Tips Mengatasi Kendala Bahasa

Benda inilah yang dicari pemuda asal Prancis itu
Jumat sore, Djuhartono, seorang Kompasianer, menulis cerita lucu di Kompasiana yang berjudul “Humor : Mamat Bantuin Mertue Gali Sumur” yang bercerita tentang seorang mertua dan menantu yang mengalami miskomunikasi. Gara-garanya adalah kata “taraje” yang dalam Bahasa Sunda berarti “tangga”, sedangkan dalam Bahasa Betawi bisa diartikan sebagai “nanti saja”.
Kalau saja kejadian itu betul-betul terjadi, akibat dari Si Mamat yang tidak segera menurunkan taraje/tangga ke dalam sumur, Si Mertua yang tengah berada di dalam sumur lama-kelamaan bisa mati lemas. Untung cerita tersebut hanyalah humor.
Tetapi, persoalan miskomunikasi bisa terjadi dimana saja, tanpa mengenal batasan wilayah atau penguasaan bahasa. Dua individu/kelompok yang memiliki penguasaan bahasa yang sama pun, ambil contoh Bahasa Indonesia, bisa mengalami permasalahan komunikasi. Apalagi individu/kelompok yang yang memiliki bahasa berbeda. Potensi permasalahan komunikasi, bahkan konflik, bisa sangat mungkin terjadi.
Seperti yang saya dan teman-teman alami malam hari ini. Ada seorang pemuda dari Perancis yang datang ke kamar ketika kami sedang berkumpul. Dengan berbahasa Inggris dia bertanya sesuatu. Satu kalimat sudah dia ucapkan. Kata-kata awalnya sangat jelas, do you have….namun ketika sampai pada objek, pronunciation-nya tidak jelas.
Pada mulanya saya memintanya untuk mengulangi pertanyaannya. Karena tetap masih bingung, saya menyuruh dia masuk dan memintanya untuk menunjuk jika dia melihat sesuatu yang dia cari. Sesuatu itu berhubungan dengan masak-memasak. Namun hasilnya nihil. Saya dan teman-teman masih mencoba menerka apa yang dia butuhkan. Kami malahan bermain games tebak kata.
Usut punya usut, objek yang pemuda ucapkan itu ternyata berasal dari Bahasa Prancis, sedangkan dia tidak tahu menyebutnya dalam Bahasa Inggris. Akhirnya, melihat komputer yang sedang online, kami menyuruh pemuda itu untuk mengetikkan kata tersebut di Google Translator untuk menerjemahkan kata dari Bahasa Prancis ke Bahasa Inggris.
Setelah menunggu sejenak, kami akhirnya mengetahui bahwa pemuda itu sedang mencari minyak goreng. Kami pun segera memberinya minyak goreng sembari tertawa terbahak-bahak karena butuh sekitar 5 menit untuk mencoba mencari arti kata yang diucapkan pemuda tersebut.
Untuk kepentingan komunikasi, jika persoalan perbedaan bahasa seperti di atas terjadi lagi, ada beberapa hal yang sebaiknya bisa dilakukan;
- Meminta untuk menjelaskan ulang dalam bahasa yang sama-sama dikuasai. Jika sama-sama menguasai Bahasa Inggris/Indonesia/bahasa apapun, minta untuk menjelaskannya dalam bahasa yang sederhana.
- Bila masih belum mengerti, cobalah untuk berbicara sambil menggunakan bahasa isyarat yang bisa membantu menyampaikan pesan.
- Jika ada media tulis/gambar, hal ini juga bisa dilakukan, namun membutuhkan waktu yang relatif lama.
- Untung malam tadi ada Google Translator. Jadi kendala tersebut bisa segera dipecahkan. Kalau ada kamus, mungkin juga bisa membantu.
- Bila usaha-usaha yang dilakukan di atas tidak berhasil, sebaiknya meminta bantuan orang lain yang menguasai kedua bahasa dan kemudian menerjemahkannya.
- Jika tidak berhasil juga, sebaiknya percakapan dihentikan. Bila dimintai tolong, sebaiknya meminta maaf bahwa tidak bisa membantu dan memberikan saran agar mencari orang lain yang bisa membantunya.
Barangkali malahan tertarik belajar bahasa baru tersebut? Asal ada kemauan, pasti bisa dipelajari dan dikuasai. Bila Anda pernah mengalami pengalaman yang sama, bagaimana Anda menghadapinya? Bisa dibagi saran-sarannya?









hahaha. aku juga pernah di inggris. sekumpulan cowok irish-english minta diambil sesuatu krn bolanya nyemplung. bakeh… bakeh.. aku denger gitu. apaan sih bakeh, trus disuruh cek gudang buat ngambil tu bakeh.
masih bingung, trus mereka sendiri yg ambil. ternyata bucket alias emberrrr. grrrrrr
kunjungan sesama blogger slam silaturahmi
apakah blog ini ada feature rssfeednya.