You are here: Home > Opinion > Penting Belajar Intercultural Communication Skills

Penting Belajar Intercultural Communication Skills

http://www.ass-interculture.org/weltkarte.jpg

Gambar ilustrasi dari Google

Perbedaan budaya, nilai, kepercayaan, norma dan kebiasaan menjadi latar belakang mengapa mempelajari intercultural communication skills sangatlah penting. Ketika seseorang bertemu dan masuk pada interaksi dengan orang-orang yang memiliki perbedaan pada beberapa elemen di atas, maka untuk menghindari benturan dan perselisihan budaya, intercultural communication skills bisa memperkecil kemungkinan terjadinya perselisihan.

Tiap-tiap orang memiliki persepsi atas sesuatu hal. Sebagai contoh, seseorang barangkali berpandangan bahwa orang Eropa akan lebih individualis, teratur dan workaholic. Namun, persepsi itu barangkali bisa runtuh atau mungkin semakin kuat ketika tiba di Eropa sebab seseorang akan menjumpai pengalaman nyata bergaul dengan masyarakat Eropa. Lebih lanjut, persepsi individual yang dibawa oleh seseorang sangat besar kemungkinan sama atau bertolak belakang dengan budaya lain.

Persepsi-persepsi individual itulah oleh Verluyten disebut dengan the Self Reference Criterion (SRC). Misalnya, seseorang yang berasal dari Amerika Serikat berekspektasi agar dilayani dengan cepat ketika memesan makanan dan diminuman di sebuah restoran di Belanda, termasuk ketika hendak membayar tagihan. Namun kenyataannya berkebalikan. Segala sesuatu bukannya cepat, malahan lambat. Hal kecil tersebut bisa menimbulkan apa yang disebut dengan culture clash.

Oleh karena itu, intercultural communication skills menjadi sebuah materi yang perlu dipelajari dalam interaksi lintas budaya. Ketika berbicara dalam konteks Indonesia saja, dimana terdiri dari beragam suku dan budaya, intercultural communication skills perlu dipelajari mengingat perbedaan tersebut bisa menjadi sumber konflik dan perselisihan apabila tidak ada pengetahuan lintas budaya. Dengan mempelajari intercultural communication skills,  maka seseorang akan respek satu dengan yang lain dan meminimalkan culture clash.

Intercultural communication skills juga bermanfaat ketika seseorang memasuki sebuah lingkungan yang baru. Semisal seseorang hendak menempuh studi di negara yang belum pernah dikunjungi sebelumnya, maka sangat penting untuk mengetahui budaya masyarakat di host country. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengurangi efek culture shock yang bisa menyebabkan seseorang merasa kaget dan terkejut ketika masuk ke lingkungan yang asing.

Dengan demikian, intercultural communication skills akan meningkatkan rasa toleransi dan kesadaran bahwa setiap perbedaan budaya perlu disikapi dengan hati-hati agar tidak terjadi benturan budaya sehingga proses adaptasi dengan lingkungan yang baru berjalan dengan baik.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Leave a Reply