You are here: Home > Inspirasi, Nev(d)erland > Inilah Berbagai Cara Mahasiswa Menghilangkan Kepenatan Belajar

Inilah Berbagai Cara Mahasiswa Menghilangkan Kepenatan Belajar

Salah Satu Sudut di Noorderplantsoen, Groningen

Salah satu sudut di Noorderplantsoen, Groningen. Lokasi ini cocok untuk tempat menghirup udara segar. Letaknya di dekat Faculty of Behavioral and Social Sciences, Groningen University

Prolog

Suatu ketika di malam minggu

“Where are you going?” saya bertanya pada salah seorang teman yang tinggal di koridor housing VHL. Kami bertemu di depan toilet

“I am going to party in Grote Markt” jawab balik laki-laki itu.

“Party? Again? Yesterday, I met you and you said that you came to a party in city center” saya penasaran

Dengan santai dia bilang, “Yes, I went to a party yesterday. I have spent my time to study, now, I am going to enjoy my life. Wanna join?”

“No, thanks! I am going to study! jawab saya yang direspon dengan wajah yang heran

“Study? You have to go, friend! Throw your books and go to the party with me!” ajak laki-laki itu sambil mencoba menarik tangan saya sambil tertawa.

“No, thanks.  Enjoy you night friend!! saya membalasnya lalu masuk ke kamar

“Enjoy your books too!! Bye!!” jawabnya lalu pergi keluar dari koridor di lantai 5.

***

Sering saya bertemu dengan teman-teman satu koridor atau koridor lain yang pergi ke sebuah party. Tidak hanya di malam minggu saja, ketika hari-hari kuliah/kerja pun mereka seringkali menghadiri pesta atau pergi ke cafe di malam hari. Beberapa dari mereka yang saya tanya berkata bahwa pergi ke pesta dengan tujuan untuk melepaskan lelah setelah berkutat dengan kuliah, tugas dan buku. Kalau bagi saya, pergi ke party bukannya melepas lelah, tapi malahan menambah lelah.

Ketika beberapa hari pindah ke housing di Groningen, saya pernah sekali ikut gabung pada sebuah pesta. Saya ikut karena penasaran seperti apa rasanya kalau bergabung dalam sebuah party serta karena alasan masih belum terlalu disibukkan dengan kuliah. Mulanya asyik juga, tapi lama kelamaan saya malahan capek sendiri melihat orang-orang yang berjoged dengan diiringi musik yang jedug-jedug. Botol-botol bir pun diminum seperti layaknya air putih. Satu botol habis, dibuka botol berikutnya. Banyak dari mereka yang pulang hingga pagi hari. Karena itulah, bagi saya ikut pesta akan sangat menambah kelelahan.

Tujuan yang ingin dicapai sama, yaitu melepas kepenatan dan kelelahan belajar, cuma cara dan metodenya berbeda. Kalau mereka memiliki cara melepas lelah dengan pergi pesta atau ke kafe, saya juga memiliki beberapa cara yang saya lakukan untuk menghilangkan kepenatan. Saya mencoba mendesain dan membagi waktu sebaik-baiknya, kapan waktu untuk belajar, bermain, memasak atau jalan-jalan. Karena tugas utama di Belanda adalah belajar, saya harus menciptakan nuasana belajar yang betul-betul nyaman.

Kunci: Variasi Aktivitas

Beberapa hari ini cuaca sangatlah bersahabat. Seperti hari Jumat ini. Tidak ada mendung, angin tidak bertiup kencang dan matahari bersinar dengan terik hingga 23 derajat Celcius. Saya sudah membayangkan orang-orang di Groningen akan keluar dan nongkrong di beberapa lokasi yang biasa digunakan untuk berjemur. Beragam aktivitas mereka lakukan; mulai dari bercengkarama, makan bersama atau belajar di taman. Kamis malam, saya sudah merencanakan untuk melakukan beberapa aktivitas di beberapa tempat sebagai variasai belajar agar tidak capek. Pagi hari saya akan belajar di kamar housing, di siang hari saya akan ke perpustakaan fakultas sekalian memfotokopi beberapa bab buku, dan setelah itu akan nongkrong di Noorderplantsoen, sebuah kawasan hijau di Groningen.

Setiap orang memiliki gaya dan metode belajar, termasuk bagaimana mengatur waktu belajar. Dari pengalaman saya, mencoba variasi tempat belajar adalah cara yang tepat agar tidak jenuh dan ada perubahan suasana belajar. Jikalah seharian penuh belajar di tempat yang sama, bisa dipastikan akan cepat bosan dan lelah. Tapi akan berbeda jika melakukan perubahan tempat belajar. Mungkin 2 jam belajar di kamar, kemudian pergi ke tempat lain, perpustakaan atau taman misalnya, untuk mencari udara dan suasana yang segar.

Saya juga termasuk orang yang bertipe suka multitasking, artinya sambil baca buku juga melakukan aktivitas lain. Misalnya, mendengarkan musik atau melihat TV. Di Groningen, saya biasa membuka MIVO di komputer untuk melihat siaran televisi Indonesia. Tidak jarang pula saya membuka siaran-siaran streaming TV luar negeri, termasuk siaran langsung sepakbola yang hampir tiap hari ada siaran langsung di FirstRow Live Football Stream. Dengan cara seperti itu, saya tidak merasa jenuh.

Salah seorang teman dari Spanyol mengatakan bahwa dia memiliki kebiasaan memasak untuk menghilangkan stress. Setelah dipikir-pikir betul. Akhirnya, saya pun meniru kebiasaanya. Ketika kepala sudah penuh, saya memutuskan untuk pergi ke dapur. Ketika melihat bahan-bahan makanan, bumbu dan kompor, timbul keinginan untuk bereksperimen memasak. Dengan bantuan Google, saya sering mencari informasi resep-resep masakan yang bisa jadi panduan untuk memasak.

Bersepeda juga menjadi cara saya untuk melepaskan diri dari kejenuhan belajar. Apabila cuaca sangat mendukung, saya mencari rute bersepada dan kemudian pergi ketika sudah merasa lelah. Suatu kali, saya bertemu dengan seorang mahasiswa yang tengah menulis thesis. Dia berkata bahwa dia baru saja pulang dari bersepeda ke daerah Hoogezand yang berjarak kurang lebih 20 km dari Groningen. Karena menurut saya jarak itu terlalu jauh, saya penasaran dan bertanya apakah tidak lelah menempuh jarak sejauh itu. Ternyata dia naik kereta terlebih dahulu dan kemudian baru bersepeda berkeliling Hoogezand. Ide itu menarik juga. Suatu kali saya ingin mencobanya.

Tempat Belajar Favorit

Memiliki tempat belajar favorit juga penting. Dengan begitu, rasa nyaman dalam belajar akan tercipta. Kamar adalah tempat belajar favorit saya. Oleh sebab itu, saya menciptakan suasana yang mengasyikkan di kamar saya. Selain komputer, saya selalu menyiapkan makanan cemilan dan minuman untuk teman belajar. Kamar saya juga dekat dengan dapur, jadi jika sudah lelah, saya pergi ke dapur untuk memasak, mengikuti cara teman Spanyol tadi.

http://speedtest.net/result/1468859353.png

Tempat favorit lain adalah perpustakaan. Selain bertemu dengan banyak orang dari berbagai program, koleksi buku dan jurnal yang melimpah, keistimewaan belajar di perpustakaan adalah kecepatan internet yang super cepat. Ketika baru pertama kali mencoba berselancar di perpustakaan, saya langsung cek kecepatannya. Saya ingin membandingkan kecepatan internet di Groningen dengan kecepatan internet di Maastricht, tempat saya belajar selama 5 bulan sejak April-Agustus lalu.

Saya membuka SpeedTest dan mengukur kecepatan internet di Groningen University. Begitu selesai, saya lantas tercengang-cengang dan kaget. Bagaimana tidak kaget jika menemukan internet dengan kecepatan 122 Mbps? Dalam batin saya berkata bahwa perpustakaan inilah yang akan menjadi salah satu tempat favorit saya selama kuliah di Groningen.

Tentunya masih banyak aktivitas dan tempat yang bisa dijadikan lokasi belajar yang menyenangkan. Jalan-jalan berkeliling kota-kota di Belanda dan beberapa negara di Eropa adalah salah satu cara untuk liburan dan refreshing. Tunggu cerita jalan-jalan dan tips-tips menarik selama kuliah di Belanda pada tulisan-tulisan berikutnya.

Groningen, 30 September 2011

Masih disibukkan dengan summary. Tapi untuk menghilangkan kejenuhan diselingi dulu dengan menulis dan berbagi cerita.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

3 Responses to “Inilah Berbagai Cara Mahasiswa Menghilangkan Kepenatan Belajar”

  1. faiza says:

    nice post….

    visit me yap…
    my blog

  2. Mivo tv says:

    Inilah Berbagai Cara Mahasiswa Menghilangkan Kepenatan Belajar | Winarto’s Hermitage Abode is a sensible subject, trate with more attention.

  3. Trimks atas artikelnya sangat menarik skl…mudah2an lebih menarik lagi

Leave a Reply