You are here: Home > Opinion > Langkah-Langkah Praktis Menulis

Langkah-Langkah Praktis Menulis

Menulis adalah sebuah proses yang sangat mengasyikkan. Melalui menulis, seseorang akan mendapatkan banyak manfaat, seperti dapat dapat bertukar dan berbagi informasi dengan orang lain. Selain itu, lewat tulisan, kreativitas seseorang akan terus diasah karena senantiasa terus diajak untuk merenung dan berpikir kreatif kemudian menuangkannya dalam sebuah tulisan.. Melalui tulisan pula, seseorang dapat menunjukkan rasa simpati dan peduli atas kejadian-kejadian yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

Namun, untuk memulai langkah menyusun sebuah tulisan, banyak orang sering menjumpai banyak kendala-kendala, baik teknis maupun nonteknis. Akibatnya, sebelum menuliskan sebuah “kata pertama” dalam tulisan, seseorang sudah berhenti karena tidak tahu harus menulis apa. Padahal, jika direnungkan, ada banyak hal yang bisa ditulis dan kemudian dibagikan ke orang lain.

Bercermin pada persoalan yang dihadapi oleh banyak orang seperti yang dijelaskan di atas, maka artikel ini mencoba memberikan langkah-langkah praktis untuk menulis. Ada beberapa hal yang penting dilakukan ketika menulis, yaitu:

1. Catat inspirasi dan ide

Menulis adalah proses menyusun dan mengorganisasikan ide dan gagasan. Oleh sebab itu, mulailah dengan memberi perhatian pada apapun yang ditemui sehingga dapat menjadi bahan tulisan. Perhatikan setiap peristiwa yang terjadi karena dari sana akan muncul banyak ide tulisan. Banyak membaca buku/koran/majalah, melihat berita di TV atau menonton film bisa pula menjadi sumber inspirasi untuk menulis.

Karena ingatan manusia terbatas dan seringkali lupa, catatlah setiap inspirasi dan ide yang ditemui dari sumber-sumber informasi tersebut. Catatan itu sangat membantu ketika proses menulis berjalan sebab seringkali menulis terhenti karena mengingat-ingat sesuatu hal. Dengan bantuan catatan, hal tersebut bisa diminimalisir.

2. Susun materi dari topik yang hendak diangkat

Bagian inilah yang disebut dengan menyusun outline/kerangka tulisan yang berguna sebagai garis besar tulisan dan panduan untuk menulis. Dengan kerangka tulisan, seseorang harus membuat sistematika penulisan mulai dari awal tulisan, badan tulisan dan penutup berdasarkan ide dan gagasan.

Outline tulisan membantu penulis agar tulisannya terarah dan tidak tumpang tindih antar ide pokok tulisan. Evaluasi outline tersebut, apakah sudah sesuai dengan topik yang diangkat. Namun, pembuatan kerangka tulisan sangat optional sebab ada orang bisa menulis tanpa harus membuat outline. Namun untuk penulis pemula, sangat disarankan untuk membuat kerangka tulisan terlebih dahulu.

3. Mulai menulis

Untuk mencapai langkah ke-1000, harus dimulai dengan langkah pertama. Oleh sebab itu, berdasarkan kerangka yang sudah disusun, mulailah menulis. Kerangka tulisan akan membimbing penulis dan membantu menentukan alur tulisan. Tuliskan kata per kata hingga akhirnya menyusun sebuah kalimat yang terorganisir dalam sebuah rangkaian paragraf.

4. Cari sumber-sumber pendukung

Bila dalam menyusun tulisan membutuhkan sumber-sumber pendukung, segeralah mencari sumber yang menyediakan informasi tersebut. Saat ini internet sangat membantu menyediakan informasi yang dibutuhkan ketika sedang menulis. Pergi ke perpustakaan, membaca buku atau berdiskusi dengan seseorang juga dapat menjadi alternatif apabila membutuhkan sumber-sumber pendukung sehingga argumentasi tulisan menjadi kuat

5. Self dan peer review tulisan

Bila sudah selesai menulis, tinjau dan evaluasi kembali tulisan yang sudah dibuat. Review tulisan itu bisa dilakukan sendiri atau meminta bantuan orang lain untuk membaca. Komentar, saran dan kritik dari reviewer sangat berguna untuk perbaikan sebuah tulisan.

6. Publikasikan

Tulisan yang sudah diedit dan dievaluasi, sebaiknya dipublikasikan lewat blog pribadi, blog jurnalisme warga, catatan di Facebook atau melalui email secara personal. Hal ini dimaksudkan agar orang lain bisa membaca tulisan yang telah disusun oleh seorang penulis.

7. Perhatikan dan tanggapi komentar

Walaupun proses menulis sebuah tulisan sudah selesai dan telah dipublikasikan, seorang penulis tidak bisa berdiam begitu saja. Proses menulis adalah sesuatu yang dinamis. Berbagai komentar dan tanggapan akan datang menanggapi tulisan yang dipublikasikan. Oleh karena itu, seorang penulis harus memberi perhatian dan memberi tanggapan atas komentar yang masuk. Komentar tersebut sangat bermanfaat untuk perbaikan tulisan-tulisan berikutnya.

8. Terus menulis dan dokumentasikan tulisan

Sekali lagi menulis adalah proses yang dinamis. Ketika satu tulisan sudah diselesaikan, teruslah membaca dan mengamati lingkungan untuk mendapatkan ide dan inspirasi menulis. Jangan lupa untuk membuat catatan kecil atas ide-ide yang muncul. Tidak lupa, dokumentasikan tulisan-tulisan yang sudah dibuat supaya bisa mudah diakses dan dibaca. Blog adalah salah satu alat dokumentasi yang tepat dan siapa tahu, kumpulan tulisan-tulisan tersebut bisa dibukukan.

Sebagai penutup, beranilah memulai untuk menulis. Tidak perlu topik-topik yang berat, namun mulailah dari pengalaman pribadi dan peristiwa-peristiwa menarik yang ditemui. Pepatah Jawa mengatakan bahwa “witing tresna jalaran saka kulina” atau jika diterjemahkan bebas berarti bahwa seseorang akan jatuh cinta pada dunia tulis-menulis karena terbiasa dan terus-menerus menulis.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Leave a Reply