Prepare atau Repair

http://2.bp.blogspot.com/_iC8sy3_OgQY/TAdmk8RFU9I/AAAAAAAAAeg/rsil8tbE5cg/s1600/mp0914prepare.jpg

Gambar dari Google

Saat terbangun minggu pagi ini, saya teringat dengan sebuah ceramah yang disampaikan oleh Pastor Asien Kurniadi dari LightHouse Christen Gemeente, Maastricht yang bertema Prepare or Repair. Segera saya buka Alkitab dan membuka nats bacaan kitab suci pada Kitab Matius 7: 24-27 yang berbunyi:

Matius 7: 24; Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

Matius 7: 25; Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

Matius 7: 26; Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.

Matius 7: 27; Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.

Bacaan Firman TUHAN di atas berbicara mengenai arti penting sebuah voorbereiding (preparation) dalam kehidupan sehari-hari. Setiap aktivitas sehari-hari tidak akan lepas dari faktor persiapan. Tidak bisa dihindari pula bahwa setiap persiapan dan perencanaan yang dilakukan akan memiliki kendala yang berdampak pada hasil, apakah akan berhasil atau gagal.

Seseorang yang bijaksana akan selalu memiliki perhitungan dan persiapan untuk menghadapi persoalan baik jangka pendek, menengah ataupun jangka panjang. Gambaran pendirian sebuah rumah di atas batu dan di atas pasir sangat tepat untuk mendeskripsikan arti penting sebuah perencanaan. Setelah ditimpa”hujan, banjir dan angin” kekuatan rumah yang didirikan tersebut baru akan teruji.

Di bacaan tersebut juga disebutkan bahwa “hujan, banjir dan angin” menimpa tanpa pandang bulu apakah rumah yang didirikan di atas batu atau rumah yang didirikan di atas pasir. Tetapi, yang berbeda adalah dampak yang ditimbulkan. Rumah yang didirikan di atas pasir akan roboh karena tidak memiliki dasar dan perencaanaan yang kuat, sedangkan rumah yang didirikan di atas batu rumah tersebut tetap kokoh dan kuat. Walaupun ada kerusakan, namun level kerusakannya antara rumah yang dibangun di atas pasir dan di atas batu akan berbeda.

Betapa sangat berharganya sebuah persiapan dan perencanaan walaupun harus ada harga yang dibayar. Sebagai contohnya, seorang sprinter yang hendak memecahkan rekor lari jarak pendek 100 m, perlu waktu berlatih berbulan-bulan dan mungkin bertahun-tahun untuk dapat memecahkan rekor lari di bawah 10 detik. Walaupun pertandingan dan kejuaraan akan berlangsung singkat, namun persiapan yang dilakukan tidak bisa singkat dan instan. Demikian pula ketika seorang siswa yang akan menghadapi sebuah ujian. Persiapan akan dilakukan jauh-jauh hari sebelum ujian dilakukan. Jika tidak biaya kegagalan yang akan ditanggung sangat besar.

Oleh sebab itu, jadilah pribadi yang bijaksana dengan melakukan persiapan dan perencanaan atas apapun yang hendak dilakukan dalam aktivitas keseharian seperti keuangan, studi, kesehatan dan sebagainya. TUHAN memberkati.