You are here: Home > Opinion > Tantangan Menghapus Akun Facebook

Tantangan Menghapus Akun Facebook

Delete Facebook

Setiap kali melewati sebuah warnet di Jalan Salemba Bluntas, layar-layar monitor komputer yang ada di warnet itu selalu berwarna biru dengan sebuah simbol yang sudah tidak asing lagi, Facebook. Beberapa teman yang kebetulan membuka laptopnya, (kebanyakan) hal yang dilakukan pertama kali setelah terkoneksi dengan internet adalah membuka Facebook. Situs jejaring sosial buatan Mark Zuckerberg ini masih sangat fenomenal. Bahkan, banyak iklan handphone harus menyertakan logo F ala Facebook agar laku keras bak kacang goreng di sebuah pertunjukan layar tancap.

Ketika ber-small talk dengan seorang teman, Facebook telah membuatnya ketagihan duduk berlama-lama di depan komputer. Bila tidak mengecek apa yang terjadi di “dunia lainnya” seakan-akan hidup masih ada yang kurang. Mungkin saja itu terjadi, sebab Facebook sudah menjelma menjadi lingkungan interaksi baru bagi penggunanya. Bentuk komunikasi dan interaksi melalui tulisan, foto, gambar yang terjadi melalui Facebook dengan teman-teman yang lain, tanpa perlu beranjak dari tempat duduk, membuat pengguna Facebook seperti orang sakti di film-film silat. Ibarat kata hanya dengan bersemedi, mereka bisa berkomunikasi dengan orang lain yang lokasinya berbeda.

Facebook memang didesain layaknya dunia nyata. Setelah terhubung dan menjadi teman, mereka bisa saling berkomunikasi, meskipun hanya melalui tulisan berupa komentar. Mereka bisa memanfaatkan fasilitas chatting untuk media bercakap-cakap, terlibat dalam sebuah komunitas (group) berdasarkan minat/tujuan tertentu. Tidak ketinggalan, melalui Facebook juga banyak tersedia aplikasi-aplikasi  permainan dengan beragam model dan bentuknya.

Pengguna Facebook terbagi dalam dua kelompok besar. Kelompok pertama adalah mereka harus setiap hari membuka Facebook sebab jika tidak membukanya, maka akan ada sesuatu yang kurang. Mereka bisa memanfaatkan beberapa jam di depan komputer dan beraktivitas di dunia maya itu. Untuk pengguna yang memiliki handphone ber-Facebook, mereka bisa setiap saat membuka-bukanya. Kelompok kedua adalah mereka yang membuka Facebook pada saat waktu senggang saja, tidak harus setiap hari. Bahkan tidak jarang ditemui, pengguna Facebook yang hanya mendaftar saja, tapi hampir tidak pernah membukanya lagi.

Judul tulisan ini mungkin tidak akan menantang bagi kelompok yang kedua, tapi akan lebih menantang untuk kelompok yang pertama. Meskipun tantangan ini hanya semu belaka, sebagaimana dunia nyata, tapi menarik apabila membicarakannya. Bayangkan ada sebuah acara Tantangan yang dulu pernah ada di sebuah stasiun televisi. Pada saat Anda berasyik-asyik ria bermain Facebook di warnet atau menggunakan telepon tangan, Anda ditantang untuk menghapus akun Facebook Anda dengan iming-iming jutaan rupiah.

Bila Anda yang ditantang untuk menghapus akun Facebook, bagaimana reaksi Anda? Apa yang akan Anda pikirkan dan pertimbangkan?

Tags: , ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

17 Responses to “Tantangan Menghapus Akun Facebook”

  1. novita sianipar says:

    tulisan yang menarik. itu pula yang terpikirkanku sejak dua minggu terakhir. Menjawab tantangan di atas, aku pikir kenapa enggak ?

    Kita nggak boleh tergantung oleh apapun juga kecuali dengan DIA si pemberi dan pemilik kehidupan ini…

    vita

  2. tergantung iming-imingnya: berapa juta?
    saya pernah men-deactive account FB, karena memang ingin men-deactive.

    dari FB, kita dapat update berita, karena banyak teman dari tempat-tempat lain yang tahu kejadian tertentu.

    dari FB, kita dapat berkomunikasi dengan teman.
    tapi dari FB, kita juga bisa kehilangan teman :)

    kalau memang tidak sedang ingin FB-an, khan accountnya bisa didiamkan saja.

  3. Cahya says:

    Saya malah kadang lupa punya akun di sana :D .

  4. imadewira says:

    saya mau, kalau dikasi duit 1 juta :D

  5. merry says:

    Kalau dikasih 3 juta aja aku mau deh kekkekeke. Ada juga yg merasa lebih berkelas karena jejaring sosial yg digunakannya. Beberapa rekan merasa lebih mature dan berada di higher level baik secara sosial dan intelejensi nya karena menggunakan twitter. Katanya FB itu untuk anak2 dan remaja. Aku berkali kali disindir karena lebih suka ngomel di FB :d

    • Winarto says:

      3 juta???? hmm tunggu stasiun TV yang mau sponsori :D
      FB dan Twitter sama saja sih, bedanya FB itu untuk sosial networking, sedang Twitter untuk berbagi informasi

  6. Kalo google docs manfaatnya emang sudah saya rasakan secara langsung buat ngerjain tugas kuliah berkelompok secara kolaboratif.. Dan saya bisa mengerjakannya dari manapun selama ada koneksi internet… entah itu pas lagi di kost, atau di lab tanpa bawa leptop

  7. I do consider all the concepts you have presented for your post. They’re really convincing and will definitely work. Nonetheless, the posts are too short for beginners. May just you please prolong them a little from next time? Thanks for the post.

  8. Jhon says:

    Good write-up, I am normal visitor of one’s web site, maintain up the nice operate, and It is going to be a regular visitor for a long time.

  9. Thank you a lot for giving everyone an exceptionally breathtaking chance to read from this web site. It is often so terrific and as well , jam-packed with a lot of fun for me and my office fellow workers to search your web site minimum three times a week to read through the new stuff you will have. And lastly, I am also at all times astounded with your impressive tips and hints you serve. Certain 4 tips in this post are truly the most suitable I have ever had.

  10. Horace Naji says:

    Hello there I’m keeping getting a problems with visiting your site, I am receiving 404 errors extremely regularly, I am not extremely certain as to why however when I reload the page it returns alright.

Leave a Reply