You are here: Home > Opinion > Indonesia Hebat: Inovasi Menuju Kemandirian

Indonesia Hebat: Inovasi Menuju Kemandirian

“CREATIVITY is thinking up new things. INNOVATION is doing new things” –Theodore Levitt-

Mukadimah

Sebelum proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, kepulauan Indonesia sudah dikenal sebagai wilayah yang memiliki banyak potensi, tidak hanya potensi sumber daya alam tetapi juga sumber daya manusia. Tidak salah jika Koes Plus dalam salah satu syair lagunya mengatakan “tongkat kayu dan batu pun jadi tanaman” karena kesuburan dan kekayaan alam yang melimpah. Selain itu, bukti sejarah juga mengungkap bahwa kejayaan wilayah Nusantara didukung oleh para pemimpin yang memiliki semangat juang yang tinggi. Gajah Mada dengan Sumpah Palapa-nya telah membuktikan kejayaan Nusantara masa lampau.

Ketika Para Pendiri Bangsa merancang bentuk negara Indonesia, mereka memiliki tekad untuk yang kuat untuk terus menjaga kejayaan Indonesia, terbukti dari tujuan nasional yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 yang mencakup melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Oleh sebab itu, sudah menjadi kesepakatan bersama bahwa pembangunan nasional menjadi tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia.

Sesudah mencapai kemerdekaan, tugas segenap elemen masyarakat adalah membangun negara Indonesia agar terus berkembang menjadi negara yang mandiri. Namun, catatan sejarah menunjukkan bahwa proses menuju kemandirian bangsa, harus diwarnai dengan berbagai peristiwa dan kejadian yang cukup membuat bulu kuduk merinding. Berbagai cobaan dan rintangan silih berganti menghantam bumi pertiwi. Jalan panjang dan berliku harus ditempuh bangsa Indonesia demi meraih tujuan tujuan nasional seperti yang sudah dinyatakan di atas.

Meskipun berat, pembangunan di Indonesia harus diteruskan dari generasi satu ke generasi berikutnya. Persaingan yang semakin tinggi di era globalisasi, semestinya menjadi sebuah semangat untuk terus bekerja dan berinovasi jika Indonesia tidak mau ketinggalan dengan negara-negara lain. Setidaknya lirik lagu Iwan Fals “tunjukkan pada dunia bahwa sebenarnya kita mampu” bisa menjadi pemacu dan pemicu semangat dalam pembangunan Indonesia.

Indonesia adalah negara yang hebat. Banyak bukti telah ditorehkan anak-anak bangsa ini dan menunjukkan bahwa Indonesia mampu berkompetisi pada kancah regional maupun internasional. Meskipun berbagai kasus dan nada miring berkembang, Indonesia tetap melaju dengan menorehkan sejumlah prestasi-prestasi yang membuat decak kagum dalam dan luar negeri.

Pelangi Harapan

Di balik peristiwa-peristiwa dan berita-berita miring tentang Indonesia, masih terdapat asa yang membuat bangsa Indonesia harus bangga dan berbesar hati. Kesadaran (awareness) untuk terus menorehkan prestasi pada berbagai bidang diikuti dengan perbuatan (action) dilakukan sebagai sumbangsih nyata dalam pembangunan bangsa.

Indonesia turut berbangga memiliki seseorang yang bernama Bacharuddin Jusuf Habibie. Salah satu putra terbaik bangsa Indonesia ini menjadi gambaran betapa hebatnya Indonesia di mata dunia internasional. Dengan kejeniusannya, BJ Habibie berhasil menemukan teori yang diakui dunia penerbangan internasional yang disebut dengan teori-krack progression yang berisi perhitungan titik rawan kelelahan badan pesawat (Artikel bisa dibaca di Okezone dipublikasikan pada tanggal 14 Juni 2010 dengan judul BJ Habibie, Si Jenius yang Terbang Tinggi). Sangat luar biasa.

Sekitar dua tahun yang lalu, seorang anak yang luar biasa juga mampu menciptakan sebuah antivirus yang mampu menjaring sekitar 4.000 virus dalam dan luar negeri (berita dapat dibaca di KompasNes pada tanggal 17 Oktober 2009 dengan judul Antivirus Siswa SMP Stella Maris Mampu Jaring 4.000 Virus). Indonesia mampu menunjukkan prestasi yang gemilang dan sanggup memberikan kesejukan pada masyarakat Indonesia. Ibarat sebuah pelangi sehabis hujan, prestasi tersebut menghadirkan keindahan pada alam semesta.

Tidak akan mungkin hilang dalam sejarah Indonesia ketika sekelompok mahasiswa yang berkarya mengharumkan negeri dengan mencatatkan prestasi pada kompetisi bergengsi di Amerika Serikat pada bulan April yang lalu. Tidak tanggung-tanggung, pada ajang internasional tersebut, Indonesia berhasil meraih juara pertama dan kedua (berita dapat dibaca di Tempointeraktif, 11 April 2011 dengan judul Seluruh Tim Robot Indonesia Berjaya). Incredible!!!

Beberapa prestasi yang disebutkan di atas membuktikan bahwa Indonesia sangatlah hebat. Masih banyak prestasi-prestasi hebat lainnya dan mampu membuat Indonesia bangga (Baca salah satu thread di Kaskus yang berjudul (bangga) 45 penemu dari Indonesia). Melalui kerja keras dan ketekunan, mereka berhasil berinovasi dan menghasilkan penemuan yang diakui oleh masyarakat luas. Para inovator tersebut selain telah menorehkan prestasi, “sihir” mereka telah mampu menginspirasi individual maupun kelompok masyarakat untuk turut berinovasi dan membangun bangsa.

Katalis Inovasi: Kompetisi dan Penghargaan

Bagaimanapun, inovasi memiliki peran penting dalam menciptakan perubahan di masyarakat. Melalui inovasi, berbagai penelitian dilakukan hingga menghasilkan sesuatu yang berfaedah untuk kemaslahatan bersama. Oleh sebab itu, capaian prestasi di atas sangat penting untuk merangsang terciptanya inovasi-inovasi lainnya. Selain itu, peran pemerintah maupun institusi pendidikan menjadi sangat penting dalam menggerakkan semangat berinovasi di tengah masyarakat.

Bagaimana caranya? Salah satu cara yang bisa ditempuh untuk merangsang inovasi adalah melalui kompetisi dan penghargaan. Individu dan kelompok masyarakat ditantang untuk berinovasi dengan cara mengikuti beragam kompetisi yang diselenggarakan oleh pemerintah atau institusi pendidikan. Kompetisi tersebut menjadi sebuah wadah untuk “unjuk gigi” berbagai hasil penelitian yang telah dilakukan.

Salah satu kompetisi yang menginspirasi adalah Computer Festival 2011 (selanjutnya disebut COMFEST 2011) yang diselenggarakan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Melalui kegiatan ini, berbagai aktivitas dilakukan sepertil; berbagai kompetisi, seminar, workshops dan exhibition; yang bertujuan untuk menggugah kesadaran masyarakat akan arti penting berinovasi. Hal tersebut tergambar dari tema COMFEST 2011 yang bertajuk Inovasi Karya Anak Bangsa menuju Kemandirian Nasional.

Tema tersebut sangat menarik dan menantang sebab “menggelitik” berbagai para anak bangsa untuk terus berinovasi demi mencapai kemandirian nasional. Kegiatan ini menjadi salah satu katalis terjadinya inovasi dan berdampak pada perubahan di tengah-tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan yang dilakukan. Event COMFEST 2011 sangat menyadari arti penting inovasi demi meraih kemandirian dan keunggulan bangsa Indonesia bersaing dengan negara-negara lain.

COMFEST 2011 memberikan kesempatan kepada anak-anak bangsa untuk terus belajar dan berkarya. Selain itu, COMFEST 2011 juga menyadari bahwa salah satu upaya untuk merangsang bertumbuhnya inovasi di Indonesia adalah melalui ajang kompetisi dan melalui penghargaan-penghargaan yang diberikan untuk mereka yang telah berprestasi dan mampu selangkah lebih maju dalam hal inovasi. Selain sebagai bentuk penghargaan atas kerja dan capaian yang telah dilakukan, ajang kompetisi dan penghargaan juga sebagai cara untuk mendorong individu dan kelompok masyarakat untuk bersama-sama bekerja dan berkreasi untuk kejayaan bangsa Indonesia.

Lantas, apa yang diperoleh dari inovasi? Jawabannya sangat sederhana. Indonesia akan menjadi negara yang mandiri dan tidak tergantung dengan negara-negara lain. Apabila selama ini Indonesia lebih banyak menggantungkan diri pada supply produk dari luar negeri, dengan berbagai inovasi yang tercipta dan sangat mungkin diproduksi secara massal, maka produk tersebut akan mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri, bahkan bisa mengekspornya ke negara lain.

Namun, untuk mencapai arah tersebut, prosesnya tidak mudah. Terus bekerja keras dan berkreasi adalah kunci untuk berinovasi. Selain itu, “virus” inovasi perlu terus ditularkan dan disebarkan agar bisa menjalar ke segenap elemen masyarakat. Dukungan pemerintah dan institusi pendidikan juga sangat dibutuhkan.

Peran Media Sosial

Telah disampaikan di atas bahwa virus inovasi harus ditularkan ke segenap elemen masyarakat. Untuk menjalankan misi tersebut, sepertinya peran media sosial tidak bisa diabaikan mengingat jumlah dan cakupannya yang sudah sangat besar di Indonesia. Sebagai contoh acara COMFEST 2011. Dengan tema dan tujuan yang sangat bermanfaat, berbagai cara ditempuh untuk mempromosikan kegiatan COMFEST 2011 baik melalui Facebook, Twitter, blog dan sebagainya.

Jangkauannya yang sangat luas baik dalam dan luar negeri, media sosial menjadi alat yang efektif dan efisien untuk menyebarkan informasi. Selain itu, media sosial juga bisa menjadi arena diskusi-diskusi antar komunitas dan individu yang bermuara pada langkah inovasi. Tidak jarang, hasil-hasil inovasi tersebar luas melalui media sosial.

Melalui media sosial juga dapat muncul ide-ide brilian yang menjadi awal sebuah inovasi dan penemuan. Di media ini, gagasan-gagasan untuk mengembangkan konten-konten lokal sangat gencar dilakukan hingga terbentuknya berbagai komunitas-komunitas penggiat inovasi. Melalui media sosial dan didukung oleh media cetak dan elektronik, semangat berinovasi terus digencarkan.

Penutup

Inovasi sangat berperan penting dalam pembangunan sebuah negara sebab menjadi kunci dalam mencapai kemandirian bangsa. Di era globalisasi dan persaingan saat ini, sebuah bangsa perlu terus berinovasi agar mampu bersaing dengan negara-negara lain. Oleh sebab itu, tidak henti-hentinya berbagai elemen masyarakat melalui berbagai jalan mencoba menggelitik kelompok masyarakat untuk terus berkarya dan berkreasi.

Kegiatan COMFEST 2011 adalah sebuah batu lompatan dan salah satu ajang pertemuan untuk saling belajar, sharing pengalaman dan pengetahuan serta berbagai ajang perlombaan sebagai langkah untuk mengedepankan semangat inovasi. Melalui kegiatan ini diharapkan muncul ide-ide baru dan kreatif yang berfaedah untuk kepentingan bersama dan mampu mengajak segenap elemen masyarakat untuk terus berprestasi.

Akhirnya, perjalanan seribu langkah harus dimulai dengan langkah pertama. Semoga dengan kegiatan COMFEST 2011 dapat menjadi awal kebangkitan semangat berinovasi di masyarakat Indonesia demi mencapai kemandirian bangsa. Dengan demikian, tujuan pembangunan bangsa yang berkeadilan sosial dapat tercapai dengan merata.

Referensi Bacaan

  1. Artikel Okezone dipublikasikan pada tanggal 14 Juni 2010 dengan judul BJ Habibie, Si Jenius yang Terbang Tinggi).
  2. Artikel KompasNes dipublikasikan pada tanggal 17 Oktober 2009 dengan judul Antivirus Siswa SMP Stella Maris Mampu Jaring 4.000 Virus).
  3. Artikel Tempointeraktif, 11 April 2011 dengan judul Seluruh Tim Robot Indonesia Berjaya).
  4. Salah satu thread di Kaskus yang berjudul (bangga) 45 penemu dari Indonesia).
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Leave a Reply