You are here: Home > (Not) Daily Stories > Belajar dari Bermain-Main

Belajar dari Bermain-Main

Lembur Pancawati

Foto oleh Oemar Werfete

Apakah belajar itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, belajar memiliki beberapa arti yaitu: (a) berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu (b) berlatih (c) berubah tingkah laku atau tanggapan yg disebabkan oleh pengalaman. Sering terdengar seorang  pelajar yang dinasehati untuk mengatur kapan waktu belajar dan kapan waktu bermain. Lantas apakah belajar dan bermain bisa dilakukan bersama-sama? Jika ada yang mengatakan tidak, maka saya berani untuk mengatakan ya. Mengapa? Sebab, jika mengacu pada pengertian di atas, belajar memiliki arti yang sangat luas. Belajar tidak perlu di dalam kelas atau duduk di kursi sambil membaca buku apalagi menghafal.

Itulah prinsip dari outbound training. Melalui simulasi, aktivitas dan beragam bentuk permainan yang dirancang, outbound training mencoba untuk memadukan antara belajar dan bermain. Artinya, setiap aktivitas permainan yang dilakukan mengandung pembelajaran yang berharga. Outbound training berhasil mengombinasikan aspek permainan dan pembelajaran secara bersama-sama, sehingga peserta tidak hanya puas atau capek bermain, namun juga memperoleh aspek nilai-nilai yang bisa diangkat melalui simulasi/permainan yang dilakukan.

Pengalaman mengikuti outbound training memang akan selalu berkesan. Seperti yang saya alami hari Minggu lalu. Bersama teman-teman IFP Cohort IX, kami pergi ke Lembur Pancawati. Kami bermain-main, tapi dari permainan tersebut kami belajar banyak hal. Kami harus melawan ketakutan diri, bersolidaritas dengan sesama, bekerja dalam sebuah teamwork dan bersahabat dengan alam.

Trust Building

Ilustrasi Trust Building

Tidak sedikit yang ketakutan ketika akan melakukan aktivitas trust building. Seseorang akan menjatuhkan diri dari ketinggian sekitar 1 meter, sementara teman-teman yang lain akan berada di bawah bertugas untuk menopang. Seseorang harus berperang batin terlebih dahulu sebelum melakukannya. Antara takut dan berani. Antara percaya teman atau tidak. Namun setelah melakukan, ada banyak nilai-nilai pembelajaran yang bisa diambil. Pula jika terjadi kesalahan (error) dalam beraktivitas, itupun menjadi sebuah bahan pembelajaran, seperti salah satu iklan sabun cuci kalau tidak kotor maka tidak belajar.

Berbagai permainan dan aktivitas berisi pembelajaran untuk saling bersolidaritas dan memecahkan masalah (problem solving). Dalam sebuah tim kerja yang terdiri dari beberapa orang, saling membantu dalam memecahkan masalah adalah sebuah hal yang wajib. Tantangan-tantangan yang diberikan harus dipecahkan secara bersama-sama melalui sebuah perencanaan, strategi, pembagian tugas dan  komunikasi yang bagus. Pada poin itulah proses belajar terjadi.

Intinya adalah dalam setiap aktivitas/simulasi pasti ada pelajaran yang bisa dipetik. Apakah harus dengan outbound training? Tentu tidak. Ada banyak cara yang bisa dilakukan. Yang terpenting adalah bagaimana memaknai aktivitas tersebut, memetik nilai-nilai dan mengaplikasikannya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Leave a Reply