Patut Dicontoh Pendidikan Dini Pemadaman Kebakaran

Seorang anak kecil memeragakan tengah memadamkan api dengan pakaian pemadam kebakaran
Sabtu siang, saya bersama teman-teman berkeliling Kota Aachen. Sesampai di kota tersebut, setelah menempuh perjalanan satu jam dari Maastricht, saya langsung disuguhi pemandangan yang membuat saya cukup terkejut. Banyak mobil dan petugas pemadam kebakaran. Saya kira terjadi kebakaran. Ternyata tidak. Untunglah. Petugas dan mobil pemadam kebakaran tersebut sengaja “dipamerkan” ke masyarakat.
Sejenak saya memperhatikan aktivitas apa saja yang dilakukan. Ada fashion show yang diperagakan oleh anak-anak kecil. Mereka memeragakan berbagai aktivitas penyelamatan ketika terjadi kebakaran oleh petugas. Riuh tepuk tangan menyambut ketika satu per satu peragaan ditampilkan.
Beranjak dari fashion show, saya kembali menyaksikan aktivitas yang mungkin cukup langka di Indonesia. Seorang petugas pemadam kebakaran mendampingi dan memberi petunjuk bagaimana cara memadamkan api melalui sebuah simulasi kepada anak-anak kecil. Satu per satu mereka bergiliran memegang semprotan air dengan bimbingan seorang petugas. Ketika berhasil memadamkan api, mereka bersorak.
Sebelum beranjak menuju beberapa tempat di Aachen, saya kembali melihat simulasi, namun kali ini dilakukan oleh orang dewasa. Dengan panduan seorang petugas pemadam kebakaran, seseorang mencoba memeragakan cara memadamkan api dengan sebuah tabung pemadam kebakaran. Setelah diberi petunjuk langkah-langkah yang harus dilakukan, orang tersebut beraksi.

Seseorang memeragakan cara memadamkan api dengan sebuah tabung pemadam
Pada mulanya ragu-ragu ketika mendekat di kobaran api. Namun akhirnya, dengan percaya diri orang tersebut menyemprotkan isi tabung pemadam kebakaran tersebut pada kobaran api yang sudah disiapkan sebelumnya. Dia berhasil memadamkan api itu dan tersenyum puas sambil bersalaman dengan seorang petugas pemadam kebakaran.
Menurut saya, aktivitas simulasi seperti ini seharusnya dilakukan di Indonesia. Dengan kegiatan seperti ini, masyarakat akan dibekali pengetahuan dan ketrampilan menggunnakan tabung pemadam kebakaran yang sering tersedia dan terlihat di beberapa lokasi, misalnya gedung-gedung perkantoran.
Saya tidak tahu persis apabila sampai terjadi kebakaran (tentu bukan sesuatu yang diinginkan), apakah setiap orang bisa menggunakan tabung pemadam kebakaran tersebut? Terus terang, saat menyaksikan peragaan di atas, saya baru menyadari bahwa saya belum pernah sekalipun belajar cara menggunakan tabung pemadam kebakaran. Membaca petunjuk yang tertulis sudah saya lakukan, namun praktek menggunakannya belum pernah saya lakukan. Ataukah saya yang terlalu katrok? Bagaimana dengan Anda?









Kalau di tempat kita kan, pasti tanya dulu, “dananya dari mana?” duh…, gitu deh.