You are here: Home > (Not) Daily Stories > Per(K)is(S)ahan Cohort Bungsu

Per(K)is(S)ahan Cohort Bungsu

Museum Fatahillah

Time flies like an arrow. Demikian sebuah kalimat yang dituliskan oleh Ibu Anna di beberapa bulan yang lalu di kelas Structure. Jika meresapi kalimat pendek itu, memang tidak salah jika waktu berjalan sangat cepat hingga tak terasa sudah 6 bulan Pre Academic Training yang ditujukan untuk Fellow Elect International Fellowships Program (IFP) di Lembaga Bahasa Internasional Universitas Indonesia berjalan.

Perjalanan yang sangat panjang pada tahap seleksi telah dilalui oleh masing-masing Fellow Elect. Masing-masing memiliki kisah yang sangat beragam. Masing-masing membawa mimpi-mimpi dan harapan hingga akhirnya dipertemukan di Hotel Sri Varita, Pal Putih, Jakarta. Tidak ada yang menyangka bahwa pertemuan di Jakarta tersebut akan terjadi. Namun yang pasti, pertemuan itu menjadi sebuah gerbang perjuangan untuk mengejawantahkan mimpi dan harapan masing-masing.

Rasa bangga sudah tersemat di dada manakala masuk di dalam keluarga besar IFP. Peluang melanjutkan studi sudah ada di depan mata, tak terkecuali beragam pengalaman menakjubkan akan ditemui oleh masing-masing fellow. Masa 6 bulan Pre Academic Training di Jakarta ini adalah salah satu episode yang menakjubkan yang ditorehkan oleh Fellow Elect Cohort IX (Bungsu) IFP. Tentu, kisah tersebut akan terus dilanjutkan dengan cerita-cerita lainnya.

IIEF

Enam bulan bukanlah sebuah waktu yang singkat. Meskipun proporsi belajar sangat banyak, belajar di LBI mulai dari hari Senin-Jumat dari jam 8 WIB hingga jam 15.00 WIB (terkecuali hari Rabu sampai jam 12.00 WIB), tetapi aktivitas lain juga tidak ketinggalan dilakukan demi sebuah kebersamaan. Belajar bersama, makan bersama, bernyanyi bersama, olahraga bersama, ngopi bersama, tertawa bersama hingga berbagi cerita bersama. Rasa kebersamaan terasa sangat menyenangkan dan akan selalu dirindukan. Kebersamaan itulah sebuah energi.

Enam bulan di Jakarta akan menjadi masa yang tidak pernah terlupakan. Bertemu dengan banyak teman baru dengan keistimewaan masing-masing. Datang dari hampir semua provinsi di Indonesia, tentu menjadi sebuah cerminan Bhinneka Tunggal Ika, meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu. Keberagaman itulah sebuah kekuatan.

Handayani

Keberagaman dan kebersamaan itu harus tetap terjaga meskipun beberapa teman sudah “mretheli” satu per satu. Masing-masing telah pergi meninggalkan Jakarta untuk melanjutkan perjuangan menggapai mimpi-mimpi mereka. Outbound Training di Rancamaya, makan malam di Restoran Handayani Prima dan Pre Departure Orientation di akhir bulan Maret menjadi momen indah yang tak terlupakan. Saling peluk, cium pipi, jabat tangan untuk saling memberikan semangat dan motivasi.

Perasaan gembira, haru, sedih, bangga bercampur aduk jadi satu. Momen tersebut harus ada untuk bisa melangkah pada tahap berikutnya. Dia menjadi awal sebuah babak baru demi sebuah cita-cita luhur. Biarkanlah kisah dan cerita Pre Academic Training di Jakarta ini menjadi sebuah kekuatan, energi dan spirit yang terus memotivasi dan menguatkan dalam setiap langkah demi mewujudnyatakan cita-cita dan impian.

*) Semua foto diambil dari Group Facebook IFP Indonesia Cohort IX-2010 diunggah oleh Umar Werfete.

Winarto’s Hermitage Abode

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Leave a Reply