20 September 2010

Tanggal 10 Juli 2011 yang lalu, iseng-iseng saya membuka foto-foto di Facebook dan di folder laptop. Dari sekian banyak foto yang muncul, saya menghabiskan banyak waktu untuk melihat foto-foto selama Pre Academic Training (PAT) di Jakarta. Foto-foto yang dikumpulkan dari berbagai macam jenis kamera; ponsel, pocket atau kamera SLR; mengantarkan saya menjelajahi kejadian-kejadian beberapa bulan yang lalu. Saya memutuskan untuk memilih beberapa foto dan kemudian membuatnya menjadi sebuah video supaya salah satu peristiwa bersejarah dalam hidup ini akan terus dikenang.

Di video tersebut, saya menuliskan keterangan

20 September 2010,
Berlokasi di Hotel Sri Varita, Jakarta Pusat, keluarga besar IFP Cohort IX dari segenap penjuru Indonesia bertemu dan berkumpul. Selama beberapa bulan mengukir banyak cerita di kota yang menjadi ibukota Republik Indonesia.
Terus berkarya!!!
Semoga apa yang kita cita-citakan dapat terwujud dan bermanfaat untuk kehidupan umat manusia

Bagi saya pribadi, tanggal 20 September 2010 adalah sebuah hari bersejarah. Saya tidak mungkin melupakan hari itu. Saya tiba di Jakarta pada tanggal 18 September 2010 bersama seorang teman, Agung, dari Denpasar. Bersama Agung, saya berputar berkeliling seputaran Jakarta untuk mencari tahu lokasi Hotel Sri Varita dan LBI UI Salemba. Agung sangat familiar dengan Jakarta sebab lahir hingga bersekolah di Jakarta sebelum akhirnya kuliah di Salatiga dan tinggal di Denpasar. Minggu siang tanggal 19 September 2010, saya diantar Agung ke Hotel Sri Varita yang berada di daerah Pal Putih, Jakarta Pusat. Setelah mendaftar di resepsionis, saya menuju ke kamar yang sudah disediakan.

Dari email pembagian kamar yang dikirim Mbak Nune, saya akan satu kamar dengan Yusran Darmawan dan Emilius Sudirjo. Satu kamar untuk tiga orang, dengan kamar yang menurut saya mewah karena dilengkapi fasilitas seperti TV, kamar mandi dalam, kasur yang empuk dan AC. Intinya, jauh lebih bagus dari kamar kost dan kamar di rumah saya. Saya sangat bersyukur bisa menikmati berkat ini.

Pada hari Minggu itu, saya bertemu dan berkenalan dengan beberapa teman yang selama ini hanya berkontak via email. Ada juga yang telah saling “add friend” di Facebook. Saya bertemu Emil yang datang kira-kira 2 jam setelah saya berada di dalam kamar. Ketika saya berkirim SMS ke Yusran, dia mengatakan bahwa masih berada di Makasar dan akan sampai di Jakarta pada malam hari.

Saat duduk di kamar, saya mendengar orang yang mengetuk pintu kamar. Saat saya membuka pintu, ternyata pintu kamar seberang yang diketuk oleh seorang wanita berkacamata dengan membawa tas. Setahu saya, kamar hotel di lantai yang sedang saya pijak saat itu sudah dipesan oleh IIEF untuk kegiatan Pre Academic Training, jadi saya menyimpulkan bahwa wanita berkacamata itu salah satu orang dari 50 orang fellow elect. Saya berbicara sebentar dengan wanita berkacamata itu. Karena pintu tidak dibuka oleh teman kamarnya, saya mengajaknya untuk masuk ke kamar untuk meletakkan barang-barang bawaannya. Tapi mungkin baru saja bertemu dan barangkali takut, dia menolaknya.

Minggu malam, saya turun ke lobby hotel. Di sana bertemu muka-muka baru yang saya duga juga mengikuti Pre Academic Training. Cukup ramai lobby hotel saat itu sehingga ketika berkenalan dan berjabat tangan, hanya beberapa nama saja yang saya ingat. Tapi itu semua butuh proses. Lama-kelamaan pasti akan ingat satu per satu, bahkan hingga nama lengkap dan tetek bengek-nya. Kalau tidak salah ingat, pada malam itu ada beberapa teman yang bernyanyi dengan diiringi keyboard di cafe hotel. Suara-suara mereka sangat bagus. Tidak kalah dengan penyanyi papan atas Indonesia.

Saya dan teman-teman diberikan satu paket yang berisi jadwal, panduan dan dokumen untuk keperluan PAT. Menurut jadwal, hari Senin akan diadakan pembukaan PAT. Di jadwal itu juga berisi berbagai sesi yang harus diikuti, termasuk sesi dari perwakilan pendidikan Australia, UK, Belanda dan Amerika. Saat sesi pembukaan tiba, akhirnya saya bertemu muka dengan Mbak Nune. Saya juga bertemu kembali dengan Ibu Mira dan Mbak Marni setelah sebelumnya bertemu saat wawancara di Kupang. Tentunya, banyak teman baru lain yang saya temui pada Senin pagi itu. Sekali lagi, hanya beberapa nama orang saja yang kecantol dan teringat.

Tanggal 20 September 2010 menjadi awal pertemuan Fellow Elect IFP Cohort IX. Saat mendengar cerita cohort-cohort sebelumnya beserta dengan foto yang ditampilkan, saya menyakini akan ada banyak cerita yang lahir dari pertemuan di Jakarta ini. Foto-foto dokumentasi yang terunggah dan yang tidak terunggah di internet mampu menceritakan semua hal yang pernah saya dan teman-teman alami selama di Jakarta, mulai dari kegiatan di Sri Varita, jalan-jalan ke Museum Fatahillah dan Museum Mandiri, berbagai pose ketika menunggu di halte dan berada di busway, datang ke acara Kick Andy dan Mario “Super” Teguh di Metro TV, futsal, makan daging se’i di kost Kadek, makan makanan kiriman orang tua Tasya di kost Tasya dan Vita, makan pecel di taman Suropati, makan klapertart di Monas, minum teh dan kopi saat sore-sore hari di kost Wardah, nongkrong di 7 ELeven, aktivitas kelas di LBI UI Salemba dan masih banyak lagi kalau mau disebutkan. Saya pribadi akan selalu mengingat tanggal 20 September sebagai salah satu hari bersejarah dalam catatan hidup saya.

Pada tanggal 20 September 2010 itu pula saya dan teman-teman menerima living allowance yang pertama untuk biaya hidup selama di Jakarta. Jadi, selama di PAT di Jakarta, tanggal 20 tiap bulan adalah hari yang dinanti sebab akan ada kiriman living allowance. Jika pada tanggal tersebut belum datang, otomatis, Mbak Nune akan menerima banyak pertanyaan mengapa belum ada kiriman living allowance dan Mbak Nune dengan sabar menjawab dan mengurusnya. Kami sangat beruntung memiliki Mbak Nune. Terima kasih Mbak Nune. Rasa terima kasih juga saya layangkan untuk Ibu Mira, Mbak Marni dan rekan-rekan di IIEF yang telah sangat membantu saya dan teman-teman IFP Cohort IX. Sukses untuk kita semua. Amin