You are here: Home > Inspirasi > Refleksi 10 November: Semua Bisa Jadi Pahlawan

Refleksi 10 November: Semua Bisa Jadi Pahlawan

Memeringati Hari Pahlawan 10 November

Memeringati Hari Pahlawan 10 November; sumber gambar: http://farm3.static.flickr.com/2456/4090743647_521e468ba2_z.jpg

Bila 100 orang disurvei, mengadopsi kuis Famili 100, maka kira-kira apa yang akan menjadi top of mind masyarakat Indonesia jika ditanya tentang 10 November? Bisa dipastikan, banyak responden akan menjawab bahwa 10 November adalah peringatan Hari Pahlawan. Tanggal tersebut menjadi salah satu hari peringatan terpenting dalam sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada waktu itu, berpusat di Kota Surabaya, dengan semangat yang gigih Bung Tomo dan segenap pemimpin bangsa lainnya bersama seluruh rakyat Surabaya bersatu padu menghadapi tentara sekutu yang dibonceng tentara NICA. Pertempuran sengit dan heroik tersebut ditandai juga dengan salah satu peristiwa bersejarah penyobekan warna biru pada bendera Belanda di Hotel Yamato, sebagai bentuk rasa nasionalisme bahwa Merah Putih harus dikibarkan.

Dengan peristiwa tersebut, setiap tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan dengan membawa pesan bahwa semangat para pahlawan yang gigih memerangi penjajah harus dijadikan teladan oleh para generasi penerus bangsa dalam mengisi pembangunan. Lantas, pelajaran apa yang bisa diambil dari peristiwa 10 November? Salah satu pelajaran yang bisa diambil adalah bahwa semangat gigih bertempur melawan setiap hal yang merongrong dan mengancam stabilitas nasional bangsa harus merasuki pada segenap elemen bangsa. Sebagai pemimpin, Bung Tomo saat itu menggelorakan semangat berjuang sampai titik darah penghabisan. Maka dari itu, dalam konteks kekinian, semangat untuk membangun bangsa harus dikobarkan.

Tentara sekutu dan NICA sudah terusir dari bumi Indonesia, lalu, apa yang harus diperangi? Pertempuran bukan lagi dengan senjata melawan tentara sekutu dan tentara NICA, tetapi ada banyak hal yang harus dilawan demi kesejahteraan segenap masyarakat Indonesia. Jika korupsi adalah sesuatu hal yang merusak, maka korupsi harus bersama-sama diperangi. Penegakan hukum harus adil. Kasus pemberian uang suap pada peradilan di Indonesia harus diberantas demi tegaknya hukum di Indonesia. Jika korupsi tidak diberantas, maka penyakit tersebut akan menggerogoti Bangsa Indonesia hingga akhirnya bisa menyebabkan bangsa ini dihancurkan oleh ulah para koruptor.

Hal lain yang harus diperangi adalah kemiskinan. Berapa banyak jumlah orang yang masih hidup di bawah garis kemiskinan, sementara jajaran pulau-pulau yang membentang memiliki kekayaan alam yang melimpah? Cita-cita para pendiri bangsa ini adalah mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Tetapi, jika melihat kenyataan saat ini, ungkapan yang mungkin bisa menggambarkan keadaan itu adalah jauh panggang dari api. Cita-cita tersebut masih jauh dari yang diharapkan. Oleh sebab itu, terkait dengan borok korupsi, seyogyanya segenap elemen bangsa bersama-sama bangkit untuk melawan korupsi dan mewujudkan masyarakat Indonesia yang makmur. Sebagaimana Bung Tomo yang mengobarkan semangat juang, peran pemimpin bangsa juga memegang peran penting dalam mewujdukan masyarakat yang adil dan makmur.

Selanjutnya, terkait dengan masalah pemerataan pendidikan untuk anak bangsa. Salah satu indikator penting dalam masyarakat yang makmur adalah terselenggaranya pendidikan bagi putra-putri bangsa. Namun, jika melihat fakta di lapangan, masih banyak anak yang putus sekolah, padahal tidap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran dan negara menjamin serta menyelenggarakan pendidikan bagi warga negaranya. Undang-Undang Dasar juga mengamanatkan 20% dari anggaran negara dialokasikan untuk pendidikan. Namun, dari jumlah tersebut, mengapa masih saja pendidikan di Indonesia memprihatikan? Mungkinkah uang tersebut tidak pada sasaran dan menguap karena korupsi? Jika demikian, sangat tepat jika korupsi harus diperangi.

Berkaitan dengan pendidikan, maka tingkat kesehatan masyarakat juga perlu mendapatkan perhatian. Jaminan kesehatan bagi masyarakat perlu dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Untuk dapat berperan dalam pembangunan, masyarakat harus sehat. Maka dari itu, salah satu pekerjaan rumah yang perlu dirampungkan adalah memeratakan layanan kesehatan di seluruh wilayah tanah air tanpa terkecuali hingga menyentuh pelosok-pelosok.

Tidak kalah penting, bangsa Indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang dipercaya. Sosok pemimpin yang ngayomi dan melaksanakan amanat rakyat. Bukan sosok pemimpin yang mendahulukan kepentingan pribadi dan golongan. Dengan dukungan semua elemen masyarakat Bangsa Indonesia, maka keadilan dan kesejahteraan bangsa akan tercapai. Oleh sebab itu, semua bisa turut serta dalam pembangunan bangsa. Semua bisa menjadi pahlawan bagi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia ketika bersama-sama memerangi korupsi, kemiskinan, persoalan pendidikan dan kesehatan masyarakat serta permasalahan-permasalahan lainnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Leave a Reply