosseum dan Roman Forum. Seperti diberitakan VOANews tertanggal 5 Februari 2012, cuaca dingin juga menghambat transportasi baik darat, laut dan udara (VOANews.com, 2012). Banyak penerbangan yang terpaksa ditunda atau dibatalkan demi keselamatan para penumpang. Jalur transporasi darat di Eropa juga terganggu akibat salju tebal yang menutup jalan-jalan. Di Belanda, selama beberapa hari, banyak jadwal kereta Nederland Spoorwagen mengalami gangguan karena banyak jadwal kereta yang dibatalkan.

Musim dingin kali ini mendatangkan musibah berupa korban jiwa maupun harta benda. Aktivitas penduduk di beberapa negara Eropa terganggu karena suhu udara yang mencapai minus 30 derajat Celcius. Belum lagi nanti ketika suhu sudah mulai hangat dan salju mencair. Para pengamat cuaca, pemerintah dan penduduk Eropa tengah berharap-harap cemas dan waspada terhadap bencana yang mungkin saja masih bisa terjadi.

Begini Lho Rasanya!

Sembari membaca berita-berita dari VOANews di atas, saya membayangkan berada pada wilayah Eropa Timur dan Tengah? Walaupun tinggal di Eropa Barat yang relatif tidak begitu terkena dampak gelombang dingin, berada pada sebuah ruangan pun masih terasa dingin. Winter yang pernah disebut sebagai musim dingin terpanas namun menjelma menjadi musim dingin yang mematikan.

13285339121249039145
Salah satu danau kecil yang membeku di Groningen; foto dokumentasi pribadi. Diambil hari Kamis 2 February 2012

Sebelum berangkat ke Belanda, saya pernah membayangkan betapa sangat dingin di kala musim dingin. Sebagai seorang anak tropis yang terbiasa hidup di bawah sinar matahari, hidup di suhu kurang dari 10 derajat pada mulanya sangatlah berat. Pada mulanya, kulit dan tubuh akan menolak ketika bersentuhan dengan udara luar. Memasuki musim gugur, suhu udara yang semakin merosot ditambah dengan angin dan hujan memberikan sensasi bagi mereka yang baru pertama kali merasakannya.

Bagaimanapun, semua keadaan harus dihadapi. Sebagai pelajar di Belanda yang mengandalkan sepeda kayuh untuk bepergian di dalam kota, dalam kondisi apapun harus tetap beraktivitas meskipun hujan turun dan dingin memeluk seluruh tubuh. Jaket tebal yang telah membalut tubuh seakan masih kalah dengan rasa dingin yang terus menggigit.

Oleh sebab itu, tidak heran jika banyak orang yang meninggal kedinginan atau mengalami hipotermia ketika gelombang dingin menimpa Eropa Tengah dan Timur. Para korban yang kebanyakan adalah para tunawisma yang masih manusia biasa, jelas-jelas tidak tahan dengan cuaca dingin ekstrem itu, apalagi hingga minus 30 derajat Celcius.

13285353812051887513

Di Groningen, tempat saya menempuh studi, beberapa waktu yang lalu suhu udara sempat mencapai minus 20 derajat Celcius. Danau, sungai, kolam menjadi beku. Burung merpati dan angsa tampak berjalan-jalan di atas air yang beku. Salju yang turun pada awal bulan Februari telah memutihkan jalan-jalan dan seluruh wilayah Groningen maupun Belanda. Ketika sore tiba, anak-anak kecil bersama dengan orang tua mereka pergi bermain ice-skating di danau-danau yang beku tertutup salju.

Ini adalah pengalaman pertama saya berada di musim dingin Eropa. Pengalaman yang langsung disambut dengan suhu minus yang jauh dari angka nol. Meskipun tidak separah di Eropa Timur dan Eropa Tengah, bagi anak tropis seperti saya, suhu tersebut sudah cukup membuat tangan, telinga dan kaki selalu tertutup rapat agar jangan sampai kaku kedinginan. Tetapi, untuk memberikan kenangan pertama di musim dingin, saya membuka sarung tangan yang saya pakai kemudian menggenggam salju yang putih nan lembut. Tapi hal itu tidak bertahan sampai 5 menit karena tangan sudah tidak kuat menahan rasa dingin.

Pengalaman menarik juga dirasakan oleh teman-teman Indonesia yang baru pertama kali di musim dingin. Mereka meluapkan kegembiraan dengan cara berfoto-foto ketika salju yang lebat turun. Belum juga puas, mereka membuat snowman di sebuah lapangan sambil bermain-main dengan salju. Permainan itu diakhiri dengan sebuah perang salju. Mereka membentuk bulatan-bulatan dari salju dan kemudian melemparkan kepada temannya.

https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/402564_294719617254479_268199373239837_815575_863741359_n.jpg

Kafe berlantaikan air kanal yang membeku. Gambar Leiden Vandaag

Masyarakat di Belanda juga tampak menikmati musim dingin kali ini, meskipun sangat berbeda dengan tahun lalu. Dengan suhu yang relatif masih lebih panas dengan suhu dingin di Eropa Tengah dan Eropa Timur, masyarakat di Belanda memanfaatkan momen musim winter kali ini dengan bermain-main salju bersama-sama dengan keluarga. Salah satu pemandangan menarik terjadi di Kota Leiden. Kanal yang beku dimanfaatkan sebagai sebuah kafe. Di sana diletakkan meja dan kursi. Para pengunjung bisa duduk di sana sambil menikmati suasana musim dingin. Pengalaman yang tidak akan terlupakan.

Referensi:

(2012, February 3). Retrieved February 3, 2012, from VOANews.com: http://www.voanews.com/indonesian/news/Cuaca-Luar-Biasa-Dingin-di-Eropa-Tewaskan-123-Orang–138637859.html

(2012, February 8). Retrieved February 8, 2012, from VOANews.com: http://www.voanews.com/indonesian/news/Musim-Dingin-Mencekam-Seluruh-Eropa-138981969.html

(2012, January 2). Retrieved January 6, 2012, from nu.nl: http://www.nu.nl/wetenschap/2705734/voorjaar-2012-al-begonnen.html

(2012, February 5). Retrieved February 5, 2012, from VOANews.com: http://www.voanews.com/indonesian/news/Cuaca-Dingin-Parah-Berlanjut-di-Eropa-138736529.html

2 Responses to “ Eropa Beku, Begini Lho Rasanya! ”

  1. Wisata Bali says:

    Untuk Indonesia kagak ikut beku ya, klo iya musti liburan kemana nih?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>