You are here: Home > Recent activities > Duniaku Sudah Sempit, Kini Lebih Sempit

Duniaku Sudah Sempit, Kini Lebih Sempit

Di hari Rabu, pagi-pagi buta, suara adzan subuh berkumandang. Suasana masih sangat sepi. Sebuah buku lusuh masih terpegang oleh tanganku. Buku sastra lama berjudul Salah Pilih karangan Nur St. Iskandar itu ialah salah satu buku yang kubeli di Pasar Senen seminggu lalu. Beberapa hari ini aku mencoba mengisi waktuku dengan membaca buku-buku itu.  Belum lagi dua buku yang kudapat dari nonton taping Kick Andy yang masih terbungkus rapi dalam plastik.

Kata orang, dengan banyak membaca, akan semakin memperluas cakrawala pengetahuan. Itu juga kata orang lho ya!!! Mungkin memang betul, tapi aku merasakan hal lain juga. Karena semakin banyak membaca, aku merasakan bahwa dunia yang sangat luas ini, menjadi sempit. Bagaimana tidak? Sebab lebih dari seminggu ini, apalagi ada hari libur, karena sangat bergairah untuk membaca sehingga hanya itu-itu saja yang kulakukan.

Lokasi tempat-tempat yang hampir pasti kuhinggapi adalah kamar kost, kamar mandi, warteg di Salemba Tengah, ruang kelas di LBI UI, kembali ke kamar kost dan warteg di Jalan Salemba Bluntas. Sangat sempit sekali bukan jika dibandingkan dengan Jakarta sekalipun? Tapi aku sangat menikmati kehidupanku seminggu ini; dalam kesendirian bersama dengan sesuatu yang membuat hati senang.

Beberapa aktivitas di luar bersama teman-teman tidak aku ikuti. Beberapa hari ini aku lebih suka berdiam diri di dalam kamarku, menikmati kata demi kata yang tersusun rapi dalam berjilid-jilid buku, sambil sesekali mengetik beberapa tulisan dan melihat perkembangan informasi di Twitterland.

Jika aku ingin beraktivitas di luar, pasti itu kulakukan. Seperti hari Jumat malam, karena aku sangat ingin nonton taping Kick Andy, aku jauh-jauh dari Salemba ke Kedoya Jakarta Barat untuk melihat tayangan yang kusukai itu.  Di Kamis sore, aku juga berencana untuk datang ke Paramadina Graduate School untuk mengikuti diskusi publik #saveJakarta bersama Didik J. Rachbini, Roby Muhamad dan Sulfikar Amir. Menurutku, diskusi ini akan sangat menarik. Aku juga berencana untuk mengikuti talkshow bersama Pak Ciputra di acara Satu Jam Lebih Dekat di TVOne hari Jumat nanti. Karena kesempatan ini sangat langka, aku sangat ingin datang menghadirinya.

Secara kasat mata, dalam seminggu ini dan entah sampai beberapa minggu lagi, mungkin duniaku sangat sempit dan semakin sempit. Tapi semoga cakrawala pengetahuan yang kuperoleh dari membaca dan mengikuti kegiatan-kegiatan diskusi dan talkshow bisa semakin luas. Dalam semuanya itu, aku malahan bisa berkontemplasi dengan apa yang telah terjadi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

One Response to “Duniaku Sudah Sempit, Kini Lebih Sempit”

  1. nothing says:

    wah hebat, masih suka baca, saya dah menurun drastis untuk keinginan membaca. kebanyakan online :)
    salam kenal pak Win

Leave a Reply