Magnet Garuda dan Cobaan Suporter: Terbanglah Garudaku

garuda01-1152x864

Magnet Garuda

Suatu siang di Pasar Tanah Abang Jakarta. Langit yang nampak mulai mendung, tidak menyurutkan semangatku untuk mencari kaos suporter Macan Kemayoran Persija sebagai oleh-oleh pulang kampung. Dari lapak ke lapak, aku bersama Endro, saudaraku yang bekerja di Jakarta, berkeliling sepanjang Pasar Tanah Abang. Mata dan kaki sudah tahu tugas masing-masing sehingga setiap kali ada pedagang kaos sepakbola, aku langsung bertanya kaos suporter Persija. Tapi, hasilnya nihil.

Bukan momen yang tepat untuk mencari kaos Persija. Kaos dan aksesoris Timnas Indonesia sedang laris manis. Kaos suporter timnas dengan beragam model memerahkan Pasar Tanah Abang. Kemeriahan pedagang tersebut diikuti dengan para pembeli yang mencari kaos berwarna merah dengan lambang garuda. Seorang anak kecil terlihat bangga ketika mencoba memakai kaos merah bernomor punggung 9. Para pedagang tersenyum girang sebab barang dagangannya laku keras.

Wajar saja, saat itu masyarakat Indonesia sedang ber-euforia kemenangan beruntun Indonesia di ajang AFF (ASEAN Football Federation) Cup 2010. Indonesia dengan sangat membanggakan berhasil masuk ke final setelah mengalahkan tim-tim kuat seperti Malaysia, Laos, Thailand dan Filipina. Capaian tersebut menggelorakan semangat masyarakat Indonesia untuk mendukung penuh timnas menjuarai AFF Cup 2010.

Tim besutan Alfred Riedl ini bermain sangat trengginas ketika mengalahkan lawan-lawannya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SU GBK). Meskipun sempat ketinggalan 1 goal tatkala melawan Malaysia dan Thailand, Firman Utina dkk berhasil membalikkan hasil hingga akhirnya menang 5-1 dan 2-1. Melihat penampilan timnas itu, berduyun-duyun masyarakat datang mendukung langsung di Senayan atau hanya menyaksikan di layar televisi.

Setelah menyingkirkan Filipina yang didukung oleh 9 pemain naturalisasinya, Indonesia akhirnya masuk ke babak final dan menghadapi Malaysia, lawan yang mampu dikalahkan Indonesia 5-1 di babak penyisihan. Namun pertandingan final akan sangat berbeda dengan babak penyisihan sebab menggunakan sistem home away. Indonesia harus bertandang ke Malaysia pada tanggal 26 Desember 2010 dan akan memainkan pertandingan kandang di Senayan pada tanggal 29 Desember 2010.

Tak pelak lagi, gelora dan semangat masyarakat Indonesia semakin bertambah. Setelah memastikan diri lolos ke final, berbagai media massa meliput aktivitas timnas beserta dengan prediksi hasil pertandingan. Pada salah satu liputan di sebuah televisi swasta nasional, terlihat masyarakat sangat antusias melihat latihan timnas menjelang keberangkatan mereka ke Malaysia. Bahkan, sebuah acara doa bersama di sebuah pondok pesantren di Jakarta Barat malahan berubah seperti sebuah jumpa fans.

Masyarakat Indonesia memang betul-betul gila bola. Mereka memiliki harapan tim Indonesia menorehkan prestasi pada level ASEAN, kalau perlu hingga level yang lebih tinggi lagi. Barangkali masyarakat Indonesia sudah penat melihat dan mendengar prestasi sepakbola nasional yang selama ini mlempem.

Harapan itu kembali bersinar di AFF Cup 2010. Hasil yang menjanjikan pun ditorehkan oleh Indonesia, yang juga diperkuat oleh Christian Gonzales dan Irfan Bachdim. Pemain-pemain muda yang menggawangi timnas pun terlihat sangat menjanjikan. Prestasi timnas saat menjungkirkan lawan-lawan mereka di Senayan menjadi perbincangan media massa cetak dan elektronik maupun di media-media sosial. Bahkan, nama-nama seperti GBK, Bachdim dan bepe20 nangkring menjadi trending topic di Twitter. Timnas Indonesia kembali bergairah dan menyedot perhatian masyarakat Indonesia.

Cobaan Suporter

Sambutan masyarakat menonton pertandingan Indonesia di Malaysia begitu luar biasa. Menjelang pertandingan leg 1 di Stadiun Bukit Jalil Malaysia, beragam cara dilakukan untuk mendukung Timnas Garuda. Mereka memiliki harapan bisa mengulang kemenangan di Senayan ketika babak penyisihan yang lalu. Selain itu, seluruh masyarakat Indonesia berharap melalui gelaran AFF Cup 2010 ini, Timnas Merah Putih bisa memberikan kado akhir tahun yang indah dengan menjadi juara pertama.

Ribuan orang pun sudah mengantri tiket menonton pertandingan Indonesia versus Malaysia di Gelora Bung Karno. Mereka rela datang ke loket-loket penjualan tiket jauh sebelum loket-loket tersebut dibuka bahkan harus berdesak-desakan. Sungguh luar biasa bukan? Terlepas dari sistem penjualan tiket oleh Panitia Lokal AFF Cup 2010 yang masih buruk, semangat suporter Indonesia sangatlah luas biasa.

Tapi, harapan kemenangan Tim Garuda atas Malaysia di Stadion Bukit Jalil sirna. Indonesia harus takluk 3 gol tanpa balas ditangan tim asuhan Rajagobal tersebut. Namun, kemenangan sementara tersebut bukanlah kemenangan murni yang dihasilkan melalui fairplay. Timnas Indonesia dizalimi oleh oknum-oknum yang menginginkan Indonesia mendapat kekalahan. Sangat sering terlihat di layar televisi, pemain-pemain Indonesia disorot oleh sinar laser. Sinar itu diarahkan ke tubuh-tubuh pemain Indonesia yang bertujuan untuk merusak konsentrasi.

Hasilnya, Indonesia memang kalah telak. Malaysia selaku tuan rumah tidak cakap dalam menyelenggarakan pertandingan. Sebuah hal yang tidak pantas ditiru oleh Indonesia ketika menjadi tuan rumah di leg kedua final AFF Cup 2010 dan pertandingan-pertandingan lainnya. Organisasi sepakbola pada level ASEAN, Asia atau bahkan FIFA harus bertindak tegas pada Malaysia sehingga kecurangan tersebut tidak diulangi dan tidak menular pada pertandingan lainnya.

Lantas, apakah semangat suporter Indonesia meredup? Asa itu masih ada. Meskipun Indonesia dihajar Malaysia pada hari Minggu lalu, namun masyarakat Indonesia masih terus mendukung timnas. Melalui layar televisi, gegap gempita di Senayan masih panas. Mereka masih terus mendukung Arif Suyono dkk. Mereka seperti tidak terima kemenangan Malaysia yang diperoleh melalui kecurangan. Semangat suporter Indonesia tidak meredup malahan akan semakin menggelora menjelang pertandingan final kedua hari Rabu nanti.

Saatnya melupakan kekalahan. Alfred Riedl diharapkan dapat membangkitkan kembali semangat pemain Indonesia pasca kekalahan di Stadion Bukit Jalil. Tentu dengan dukungan penuh segenap rakyat Indonesia, kemenangan besar atas Malaysia sangat diharapkan. Meskipun terlihat sulit, tapi selama bola masih bundar, segala kemungkinan masih bisa terjadi.

Skor kemenangan Malaysia sudah tidak mungkin diubah dan dibatalkan. Final kedua AFF di GBK Rabu malam, adalah waktu yang tepat untuk unjuk gigi kemampuan Timnas Indonesia. Final kedua besok juga saat yang tepat untuk mengajari Malaysia bagaimana bermain sepakbola secara fairplay. Semestinya lirik lagu Iwan Fals yang berjudul “Bangunlah Putra Putri Pertiwi” yang berbunyi “terbanglah garudaku” dan “tunjukkan pada dunia bahwa sebenarnya kita mampu” dapat menyemangati Timnas Indonesia beserta seluruh penyokongnya. Raihlah kemenangan dan junjung tinggi sportivitas.

2 thoughts on “Magnet Garuda dan Cobaan Suporter: Terbanglah Garudaku

  1. winrar

    I am glad that I have observed this blog. Ultimately anything not a crap, which we understand quite usually. The web site is lovingly maintained and up to date. So it really should be, thank you for this welcome transform.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>