Futsal Sore Ini
Sudah lama aku tidak main futsal. Beberapa teman IFP Cohort IX seringkali mengajakku untuk bermain futsal. Namun, beragam aktivitas yang harus dikerjakan membuat aku tidak bisa ikut bermain salah satu olahraga favoritku ini. Namun yang pasti, aku tidak lupa untuk berolahraga, paling tidak dengan berjalan kaki pulang-pergi dari kost menuju ke LBI-UI Salemba.
Hingga di hari Selasa siang, aku diajak bermain futsal lagi. Sepertinya menarik mengingat sudah lebih dari sebulan aku tidak menendang bola. Hitung-hitung latihan peregangan otot dan relaksasi sebelum outbound hari Minggu serta persiapan medical check up hari Rabu tanggal 30 Maret mendatang. Tanpa berpikir panjang, aku jawab “Ya” ajakan tersebut.
Hari Rabu pagi, aku terlambat bangun. Entah mengapa, aku tidak bisa tidur nyenyak. Akibatnya, badan terasa pegal semua dan ngantuk mendera di saat aku harus bersiap-siap ke kampus. Ada rencana untuk tidak masuk, tapi aku berusaha untuk meyakinkan diriku untuk berangkat belajar. Usaha itu berhasil. Aku tetap masuk kelas.
Di tengah rasa kantuk, Ibu Anna masuk ke kelas dengan membawa TOEFL Practice Test. Seperti biasa, Ibu Anna memintaku untuk membantu memasang kaset listening di tape recorder. Ada sedikit masalah dengan tape recorder di kelas sehingga harus ditukar. Aktivitas itu sedikit bisa mengobati rasa kantuk yang menyerang. Sepertinya aku ingin terus bergerak dan bergerak untuk menghilangkan rasa pegal dan kantuk. Tapi itu tidak mungkin. Aku harus mengikuti latihan di kelas selama 2 jam dan pembahasannya hingga pukul 12.00 WIB.
Akhirnya selesai juga. Aku berharap bisa segera pergi bermain futsal dengan harapan bisa mengeluarkan keringat. Aku ingin segera berlari, menendang dan menyundul bola. Tapi, karena sudah lama tidak bermain, aku memutuskan untuk bergerak dan berlari perlahan-lahan. Tidak terlalu “ngongso” mengejar dan menggiring bola. Aku pulang ke kost terlebih dahulu untuk makan siang dan membawa perlengkapan bermain futsal. Aku berangkat jam 13.30 WIB dari kost dengan dengan harapan 20 menit kemudian sudah sampai di Kevin Futsal, Jalan Keramat II, Senen.
Sesampai di Jalan Keramat, terlihat beberapa teman sudah siap bermain. Sambil menunggu tepat jam 14.00 WIB dan menunggu teman-teman yang lain, aku memakai sepatu yang telah kupersiapkan, diikuti dengan pemanasan ringan. Saat giliran bermain tiba, aku masuk ke lapangan dan melanjutkan berlari-lari kecil sambil menggerakkan seluruh badan. Rasanya sangat enak enak. Segar!!! Sudah lama aku tidak merasakan hal seperti itu.
Ada 12 orang yang hadir. Jadi kami bermain 6 lawan 6. Permainan dimulai. Beberapa kawan sudah terlihat berlari dan menggiring bola. Seperti yang sudah kuputuskan, aku bermain agak santai terlebih dahulu agar tubuh tidak terlalu kaget. Apabila bola datang, aku memainkannya sebentar lantas mengopernya ke kawan. Keringatpun tak tertahankan lagi. Badanku penuh cucuran air asin.
Ternyata permainan ini masih sangat mengasyikkan. Kedua tim saling bergantian mencetak goal. Entah berapa goal yang tercipta. Aku juga berhasil menceploskan beberapa goal ke gawang lawan. Meskipun “goal” adalah tujuan kami dalam bermain futsal, tapi itu bukan menjadi yang utama. Kami hanya ingin berolahraga dengan diselingi tawa dan canda. Sore ini aku merasa badanku sangat segar. Senang sekali menyeka peluh dan titik-titik air yang keluar dari pori-pori.









numpang namu…
Halo Mbak, lama tdk bersua?