You are here: Home > Nev(d)erland > Perjalanan Dari Selatan ke Utara Belanda

Perjalanan Dari Selatan ke Utara Belanda

Saya melihat jadwal kereta di Utrecht Centraal. Kereta ke Groningen pada pukul 14.21

Saya melihat jadwal kereta di Utrecht Centraal. Kereta ke Groningen pada pukul 14.21

Saya sudah membayangkan bahwa akan sangat melelahkan ketika menempuh perjalanan dari Kota Maastricht di ujung selatan Belanda ke Kota Groningen di utara Belanda. Namun, saya harus menempuh perjalanan tersebut karena pada hari Senin saya sudah ada janji untuk bertemu dengan academic advisor di Groningen University. Setelah menimbang-nimbang, saya memutuskan untuk berangkat hari Minggu dan akan kembali ke Maastricht pada hari Senin sore.

Sehari sebelum keberangkatan, saya mengecek jadwal kereta api di website Nederlandse Spoorwegen (NS). Setelah mendapatkan beberapa alternatif, saya memutuskan untuk berangkat jam 11.26 dari Stasiun Maastricht. Menurut rencana perjalanan, saya akan tiba pada pukul 16. 14 di Stasiun Groningen.

Di hari Minggu, saya sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Saya sudah menghubungi keluarga Tante Indah yang bersedia memberikan sebuah kamar untuk menginap semalam. Saya juga sudah menghubungi Mbak Erna dan Mbak Yanti. Mereka telah memberikan informasi bus dan halte yang saya tuju. Tidak lupa, saya juga sudah mencatat beberapa jadwal kereta dan merekam dalam otak lokasi yang saya akan saya tuju. Bekal pakaian, alat mandi beserta bacaan juga tidak ketinggalan. Semua sudah siap.

Setelah mandi dan sarapan, jam 10.45 saya mengayuh sepeda ke Stasiun Maastrich. Langit sedikit mendung dan semoga tidak hujan. Keluar dari guest house, jalan-jalan di Kota Maastricht tampak lengang di Minggu siang itu. Sesekali angin bertiup yang menyebabkan kayuhan sepeda menjadi terasa berat.

Kira-kira 15 menit kemudian, saya sudah sampai di stasiun. Segera saya memarkir sepeda dan menguncinya. Saya akan meninggalkan sepeda tersebut satu malam di parkir sepeda stasiun. Setelah memastikan bahwa sepeda saya terkunci, saya melangkah masuk ke stasiun dan menuju ke mesin tiket.

Groningen adalah tujuan akhir saya. Setelah mendapat informasi harga, saya membayar membayar tiket tersebut dan mendapat print out tiket serta nota. Tertulis di tiket pembayaran dilakukan pada pukul 11.04, jadi saya masih memiliki waktu  22 menit untuk berjalan ke spoor 3.

Hanya butuh waktu 5 menit untuk sampai di spoor 3. Di sana sudah menunggu kereta yang akan membawa saya ke Sittard. Menurut informasi dari Nederlandse Spoorwegen (NS) pada hari Minggu ini, penumpang dari dan menuju Sittard-Weert harus menempuh perjalanan melalui bus yang disediakan oleh perusahaan kereta api Belanda tersebut. Hal ini karena ada perbaikan jalur kereta dari Sittard-Weert.

Saya kemudian mencari tempat duduk. Saat saya masuk, gerbong yang saya tumpangi masih sepi. Hanya ada dua orang yang ada di sana. Namun menjelang keberangkatan, hanya beberapa kursi saja yang kosong. Kereta akhirnya berangkat dan melaju ke Sittard. Tiba-tiba ada suara langkah di gerbong. Ternyata hoofdconducteur. Dengan berbahasa Belanda, dia memberikan informasi bahwa kereta akan berhenti di Sittard dan harus dialihkan dengan menggunakan bus menuju ke Weert.

Tidak sampai 20 menit, kereta tersebut sudah sampai di Sittard. Saya lantas mengemasi barang-barang dan menagkah turun kemudian menuju ke parkiran bus yang akan mengantar ke Weert. Menurut jadwal kereta yang sudah saya kantongi, perjalanan dari Sittard-Weert akan ditempuh kira-kira 46 menit.

Penumpang yang lain sudah naik ke bus-bus yang disediakan. Saya menuju ke bus yang masih kosong. Beberapa penumpang berada di belakang saya. Saya duduk di kursi kedua dari depan. Sambil menunggu penumpang yang sedang memasukkan tas dan koper di bagasi, saya memejamkan mata sejenak hingga bus bergerak. Langit mendung. Saat berada di dalam bus, titik-titik air sudah mulai turun membasahi kaca. Saya memutuskan untuk membaca bacaan yang saya bawa.

Bus sudah memasuk kawasan Stasiun Weert. Saya melihat jadwal kereta yang saya bawa. Kereta akan diberangkatkan pada pukul 12. 42. Jam handphone yang sudah saya setel sesuai dengan jam kereta api menunjukkan pukul 12.30. Masih ada beberapa menit lagi. Setelah bus henti, saya segera keluar dan masuk ke stasiun. Di sana sudah menunggu kereta yang akan mengantar penumpang ke Eindhoven, Hertogenbosch, Utrecht Centraal dan berakhir di Amsterdam Centraal. Saya akan berhenti di Utrecht Centraal karena harus berganti kereta menuju ke Groningen.

IMG_1522

Membaca di atas gerbong kereta

Saya akan tiba di Utrecht Centraal pada pukul 13.52. Satu jam lebih saya akan berada di kereta dari Weert. Saya segera masuk dan mencari tempat duduk yang kosong. Tidak berapa lama, kereta sudah bergerak. Saya melanjutkan membaca bacaan yang saya bawa sambil makan roti yang saya bawa dari Maastricht.

Satu per satu stasiun dilewati. Tak terasa kereta sudah memasuki Stasiun Utrecht Centraal. Saya lantas memasukkan bacaan yang saya bawa ke dalam tas dan turun dari gerbong. Begitu keluar, angin bertiup cukup kencang. Saya segera berlari naik tangga berjalan supaya terhindar dari angin itu. Saat melihat informasi keberangkatan kereta, ternyata saya masih punya cukup banyak waktu untuk menunggu. Saya putuskan untuk tetap di dalam stasiun sambil menunggu menit-menit keberangkatan kereta ke Groningen.

Sepuluh menit sebelum keberangkatan, saya sudah turun ke spoor 12a. Kereta belum datang. Penumpang lain juga sudah menunggu. Beberapa saat kemudian, kereta datang. Setelah berhenti, penumpang masuk ke gerbong dengan rapi. Saya lantas memastikan bahwa saya berada di gerbong yang benar dengan bertanya pada penumpang yang lain sebab kereta tersebut akan terpisah jadi dua saat tiba di Stasiun Zwolle; satu bagian ke Groningen dan bagian yang lain menuju ke Leeuwarden.

Butuh waktu 53 menit untuk sampai ke Stasiun Groningen dari Stasiun Utrecht Centraal. Kali ini saya ingin tidur. Mata sangat capek sekali. Saya tidak mengeluarkan bacaan yang saya bawa. Saya memutuskan untuk memejamkan mata. Walaupun tidak tidur nyenyak, tapi dengan memejamkan mata biasanya bisa membuat badan fresh.

Stasiun demi stasiun sudah terlewati. Akhirnya, beberapa kali saya membaca petunjuk yang menyatakan bahwa kereta sudah sampai di Groningen. Sambil menunggu kereta memasuki stasiun, saya merapikan pakaian dan tas. Tidak lama kemudian, kereta sudah berhenti. Saya turun dan menginjakkan kaki di Groningen. Perjalanan dari selatan ke utara Belanda yang menyenangkan.

Ada apa di Groningen, tunggu pandangan mata berikutnya.

Tags: , , , , ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Leave a Reply