Nasionalisme Kain Seprai Merah Putih

Lomba Sepeda Siput

Lomba Sepeda Siput; Sumber: Facebook

Gunting Kain Seprai Merah Putih

Siapa bilang pada saat berada di luar negeri, rasa cinta terhadap Tanah Air bakalan meluntur? Justru pada saat tidak berada di tanah kelahiran, rasa kecintaan pada bangsa Indonesia akan semakin kuat. Ketika di Indonesia disibukkan dengan perayaan menyambut peringatan hari kemerdekaan, di bagian utara Negeri Belanda, masyarakat Indonesia yang berada di Groningen tidak mau ketinggalan merayakan hari berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Semangat perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Groningen diperingati dengan beragam acara yang dimotori oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Groningen. Karena baru datang di Kota Groningen pada hari Kamis setelah 4 bulan di Kota Maastricht, saya baru mengetahui kalau PPI Groningen akan mengadakan rangkaian kegiatan perayaan hari kemerdekaan tersebut. Dengan semangat sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia, kegiatan peringatan tujuh belas Agustus dirayakan pada hari Sabtu, 20 Agustus 2011 berupa upacara bendera, perlombaan dan dilanjutkan dengan acara buka bersama.

Ada cerita menarik di balik persiapan perayaan tujuhbelasan di Kota Groningen. Ketika itu hari Sabtu siang. Saya memiliki janji bertemu dengan Erna, mahasiswa master di Groningen Universiteit. Setelah mengirim pesan singkat, saya segera mengayuh sepeda dan bertemu dengan Erna di Centrum Groningen. Setelah bertemu, Erna bercerita bahwa Atik, salah seorang panitia perayaan tujuhbelasan, sedang kebingungan mencari bendera Merah Putih untuk upacara bendera. Toko-toko di Groningen sudah dimasuki untuk mencari kain merah dan putih untuk kemudian dijahit menjadi sebuah bendera. Namun, hasilnya nihil. Berada pada situasi seperti itu, Atik datang ke tempat Erna hingga akhirnya mengambil keputusan menggunting kain seprai yang untuk dijadikan bendera.

Mendengar cerita tersebut, saya langsung terkaget dan terharu. Demi menyukseskan peringatan hari kemerdekaan Indonesia yang akan dilakukan beberapa jam lagi, panitia tidak putus asa berusaha demi mendapatkan bendera merah putih hingga sampai menggunting kain seprai. Beruntung saya bawa bendera merah putih. Saya lantas menawarkan ke Erna untuk menggunakan bendera merah putih yang saya bawa. Erna lantas menghubungi Atik dan bertanya apakah sudah mendapatkan bendera merah putih untuk upacara bendera. Jikalau belum, maka bendera merah putih yang saya bawa bisa dipakai.

Karena belum mendapat bendera merah putih, saya lantas mengayuh sepeda dari Centrum ke daerah Ranonkelstraat yang berjarak sekitar 2,5 km. Atik akan mengambil bendera tersebut. Sesampai di rumah, saya segera mengambil bendera merah putih yang saya letakkan di tas. Sambil menunggu Atik, saya memasang lampu sepeda agar kalau malam tidak ditilang oleh polisi. Tiga puluh menit kemudian, Atik datang dan saya menyerahkan sebuah bendera merah putih.

Upacara, Lomba dan Buka

De Rank Groningen, 20 Agustus 2011. Pada mulanya, saya membayangkan upacara bendera seperti yang sering dilakukan di Tanah Air. Namun, ketika melihat latihan para petugas, ada sedikit perbedaan yang terlihat, yaitu pada saat penghormatan bendera. Jika biasanya bendera dinaikkan ke sebuah tiang, kali ini bendera merah putih diikat pada sebuah tongkat dan dibawa oleh seorang petugas. Ketika masuk pada bagian penghormatan kepada bendera Merah Putih, semua peserta upacara menghormat bendera dengan diiringi oleh lagu kebangsaan, Indonesia Raya.

Setelah latihan, para peserta upacara yang sebagian besar berpakain batik memasuki sebuah ruangan yang telah dipersiapkan oleh panitia. Jalannya upacara dipimpin oleh seorang pemimpin upacara, sedangkan atase pendidikan KBRI Den Haag, Ramon Mohandas berlaku sebagai pembina upacara. Sekitar 70 orang menjadi peserta upacara, termasuk beberapa anak-anak kecil yang digendong oleh orang tua mereka.

Jalannya upacara berlangsung dengan khidmat mulai dari awal, pertengahan hingga penutupan. Acara disusun sebagaimana tata urutuan upacara bendera yang sering dilakukan di sekolah-sekolah atau perkantoran seperti penghormatan bendera merah putih, pembacaan Pancasila, UUD 1945, proklamasi dan amanat dari pembina upacara. Dalam amanat yang dibacakan oleh Pembina Upacara, menuturkan sejarah Indonesia dalam upaya mencapai kemerdekaan hingga peran-peran penting Indonesia di kancah nasional, regional hingga internasional.

Upacara bendera dilakukan selama kurang lebih 45 menit. Ketika peserta upacara dibubarkan, panitia memberikan pengumuman bahwa akan dilanjutkan dengan perlombaan. Ada empat perlombaan yang akan dimainkan yaitu balap karung, himpit balon, bakiak dan sepeda siput. Perlombaan tersebut diikuti oleh kelompok anak-anak hingga dewasa. Ketika ada yang bertanding, di pinggir lapangan terdengar teriakan para suporter yang memberi semangat. Semua bergembira. Tidak ketinggalan, atase pendidikan KBRI Belanda pun mengikuti perlombaan balap karung dan menjadi pemenang.

Balap Karung IKEA
Balap Karung IKEA

Perlombaan balap karung terbilang cukup unik. Karena di Belanda sulit menemukan karung goni, maka dipakailah karung biru IKEA. Perlombaan balap karung ini dimainkan secara berpasangan. Salah satu kaki peserta harus dimasukkan ke dalam karung kemudian bersama-sama berlari sampai garis finish. Perlombaan berlangsung sangat ramai. Sesekali ada yang terjatuh dan kemudian diiringi dengan tawa dari peserta dan penonton.

Sebagaimana perlombaan balap karung; lomba bakiak, himpit balon dan sepeda siput pun tidak kalah seru. Ajang seru-seruan tersebut sangat dinikmati oleh peserta dan penonton. Meskipun berada di tanah Belanda, suasana tujuhbelasan sangat terasa sore itu. Akhirnya, beberapa menit menjelang berbuka puasa sekitar jam 21.00, perlombaan selesai. Semua yang berada di lapangan masuk kembali ke ruangan untuk persiapan buka bersama. Terpal biru digelar untuk tempat duduk. Sembari menunggu waktu berbuka, panitia membagikan bungkusan hadiah untuk para pemenang lomba.

Saat berbuka puasa tiba, dilakukan pemotongan tumpeng oleh atas pendidikan KBRI Belanda, Ramon Mohandas. Pemotongan tumpeng tersebut sebagai simbol ucapan syukur atas peringatan hari kemerdekaan RI sekaligus sebagai pertanda berbuka bersama dimulai. Kegiatan berbuka bersama tersebut dilanjutkan dengan acara ramah-tamah dan sholat bersama. Sangat indah rasa kebersamaan masyarakat Indonesia di Kota Groningen.

Refleksi Merdeka

Acara hari raya kemerdekaan menjadi agenda tahunan yang pantas dirayakan oleh masyarakat. Hari tersebut menjadi awal tonggak berdiri dan lahirnya sebuah negara yang berdaulat dan merdeka. Tidak terkecuali masyarakat Indonesia. Persiapan menyambut puncak peringatan hari kemerdekaan yang jatuh pada tanggal 17 Agustus telah dilakukan jauh-jauh hari oleh masyarakat Indonesia. Beragam acara dipersiapkan termasuk mengalokasikan sejumlah uang dan pendanaan untuk kesuksesan acara. Lelah badan dan pikiran juga pasti terasa, sebagaimana dialami oleh Atik ketika mencari bendera merah putih hingga harus menggunting kain seprai.

Tetapi, apakah itu esensi sebuah (perayaan) kemerdekaan? Masyarakat boleh senang, masyarakat boleh bergembira merayakan kemerdekaan negara Indonesia setelah sekian ratus tahun di bawah belenggu bangsa asing. Namun, dalam suasana perayaan kemerdekaan itu, seyogyanya masyarakat Indonesia berintrospeksi diri bahwa proklamasi kemerdekaan yang dilakukan oleh Soekarno-Hatta pada 66 tahun yang lalu tersebut hanyalah sebuah gerbang masuk menuju tatanan kehidupan masyarakat. Jalan untuk mengisi kemerdekaan masih teramat panjang untuk terus dilalui.

Di tengah berbagai permasalahan yang mendera republik saat ini, perjalanan mengisi kemerdekaan harus terus dilanjutkan mengingat pendiri bangsa ini telah menaburkan benih kemerdekaan yang perlu dirawat dan dipelihara oleh generasi penerus bangsa. Sebagaimana perlombaan bakiak, proses mencapai garis finish dan menjadi pemenang membutuhkan usaha, strategi dan kerjasama; oleh sebab itu, bangsa Indonesia harus bersatu padu untuk melanjutkan langkah pembangunan mengisi kemerdekaan.

Terakhir, bangsa Indonesia saat ini membutuhkan semangat seperti yang dimiliki oleh para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga untuk memasuki gerbang kemerdekaan. Kini semangat berkorban demi tanah air masih harus terus dikobarkan untuk membakar jiwa penerus bangsa dalam proses membangun tanah air.

Maju terus bangsa Indonesia!! Indonesia jaya!!