Verboden T(o)egang
Tepat satu minggu aku berada di negeri orang, Negeri Belanda. Banyak hal baru yang kutemui. Sejak mendarat di Bandara Internasional Schiphol pada hari Sabtu, aku sudah diperhadapkan bermacam-macam tantangan baru. Satu tantangan yang nyata adalah tentang bahasa. Ketika masih berada di Indonesia, aku cukup khawatir ketika mendengar dan membaca informasi bahwa petunjuk jalan, surat-menyurat, papan informasi, koran dan beberapa hal lain disajikan dalam Bahasa Belanda (Dutch).
Kekagetan itu menjadi sebuah kenyataan ketika berada di Schiphol. Hampir semua petunjuk dalam Bahasa Belanda, meskipun beberapa hal diterjemahkan dalam Bahasa Inggris atau beberapa kata dalam Bahasa Belanda mirip dengan Bahasa Inggris. Itu sudah cukup membantu.
Sangat beruntung aku sudah menyiapkan sesuatu dari tanah air untuk menghadapi problem tersebut. Aku sudah mengunduh dan memasang Kamus English-Dutch di handphone. Jadi meskipun teleponku dengan operator Indonesia tidak bisa dipakai, namun dengan memasang kamus berbasis Java tersebut sangat membantu untuk menerjemahkan kata-kata dalam Bahasa Belanda ke Bahasa Inggris atau sebaliknya. Aku mengunduhnya pada tautan berikut ini English Dutch Dictionary and Vice Versa.
Aku senang sekali belajar bahasa baru, Bahasa Belanda. Ada banyak kata yang mirip dengan Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia. Saat bertemu dengan Om John di kereta dari Utrecht Centraal ke Maastricht, aku juga diajari beberapa kata dalam Bahasa Belanda yang diserap ke Bahasa Indonesia, sebagai contoh kata “Handuk” (bahasa Indonesia) berasal dari Bahasa Belanda “Handdoek”. Demikian juga ketika membuat rekening Bank ING, kata “teken” yang sering diucapkan oleh beberapa orang di sekitarku, ternyata berasal dari Bahasa Belanda “Handtekening” atau signature dalam bahasa Inggris. Menarik bukan?
Aku dan beberapa kawan juga mulai belajar Bahasa Belanda yang sangat sederhana. Dengan membaca papan petunjuk arah, kami secara tidak langsung mempelajari bahasa itu. Sebagai contoh, di papan petunjuk “Toilet”, tertulis dengan “Toiletten” atau petunjuk untuk mendorong/menarik pintu yang biasa menjumpai kata “Push atau Pull”, maka di pintu-pintu tertulis “Duwen atau Trekken”.
Belajar bahasa baru memang sangat menarik apalagi bila menemui kata-kata baru yang hampir mirip dengan bahasa yang telah dikuasai. Terus asyik memandangi lalu lalang orang di seputaran Vrijthof, ada banyak tulisan dalam Bahasa Belanda “Verboden Toegang” yang dipasang di beberapa tempat. Kata “Verboden” barangkali sudah sangat familiar di telinga Indonesia. Aku pikir kata “Toegang” juga hampir sama dengan kata “Tegang” dalam Bahasa Indonesia. Kalau demikian, maka Verboden Toegang berarti dilarang tegang. Tapi ternyata, setelah aku mengecek kamus, kata “Toegang” berarti masuk, jadi Verboden Toegang berarti dilarang masuk. Ternyata masih boleh tegang kok.










ini ada tambahan lg gan yg sering dipake dlm bhs indo yg berasal dr bhs belanda; gratis, gorden, tegel, ven, pub, eaten, gelt dan klu ketemu cewek Belanda ucapkan zoentjes dan schart pasti disayang hehehe,…. di Belanda skr lg musim apa ya…., sdh lama gak plg kampung negeri leluhur gw, hiks