You are here: Home > Opinion > Lima Paragraph Untuk Belajar Mendengarkan

Lima Paragraph Untuk Belajar Mendengarkan

http://us.123rf.com/400wm/400/400/konstantynov/konstantynov0806/konstantynov080600070/3175156.jpg

Mendengar itu mudah, namun mendengarkan bukanlah pekerjaan yang mudah. Pernyataan itu sudah dikenal lama, namun beberapa hari ini kembali diingatkan untuk tetap belajar mendengarkan. Awalnya dari beberapa teman yang terlihat dan terdengar bercakap-cakap di dalam kelas, sedangkan ada tutor yang sedang berbicara. Dapat dibayangkan bagaimana seandainya berada di posisi sebagai tutor itu?

Dalam banyak kesempatan, kejadian/cerita seperti di atas dapat dengan mudah ditemui. Sebuah stasiun televisi swasta yang menayangkan program debat (entah sekarang masih tayang atau tidak), memberikan pelajaran cara berdebat yang buruk ke tengah masyarakat. Bagaimana mungkin debat antara dua kelompok yang pro dan kontra, namun keduanya berbicara pada saat yang bersamaan. Bukankah akan lebih teratur dan tertata rapi apabila proses komunikasi di atur; bila satu berbicara, maka yang lain mendengarkan. Memang, mendengarkan itu bukan sesuatu hal yang mudah.

Untuk mengetahui perbedaan keduanya, lihat saja dari definisi berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Mendengar diartikan sebagai dapat menangkap suara (bunyi) dengan telinga, sedangkan mendengarkan berarti mendengar akan sesuatu dengan sungguh-sungguh; memasang telinga baik-baik untuk mendengar. Dari pengertian itu, dapat dilihat dengan jelas perbedaan maknanya kan?

Dalam konteks mendengarkan seseorang yang sedang berbicara, maknanya akan lebih dalam sebab juga sebagai wujud penghormatan. Siapa yang tidak akan merasa terganggu, jengkel, bahkan marah apabil di sela-sela pembicaraan ada yang ngobrol? Dalam tata krama komunikasi, apabila satu orang berbicara, kewajiban orang lain adalah mendengarkan. Seperti lalu lintas di jalan raya, lalu lintas komunikasi harus diatur untuk meminimalkan masalah-masalah yang terjadi dalam proses komunikasi.

Jadi, dalam sebuah dialog, pidato, debat dan sejenisnya; hormatilah orang yang sedang berbicara. Mari belajar mendengarkan orang yang sedang berbicara. Setujukah?

Tags: , , , , ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

One Response to “Lima Paragraph Untuk Belajar Mendengarkan”

  1. [...] Lima Paragraph Untuk Belajar Mendengarkan | Winarto's Hermitage Abode [...]

Leave a Reply