Tante Jane
Mulai dari yang berdiri bergerak ke kanan: Tante Jane, Meneer Doni, Meneer Zaenudin, Mevrouw Wardah, Mevrouw Nela, Meneer John, Meneer Emil, Mevrouw Dian
Selasa pagi di Teikyo P-Building, Brouwersweg 100 Maastricht. Om John membacakan SMS dari Tante Jane yang masuk ke telepon selularnya. Tante Jane mengundang 8 orang mahasiswa Indonesia (Diurutkan abjad: Dian Pratiwi Pribadi, Emilius Sudirjo, Hilmayati Safitri, Johanis Jermias, Nyimas Wardah, Petronela Somi Kedan, Winarto dan Zaenudin) yang saat ini sedang mengikuti Pre Academic Training di Centre for European Studies, Maastricht University untuk makan kentang goreng di rumahnya jam 18.00.
Siapa yang tidak bahagia dapat undangan makan? Sepuluh menit sebelum jam 18.00, kami (kecuali Hilma) bersama-sama berjalan kaki ke rumah Tante Jane yang terletak tidak jauh dari Teikyo Building. Kami berusaha datang tepat waktu. Tidak berapa lama kemudian, kami sudah sampai di rumah Tante Jane.
Om Doni dan Tante Jane menyambut kedatangan kami. Dengan berbekal penguasaan Bahasa Belanda yang masih minim, kami mengucapkan “goedemiddag” dan “alles goed” kepada Om Doni dan Tante Jane. Kami sangat beruntung. Setiap kali bertemu dengan Om Doni dan Tante Jane, perbendaharaan kosakata Bahasa Belanda kami terus bertambah. Penyambutan sore itu diikuti dengan ritual cipika cipiki cipika ala Belanda sebelum akhirnya diarahkan ke bagian belakang rumah Tante Jane.
Pesta sebentar lagi akan dimulai. Di bawah sebuah payung yang besar, terdapat meja dan beberapa kursi untuk tempat duduk. Selain kentang goreng seperti yang sudah dikatakan oleh Tante Jane, sore itu juga terhidang beberapa makanan lezat seperti daging sapi dengan bumbu sate, daging kelinci yang disebut Om Doni sebagai daging tikus, acar dan beberapa kotak dan botol minuman. Sungguh sangat nikmat.
Sebelum berangkat ke Belanda, aku mendapat banyak informasi tentang keberadaan Tante Jane yang senantiasa membantu terutama mahasiswa Indonesia yang belajar di Belanda. Saat membaca tulisan Emil yang bercerita bahwa teman -teman yang lebih dahulu berangkat ke Belanda sudah bertemu dengan Tante Jane, aku yang masih tertinggal di Indonesia ingin sekali segera berjumpa dengannya. Penasaran.
Dian dan Tante Jane
Perjumpaan pertama kali dengan Tante Jane terjadi pada hari Minggu tanggal 17 April 2011. Hari itu aku, Emil dan Om John sudah janjian pergi ke gereja bersama dengan Tante Jane. Ketika pertama kali bertemu, aku disambut dengan cipika cipiki cipika oleh Tante Jane. Ini menjadi pengalaman pertama begitu tiba di Belanda. Untung sudah diberitahu di Pre Departure Orientation dan membaca sekilas buku Negeri van Oranje, sehingga aku tidak kaget dan canggung.
Tante Jane memang sangat baik pula sangat perhatian. Dia banyak membantu memberi informasi tentang Kota Maastricht dan kehidupan sehari-harinya. Selain itu, dia banyak bercerita tentang suka duka kakak-kakak angkatan yang pernah mengenyam pendidikan di Negeri Belanda. Cerita-cerita yang mengalir senantiasa menarik perhatianku dan kawan-kawan yang lain.
Oleh sebab itu, tidak sedikit yang kemudian memanggil Tante Jane dengan sebutan Mami. Salah satunya adalah Grace Natalie. Aku diberitahu oleh Tante Jane ketika pulang dari Gereja bahwa Grace Natalie pernah tinggal di Maastricht. Aku lantas mention Grace Natalia di Twitter bahwa Tante Jane banyak bercerita tentang dirinya. Dia membalas dengan menulis “Please send my hugs to mami Jane =)” beberapa saat kemudian.
Aku dan kawan-kawan sangat beruntung bisa berkenalan dengan Tante Jane. Dari sinar matanya, aku bisa membaca bahwa Tante Jane pun bahagia memiliki banyak anak-anak angkat seperti kami. Dia berperan layaknya seorang ibu bagi kami. Barangkali akan lebih tepat kalau aku (dan mungkin kawan-kawan) memanggilnya dengan sebutan Bunda. TUHAN memberkati Bunda Jane dan keluarga.









[...] sedang berbelanja sayuran, kami bertemu degan Tante Jane dan Om Rob yang juga tengah berbelanja. Dari jauh, kami memanggil-manggil Tante Jane yang sedang [...]
Zeer mooi geschreven, echt geweldig. Ik denk dat ik maar de rest van de website ook even ga lezen. Ziet er goed uit. Thanks!