Cinta Bahasa Indonesia, Bersahabatkah Anda Dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia?

Kamus Besar Bahasa Indonesia; sumber http://farm4.static.flickr.com/3565/5785612048_91148bfdbe.jpg

Di hari peringatan Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober yang lalu, Kompasianer Eddy Roesdiono mengangkat sebuah tulisan yang berjudul Bahasa Indonesia Kurang Dimuliakan di Negeri Sendiri. Berbagai fakta empiris dan catatan kritis disajikan untuk menjabarkan bagaimana Bahasa Indonesia salah digunakan dalam pemakaiannya. Beberapa solusi juga diusulkan agar Bahasa Indonesia dimuliakan di negeri Indonesia, khususnya melalui jalur edukasi.

Beragam kesalahan penggunaan bahasa bisa dikarenakan oleh beberapa penyebab. Penyumbang kesalahan berbahasa, sebagaimana diungkapkan oleh Eddy Roesdiono, bisa melalui media massa atau institusi pemerintah yang sembrono dalam menggunakan bahasa. Akibatnya, kesalahan tersebut menyebar ke masyarakat dan dipelihara terus-menerus. Selain itu, perkembangan bahasa yang sangat dinamis menimbulkan percampuran bahasa; bahasa daerah, bahasa Indonesia dan bahasa asing; hingga menyebabkan timbulnya yang saya sebut dengan “bahasa campuran” dan sering dipakai dalam percakapan sehari-hari. Sebagai contoh, sering orang keliru ketika hendak bertanya dengan kata “bagaimana” namun kemudian hanya disingkat “gimana”. Kesalahan kecil yang sering ditemui bukan?

Untuk memuliakan Bahasa Indonesia di tanah sendiri, seperti tulisan Eddy Roesdiono, salah satu cara praktis yang bisa dilakukan adalah dengan cara bersahabat dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Walaupun setiap hari bercakap-cakap dengan Bahasa Indonesia, keberadaan Kamus Besar Bahasa Indonesia masih sangat penting. Pemikiran ini saya peroleh saat melihat beberapa teman yang sejak kecil berbahasa Inggris atau Belanda, namun di rumahnya mereka memiliki kamus bahasa tersebut. Pemikiran sederhananya adalah meskipun mereka sudah jago dalam bahasa itu dan menggunakannya dalam percakapan sehari-hari, namun tidak jarang mereka menemukan kata yang tidak dimengerti artinyanya. Pada situasi itulah, kamus menjadi buku yang sangat penting.

Sesuatu yang boleh jadi lucu adalah banyak orang Indonesia yang memiliki kamus bahasa asing, namun tidak memiliki kamus bahasa sendiri, Bahasa Indonesia. Ketika diperhadapkan pada pelajarana bahasa Inggris atau bahasa asing lain, ramai-ramai toko buku diserbu dan mencari kamus bahasa asing tersebut. Sebaliknya, ketika pelajaran Bahasa Indonesia, Kamus Besar Bahasa Indonesia sama sekali dilupakan. Apakah penyebabnya? Bisa jadi karena sudah merasa menguasai Bahasa Indonesia sehingga tidak perlu bawa kamus lagi.

Saya teringat ketika dulu membawa Kamus Besar Bahasa Indonesia ke sebuah rapat organisasi mahasiswa. Banyak orang yang bertanya untuk apa bawa buku tebal itu. Karena saya memandang sangat perlu membawa kamus dalam merumuskan program kerja organisasi, saya memutuskan untuk membawa buku berat itu ke kampus. Ketika ada orang yang bertanya, saya hanya jawab untuk belajar Bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Tetapi, masih banyak orang yang jarang memanfaatkan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Beralasan karena buku tersebut terlalu tebal dan berat sudah lagi tidak tepat karena sekarang sudah ada versi KBBI online dan offline. Ketika hendak mencari arti kata, cukup mengetikkan kata yang dicari dan beberapa saat kemudian sudah muncul arti kata tersebut.

http://ebsoft.web.id/wp-content/uploads/2010/09/KBBI-offline.png

KBBI offline. Sumber gambar http://ebsoft.web.id/wp-content/uploads/2010/09/KBBI-offline.png

Ketika berangkat ke Belanda, saya memutuskan untuk memasang KBBI versi offline di laptop dan mobile phone. Dalam kasus ini, saya memutuskan tidak membawa buku yang tebal tersebut karena memakan tempat dan berat di bagasi. Dengan versi offline tersebut, saya jadi lebih mudah untuk mencari arti sebuah kata.

http://free-mobile-messenger.com/wp-content/uploads/2010/03/kbbi.jpg

KBBI Mobile. Sumber gambar http://free-mobile-messenger.com/wp-content/uploads/2010/03/kbbi.jpg

Di telepon genggam “mirip Blackberry” yang saya miliki, saya memasang KBBI offine. Jadi ketika saya penasaran dengan makna sebuah kata, saya tinggal mengetikkan kata tersebut hingga muncul artinya. Selain itu, KBBI online juga dapat dipakai untuk mencari makna suatu kata. Saya juga sering membuka http://kamusbahasaindonesia.org/ ketika ingin tahu arti kata yang masih asing atau bahkan kata yang sudah sering saya dengar.

Apapun cara yang ditempuh; melalui KBBI buku, versi online atau offline; saya hanya ingin menekankan bahwa bersahabat dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia sangat penting sebagai sebuah langkah untuk memuliakan Bahasa Indonesia di negeri sendiri. Jangan sampai seperti teman saya yang baru pertama kali mendengar kata “pagina” lantas langsung memahaminya dengan alat kelamin perempuan.

Groningen, 29 Oktober 2011

Catatan: Saya bukan ahli bahasa. Saya hanya sedang belajar. Kesalahan adalah sesuatu hal yang wajar.

One thought on “Cinta Bahasa Indonesia, Bersahabatkah Anda Dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>