Media Sosial, Migrasi Virtual dan Desa Global

Gambar ilustrasi; sumber: http://oregonlawpracticemanagement.files.wordpress.com/2010/08/cyber.jpg
Menjelajah Dunia Virtual
Ketika membaca beberapa berita terkait dengan Solo Cyber Day yang digagas oleh Walikota Solo, Joko Widodo, terdapat beberapa poin yang menarik untuk dikaji. Acara yang diselenggarakan pada tanggal 4 Desember 2011 tersebut, seperti diberitakan oleh Johan Wahyudi di Kompasiana, bahwa ribuan peserta mengikuti Solo Cyber Day di sepanjang jalan protocol Slamet Riyadi, Solo. Acara ini digagas supaya Internet dikenal oleh warga Solo, dan melaluinya, Kota Solo dapat dipromosikan melalui dunia maya kepada segenap penjuru masyarakat, tidak hanya di Indonesia namun juga masyarakat global.
Kehadiran Internet dan media sosial membawa perubahan yang berdampak besar pada sendi-sendi kehidupan masyarakat. Bermula dari ide untuk menghubungkan komputer dalam sebuah jaringan dan dipakai di bidang pertahanan dan militer, teknologi Interconnected Network (Internet) terus dikembangkan dan kini penggunaannya terus merambah ke segenap aspek kehidupan manusia. Internet tidak hanya dijadikan sebagai sebuah media komunikasi di bidang militer belaka, namun berkembang ke aspek bisnis hingga pendidikan. Melalui internet pula, informasi dan pengetahuan dapat ditemukan sekaligus menjadi sarana saling interaksi dan berbagi baik melalui media sosial, blog atau microblog.
Kemunculan Internet dan media sosial memungkinkan terjadinya sebuah interaksi dalam dunia virtual. Pengguna Internet dan media sosial dapat berkomunikasi, berinteraksi satu dengan yang lain meskipun mereka tidak bertatap muka. Perubahan ini menjadikan jarak sebagai suatu hal yang tidak jadi masalah. Selama pengguna Internet saling terhubung, mereka dapat berkomunikasi dan berinteraksi. Berkat Internet, segala macam peristiwa yang terjadi di belahan negara lain, dapat dinikmati pada saat itu juga.
Dengan kemunculan media sosial seperti Facebook, blog dan wiki, media komunikasi dan interaksi di dunia virtual menjadi lebih interaktif. Facebook hadir dan menawarkan situs pertemanan yang mengajak penggunanya untuk berbagi pemikiran (what’s on your mind), saling berkomentar, berbagi foto dan video hingga berbagi catatan. Sementara blog muncul sebagai sebuah kekuatan baru untuk berbagi informasi serta cerita dan pembaca dapat menaruhkan komentar atasnya. Melalui wiki, pengguna dapat saling berkolaborasi dalam menulis, saling berbagi informasi serta mengeditnya. Dengan demikian, masyarakat menjadi sangat tertarik untuk masuk ke dalam dunia virtual.
Migrasi Virtual dan Fenomena Desa Global
Apakah yang dimaksud dengan migrasi virtual? Kegiatan Solo cyber Day dapat dipakai untuk menjelaskan migrasi virtual. Layaknya sebuah migrasi (perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat yang lain), kegiatan Solo Cyber Day, mengajak wong Solo bermigrasi untuk menjadi cyber resident, seperti judul yang dirilis the Jakarta Post pada tanggal 4 Desember 2011 yang lalu.
Migrasi virtual menandakan bahwa seseorang akan memiliki aktivitas di dunia nyata maupun di dunia virtual. Sebagai contoh, seseorang yang memiliki blog atau akun di Facebook, maka, orang tersebut akan beraktivitas di dunia nyata seperti bekerja atau belajar, juga akan berinteraksi dan terlibat dalam aktivitas dunia maya seperti menulis dan berkomentar di blog atau Facebook.

Gambar ilustrasi; Asia Top Internet Countries; sumber http://www.internetworldstats.com/stats3.htm
Hari makin hari, jumlah migrasi virtual semakin bertambah. Hal tersebut dapat dilihat dari statistik jumlah pengguna internet. Di Indonesia, menurut data Internet World Stats, jumlah pengguna Internet pada tahun 2011 (Data bulan Juni 2011) sebanyak 39,600,000 dari jumlah estimasi jumlah penduduk Indonesia sebanyak 245,613,043. Dengan demikian, sekitar 16,1% penduduk Indonesia adalah pengguna Internet. Meskipun berada di posisi keempat di antara negara-negara Asia (setelah China, India dan Jepang), jumlah tersebut menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan jumlah pengguna Internet pada tahun 2000, yaitu hanya sejumlah 2,000,000 pengguna. Masih dengan data yang sama, Facebook subscribers di Indonesia tercatat sebanyak 38,860,460 pengguna.
Data dan angka pengguna Internet di Indonesia tersebut diperkirakan akan terus meningkat. Komitmen pemerintah, salah satunya Walikota Solo dengan mencanangkan Solo Cyber Day, dapat menjadi sebuah sinyal terus meningkatnya jumlah pengguna Internet di Indonesia. Dengan demikian, jumlah migrasi virtual di masyarakat Indonesia juga akan terus meningkat.
Adanya migrasi virtual tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif. Melalui Solo Cyber Day, sebagai contoh, Walikota Solo berharap agar Kota Solo semakin popular melalui peran dunia maya. Jika warga Solo banyak yang mengakses Internet dan menulis tentang Solo di blog maka dengan sendirinya Kota Solo akan semakin dikenal. Meskipun demikian perlu tetap berhati-hati karena sebagaimana dunia nyata, kejahatan dan hal-hal negatif lainnya bisa timbul dengan cara memanfaatkan Internet dan media sosial.
Itulah sebabnya, banyak yang berpendapat bahwa Internet dan media sosial bak pedang bermata dua yang tajam pada kedua sisinya. Telah banyak terbukti gerakan-gerakan di media sosial yang mampu memberikan perubahan dan mempromosikan Indonesia ke masyarakat luar. Tetapi, tidak sedikit pula penyalahgunaan Internet dan media sosial untuk berbuat sesuatu yang merugikan orang lain. Oleh karena itu, perlu dipikirkan supaya media sosial dimanfaatkan untuk mendatangkan kemaslahatan bagi pengguna dan masyarakat sekitarnya.
Metafora desa global, sering dipakai untuk menggambarkan fenomena Internet dan media sosial. Di media tersebut, jarak fisik bukan lagi sebuah kendala karena Internt dan media sosial dapat menjadi sebuah jembatan untuk mengatasi masalah komunikasi yang terjadi karena perbedaan wilayah. Komunikasi bisa dilakukan secara real-time dengan bantuan Internet Karena hubungan dan interaksi antar individu jadi lebih mudah.
Konsekuensi dari desa global adalah bahwa tanggung jawab sosial tidak lagi terbatas pada wilayah tertentu saja, namun lebih luas dan mengglobal. Permasalahan dan peristiwa di negara lain dapat segera terdengar di segenap penjuru dunia. Analogi desa menjadi sangat tepat karena komunikasi antar penduduk desa biasanya sangatlah intensif dan guyub sehingga peristiwa yang menimpa salah seorang penduduk desa, dapat dengan segera terdengar ke seluruh penduduknya.
Sebuah Refleksi
Bagi saya, Internet dan media sosial memberi perubahan yang berdampak besar. Internet dan media sosial hanyalah sebuah media yang dioperasikan oleh manusia, jadi manfaat/mudarat yang mungkin ditimbulkan terjadi karena faktor manusia. Jika memakai analogi pisau, maka pisau itu akan bermanfaat apabila dipakai untuk memasak, namun apabila dipakai untuk menodong, maka pisau tersebut akan melukai dan mengancam orang lain.
Internet dan media sosial menciptakan ruang berekspresi. Saya banyak menuliskan cerita dan pengalaman keluarga, sekolah maupun kehidupan sehari-hari di blog. Selain itu, melalui Kompasiana, saya juga membagikan cerita-cerita yang saya alami dengan maksud agar cerita dan kisah tersebut bisa bermanfaat untuk pembaca. Peran Kompasiana sebagai sebuah situs jurnalisme warga juga sangat strategis. Melalui berbagai genre tulisan yang disajikan, menjadikan Kompasiana sebagai salah satu media jurnalisme warga untuk menampung ide, gagasan, tulisan dan diskusi. Di Facebook, saya banyak menemukan teman-teman lama hingga dapat bersilaturahmi dan bernostalgia dengan mereka. Jadi, walaupun saat ini saya berada di Belanda, namun saya tetap bisa berkomunikasi dengan mereka dan berbagi kisah mereka yang saya tulis di Facebook, Twitter, blog atau Kompasiana.
Namun perlu diingat bahwa kehidupan dunia nyata dan dunia maya haruslah seimbang. Jangan sampai aktivitas di dunia maya mengganggu sosialisasi dan relasi manusia dengan manusia. Kehadiran sosial media yang bisa diakses dengan mudah di handphone seringkali membuat orang lupa akan aktivitas sosial kemasyarakatan. Mereka diasyikkan dengan beragam kegiatan di dunia maya. Dengan kata lain, aktivitas di dunia maya dan dunia nyata perlu keseimbangan. Maka itu banyak komunitas online yang melakukan kopdar (kopi darat) dengan maksud agar jalinan silaturahmi di dunia maya dapat berlanjut dan lebih erat dengan acara kopdar itu.
Walaupun tidak terlihat, namun dunia di Internet dan media sosial harus tetap memegang kaidah dan norma-norma yang ada di masyarakat, baik berupa nilai kesopanan, kesusilaan, norma agama dan norma hukum. Masing-masing pengguna Internet perlu menyadari bahwa meskipun bebas berekspreasi, tetapi kaidah dan norma tetap harus dipegang. Selain itu, pengguna media sosial juga perlu didorong untuk terus berbagi informasi, kisah dan pengalaman sehingga dapat menginspirasi pembaca. Sebagaimana harapan Walikota Solo, melalui Internet dan media sosial, para pengguna media sosial bisa terus menulis konten-konten yang positif seperti tempat wisata, kuliner, seni dan budaya supaya dapat dikenal di segenap penjuru dunia.
Oleh sebab itu, Internet dan media sosial bisa menjadi ajang promosi dan penghimpun informasi yang menimbulkan semangat dan energi yang positif untuk kemajuan pembangunan. Beberapa kali, #hastag terkait dengan Indonesia muncul di worldwide trending topic, misalnya ketika gelaran final sepakbola SEA Games beberapa waktu yang lalu. Inilah salah satu fenomena media sosial yang kini mendapat perhatian dari pemerintah dan masyarakat karena Internet dan media sosial menjadi sebuah media yang powerful untuk mengangkat nama Indonesia. Pada aras lokal, cara Walikota Solo dengan menggelar Solo Cyber Day berupaya untuk mengangkat konten-kontel lokal untuk memopulerkan Solo melalui dunia maya.
Manfaatkan Internet dan media sosial untuk kebaikan dan kemaslahatan umat manusia. Selamat menjadi cyber residents.









Keberhasilan Facebook telah ditandai dengan minat pengguna yang sangat besar di dunia. Jejaring sosial Facebook menjadi jaringan sosial favorit di seluruh dunia. Berbagai aplikasi yang dapat dikaitkan dalam account facebook menjadikan facebook dapat lebih mengembangkan sayapnya dengan cepat.
Pada umur 24 tahun dia sudah dapat membuat suatu terobosan besar dalam bidang matematika yang menjadi pintu menuju matematika moderen yaitu dengan menemukan Kalkulus Integral.
Produk produk konsumsi bukan produksi seperti toiletri telah banyak merambah jejaring sosial seperti Facebook.
Apalagi tingkat kekepoan kita itu sampai harus menyindir2 mantan kita di status jejaring sosial ataupun bbm dan sarana chat lainnya.