Bersahabat Dengan Kata, Menginspirasi Dunia

Saya masih teringat ada hal yang sangat menarik ketika menonton tayangan Kick Andy episode Laskar Pelangi. Di awal acara, Andy F. Noya selaku host acara Kick Andy memberikan prolog bahwa ada seorang Ibu di Bandung yang menulis surat ke Kick Andy. Ibu itu bernama Ibu Windarti. Dia bercerita bahwa anaknya yang kasar, keras kepala, bandel dan juga seorang pecandu narkoba mengalami perubahan yang sangat drastis dalam perilaku kesehariannya setelah membaca buku Laskar Pelangi yang ditulis oleh Andrea Hirata. Niko, anak Ibu Windarti, menangis ketika membaca buku tersebut hingga akhirnya berubah menjadi anak yang baik dan bersedia mengikuti program rehabilitasi agar sembuh dari kecanduan narkoba.

Saya lantas berkontemplasi dan berdialog dengan diri sendiri tentang makna sebuah tulisan. Saya menyadari bahwa tulisan memiliki pengaruh yang besar pada pola pikir dan pandangan seseorang. Seperti yang dialami oleh Niko, yang akhirnya tersadar dan mengambil keputusan untuk berubah ke arah yang lebih baik setelah membaca buku Laskar Pelangi. Sungguh sangat luar biasa kekuatan sebuah tulisan. Saya mendapat semangat untuk terus menulis. Saya ingin menjadikan menulis sebagai sebuah gaya hidup.

Sebagaimana dikatakan oleh Rhys Alexander bahwa “as a writer, words are your paint. Use all the colors” maka saya ingin terus bersahabat dengan kata-kata kemudian merangkainya menjadi sebuah kumpulan kalimat, paragraph dan tulisan yang mampu menginspirasi pembacanya. Saya bisa merasakan betapa bangga seorang Andrea Hirata ketika mengetahui bahwa buku yang ditulisnya mampu mengubah kehidupan Niko dan menginspirasi ribuan pembaca lainnya.

Saya ingin terus menulis. Akrab dengan semua kata-kata lantas merangkaikannya menjadi sebuah tulisan yang bermakna. Saya akan terus berkarya melalui tulisan. Mendokumentasikan kisah-kisah dan pengalaman hidup dalam bentuk rangkaian paragraph yang berarti. Bila suatu saat ada Niko-Niko lain yang terinspirasi dengan tulisan yang saya buat, saya akan sangat bersyukur kepada Yang Esa bahwa akal budi dan karunia yang dianugerahkan-Nya telah saya gunakan untuk kebaikan.