Winarto's Hermitage Abode

My Words as My Mind and Soul


Jika Tulisan Tanpa Kerangka

Salah satu fungsi kerangka tubuh manusia adalah memberikan bentuk pada bangunan tubuh. Demikian pula fungsi kerangka tulisan.

Perlukah Kerangka Tulisan?

Menyusun tulisan memiliki pola yang sama dalam membangun sebuah rumah. Dibutuhkan perencanaan dan skema sehingga tulisan yang dihasilkan memiliki bentuk dan struktur yang direncanakan. Oleh sebab itu, ketika menyusun sebuah tulisan, penyusunan kerangka tulisan atau outline sangat penting dilakukan.

Ketika materi tulisan sudah terkumpul, seringkali penulis menghadapi sebuah kebingungan lantaran bahan-bahan dan ide-ide yang melimpah. Bahan-bahan dan ide tersebut hendaknya disistematikakan dulu dalam sebuah kerangka tulisan. Penyusunan kerangka/outline ditujukan untuk:

  1. Menyusun garis besar tulisan; dimaksudkan untuk memberikan gambaran umum tulisan yang akan disajikan mulai dari latar belakang, isi dan badan tulisan termasuk topik utama paragraf yang akan ditulis.
  2. Sebagai panduan menulis; ketika telah tersusun garis besar tulisan, outline menjadi sebuah panduan dalam untuk menulis dari pendahuluan hingga penutup. Penyusunan outline dapat membantu proses menulis yang lebih terarah, tidak ngalor-ngidul dan tumpang tindih.
  3. Membentuk tulisan yang utuh; salah satu fungsi kerangka tubuh manusia adalah memberikan bentuk pada bangunan tubuh. Demikian pula fungsi kerangka tulisan. Melalui kerangka tulisan, penulis memiliki pola dasar bentuk tulisan yang akan dikembangkan menjadi tulisan utuh. Kerangka tulisan juga memberi gambaran keterkaitan antar bagian satu satu dengan yang lain.
  4. Memudahkan mencari materi pendukung; ketika kerangka tulisan sudah tersusun, penulis bisa sangat terbantu ketika menyusun tulisannya, terutama apabila dibutuhkan materi/bahan pendukung sebuah topik bahasan.

Sharing Pengalaman

Ketika tercetus ide menulis mengenai kerangka tulisan ini, saya bergulat untuk menyusun sebuah kerangka tulisan terlebih dahulu sebelum memulai menulis. Saya memulai untuk menyusun garis besar tulisan yang ingin saya sampaikan.

Saya memulai dengan pertanyaan yang cukup menggelitik saya pribadi dan saya yakin juga menjadi pertanyaan penulis-penulis yang lain, perlukah menyusun kerangka tulisan? Saya lantas mencari jawaban tersebut. Pada mulanya terlintas analogi pembangunan sebuah rumah yang membutuhkan perencanaan. Sejurus kemudian saya teringat dengan salah satu mata pelajaran Biologi di SMP dulu bahwa salah satu fungsi kerangka tubuh manusia adalah untuk memberi bentuk tubuh.

Dengan metafora tersebut, saya berkeyakinan bahwa menyusun kerangka tulisan itu penting. Apa pentingnya? Hal itulah yang saya kemudian kembangkan menjadi 4 tujuan membuat kerangka tulisan seperti yang tertulis di atas.

Dalam kerangka tulisan yang saya susun, secara garis besar tertulis pada bagian di bawah ini:

Menyusun kerangka tulisan

Menyusun kerangka tulisan

Harga Mati?

Harga matikah sebuah kerangka tulisan? Secara teoritis, saya berpendapat bahwa menyusun kerangka tulisan itu penting sebagaimana 4 tujuan yang sudah dikemukakan di atas. Namun demikian, jika seorang penulis dalam prakteknya menulis tanpa membuat kerangka tulisan terlebih dulu juga sah-sah saja sepanjang tulisan yang dihasilkan tersusun sistematis dan utuh.

Bagaimana untuk menilainya? Saya sarankan agar sebelum mem-publish tulisan tersebut, penulis membaca ulang tulisan yang dibuatnya, atau dengan melakukan peer-review dengan meminta komentar dari beberapa teman. Jika tulisan sudah terpublikasi, komentar-komentar pembaca lain pun sangat berguna untuk menilai tulisan yang telah disusun. Oleh sebab itu, teruslah menulis, menulis dan menulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>