Pelajaran Kantong Plastik Belanja di Belanda, Bayar Ya!
Karena tidak bawa atau tidak beli kantong plastik, gadis itu membawa roti yang dibelinya di Aldi Markt; foto dokumentasi pribadi
Hari Jumat kemarin, agenda saya adalah meminjam buku di perpustakaan yang akan dipakai untuk kuliah pada periode Ib. Meskipun perkuliahan baru akan dimulai pada tanggal 7 November mendatang, saya harus segera meminjam buku tersebut agar tidak dipinjam orang lain karena sistem yang dipakai siapa cepat dia dapat. Setelah mendapatkan buku yang saya cari, saya bermaksud segera balik ke housing. Di tengah perjalanan, saya melewati pusat perbelanjaan. Mulanya saya tidak memiliki rencana untuk belanja, namun karena teringat persediaan roti dan makanan yang menipis, saya menuju ke Aldi Markt.
Di depan Aldi Markt, saya melihat seorang cewek yang membawa roti di tangan kirinya sambil mengayuh sepeda. Dalam batin saya berucap “hati-hati ya Mbak. Makanya selalu bawa kantong plastik di tas dong!” sambil masuk ke Aldi dan mencari barang belanjaan yang saya butuhkan.
Mengapa saya berkata seperti itu? Karena jika berbelanja di toko-toko seperti Aldi, Lidl, C1000 dan Albert Heijn, pembeli harus membeli kantong plastik sebagai wadah barang-barangnya. Kantong plastik dengan ukuran dan kualitas tertentu dijual dengan harga 15 sen, 35 sen hingga 1 Euro. Oleh sebab itu, bila tidak ingin sering membeli kantong plastik, alternatif yang bisa dilakukan adalah membawa kantong plastik dari rumah atau membeli tas yang dipasang di sepeda.
Oleh sebab itu, selain peralatan sepeda, di tas saya juga selalu siap kantong plastik. Namun sial, ternyata hari Jumat itu saya tidak membawa kantong plastik sementara tas punggung saya sudah cukup penuh dengan buku. Mungkin saya kualat dengan orang yang membawa roti di tangannya tadi. Setelah membayar di kasir, saya mencoba memasukkan belanjaan ke dalam tas hingga penuh.
Kantong plasik dijual di LIDL; foto dokumentasi pribadi
Itulah gambaran aktivitas saya ketika berbelanja bahan-bahan makanan. Berbeda dengan toko di Indonesia yang menyediakan kantong plastik secara gratis, kantong plastik harus dibeli atau membawanya dari rumah. Toko yang saya sebutkan di atas tidak menyediakan kantong plastik gratis, namun ketika berbelanja Toko Oriental, pembeli bisa mendapatkan kantong plastik gratis. Jika tidak mau membeli atau tidak membawa kantong plastik, pembeli bisa meminta kardus tidak terpakai yang biasanya bisa dibawa secara cuma-cuma.
Tas sepeda; foto dokumentasi pribadi
Jika tidak mau membeli kantong plastik, tidak bawa dari rumah dan tidak mau memakai kardus, maka tas sepeda bisa dijadikan cara alternatif. Seperti pada gambar di atas, banyak orang di Belanda yang memasang tas di belakang sepedanya. Dengan tas itu, buku, mantel, payung, pompa dan barang belanjaan bisa ditaruh di sana.
Jika Anda ada di Belanda, pilih yang mana?
Groningen, 30 Oktober 2011
Selamat hari Minggu









Saya penggila sepeda, dan yag kepikiran sama saya justru sepertinya enak bener naik sepeda disana. Dan sepeda yang terparkir itu pun lucu banget modalnya. Terlihat menyenangkan
Terima kasih sudah berkomentar,
Bersepeda di Belanda sangat merdeka, ibarat anak ratu karena banyak fasilitas yang diberikan…sangat menyenangkan
mauuuuuu kuliah di belandaaaaaaaaaaaaa……….
Mari
Seandainya supermarket2, toko, dsb, di Indonesia bisa meniru yang begini, sampah plastik tentu dapat dikurangi ecara signifikan.