Internet Sehat: Dari Konten, Sikap dan Raga

300x250

~Preambule Internet Sehat~

Pada sebuah diskusi dan kampanye tentang internet sehat, terceletuk pertanyaan guyonan dari salah seorang peserta. Pertanyaan singkat namun membutuhkan jawaban yang tidak sedikit yaitu jika ada kampanye internet sehat, berarti ada internet sakit. Demikianlah logika mendasar dan sangat sederhana atas pertanyaan itu. Seperti apakah internet sehat itu?

Teknologi internet terus berkembang dan menjelma menjadi sebuah “dunia lain” atau yang lebih sering disebut dengan dunia maya. Penghuninya berasal dari dunia nyata, namun apabila dalam dunia maya, mereka menjadi figur-figur yang tak terjamah, tetapi mereka ada.

Apa yang menarik di dunia maya? Sebagaimana dunia nyata, di dunia maya para penghuninya dapat saling berkomunikasi dan berinteraksi dengan melintas batas ruang dan waktu. Beragam informasi dapat ditemukan dan dibagikan di sana dengan sangat cepat. Bahkan kini, bermacam-macam transaksi bisnis telah memanfaatkan dunia maya untuk dapat memperluas daerah pemasaran produk (barang dan jasa) yang diperjualbelikan.

Tak berbeda dengan dunia nyata, di dunia maya pun terjadi komunikasi yang intens dengan para penggunanya. Dengan adanya blog, jejaring sosial, microblogging, chatting dan media-media serupa, memungkinkan pengguna internet dapat berhubungan satu sama lain. Masing-masing pengguna internet memiliki hak untuk berekspreasi dan berinteraksi seperti layaknya di dunia nyata. Dunia maya mampu menawarkan sesuatu yang menarik bagi penggunanya.

Dunia maya tercipta dan berkembang dari penemuan manusia di dunia nyata. Seperti yang sudah diuraikan di atas, di sana bisa saling komunikasi dan interaksi satu sama lain. Apabila ada komunikasi dan interaksi, sangat dimungkinkan untuk terjadi konflik di dalamnya. Tidak hanya itu saja, seperti layaknya dunia nyata, dunia maya dapat dipakai untuk berbuat kebaikan atau kejahatan.

Lantas, mengapa ada kampanye internet sehat? Internet adalah alat yang dipakai oleh penggunanya. Sebuah alat memiliki guna tergantung dari pemakainya. Begitu banyak hal yang bisa diperoleh dari internet sehingga berkorelasi dengan jumlah pengguna. Masalahnya, ada pengguna yang menggunakan alat tersebut secara tidak bijaksana dan bisa merugikan orang lain maupun diri sendiri. Oleh sebab itu, internet sehat adalah sebuah kampanye untuk mengajak masyarakat agar menggunakan internet secara bijak.

~Internet Tidak Sakit~

Internet tidak sakit, namun yang bisa sakit adalah sikap dan perilaku penggunanya. Kampanye internet sehat adalah kampanye untuk aman dan nyaman menjelajah dunia maya. Sebagaimana di dunia nyata, penghuni dunia maya pun hendaknya memperhatikan faktor keamanan agar tidak terjadi sesuatu hal yang merugikan. Sosial media yang akhir-akhir meledak dari segi jumlah pengguna dan pengaruh, telah menarik perhatian banyak pihak karena beberapa kasus dan gerakan yang muncul di sana, seperti penghinaan melalui Facebook, video porno mirip artis, pencurian dan pemalsuan identitas, gerakan masyarakat melalui koin cinta Prita, IndonesiaUnite, gerakan Cinta KPK dan lain sebagainya.

Lihatlah! Apakah bijak jika menyalahkan internet? Internet adalah sebuah alat, sekarang tinggal bagaimana pengguna menggunakan alat itu. Ibarat pacul, dia bisa untuk mencangkul tanah di sawah, namun bisa juga dipakai untuk mencederai orang lain. Dengan alat yang sama (internet), dia bisa menjadi media untuk menghimpun masyarakat melalui gerakan-gerakan sosial, namun dia juga bisa dipakai untuk melakukan tindakan yang melanggar norma-norma yang berlaku. Jadi, semua tergantung penggunanya.

Memang betul banyak kasus yang mengkambinghitamkan internet. Beberapa di antaranya adalah kasus pemerkosaan yang diawali dengan melihat dan mengakses situs porno. Atau kasus video mirip artis yang menggemparkan bumi Indonesia dan mancanegara hingga pemerintah berusaha untuk memblokir situs porno. Lagi-lagi, internet sebagai sebuah alat yang terus disalahkan. Adakah yang salah jika mengakses situs porno? Salah menurut norma/aturan siapa? Jika itu melanggar norma agama, biarkan Tuhan yang nanti menghukumnya. Bila setelah mengakses situs porno kemudian karena tidak tahan menahan nafsu lantas memperkosa, bukankah yang salah adalah orangnya?

Contoh lain adalah kasus penculikan yang dipicu setelah berkenalan melalui jejaring sosial di Facebook, dan lagi-lagi Facebook juga kerap kali disalahkan. Akibat mengumbar identitas yang seharusnya dirahasiakan, hal tersebut digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk mencari kesempatan berbuat kejahatan, sebab dunia maya sangat memberi peluang seseorang untuk memiliki banyak identitas. Oleh sebab itu, internet sehat mengajak para pengguna untuk berhati-hati dalam beraktivitas di dunia maya. Mereka perlu menjaga privasi dan keamanan identitas agar jangan sampai disalahgunakan oleh orang lain.

~Pengayaan Konten Positif~

Ketakutan terbesar orang tua ketika melihat anak-anaknya mengakses internet adalah mereka akan membuka situs-situs yang berbau pornografi dan konten-konten yang dinilai negatif, seperti kekerasan, perjudian dan sebagainya. Hal tersebut sangat wajar sebab melalui internet, semua konten “yang membawa ke surga atau ke neraka” sangat mungkin tersedia. Ketakutan tersebut semakin menjadi sebab banyak pemberitaan di media massa yang menayangkan beragam berita-berita tidak menyenangkan seperti pemerkosaan, kekerasan, penculikan dan sebagainya yang diawali dengan melihat pornografi di internet.

Pemerintah beberapa waktu lalu juga gencar melakukan pemblokiran terhadap situs-situs yang berkonten negatif/porno. Apakah pemblokiran mengurangi angka pemerkosaan/tindakan asusila yang selama ini menganggap situs-situs itu sebagai penyebabnya? Tidak semudah itu, sebab siapa yang bisa memblokir pikiran dan nafsu jahat seseorang bila bukan orang itu sendiri?

Dengan menggunakan logika antonim (lawan kata sebagai simbol perlawanan), konten-konten negatif di dunia maya, akan lebih efektif jika dilawan dengan konten-konten bermuatan positif. Pertanyaannya adalah, sudah cukupkah konten-konten positif yang tersedia untuk melawan konten-konten negatif? Bila masih kurang, mengapa tidak mendorong para aktivis internet, blogger, microblogger atau akademis untuk membangun dunia maya dengan konten positif yang berisi kekayaan sosial dan budaya Indonesia maupun mempertimbangkan aspek kelokalan wilayah?

Dunia maya tidak akan bisa terhindar dari konten-konten yang bermuatan positif ataupun negatif. Seperti dunia nyata, semua tergantung pada pilihan manusia, apakah hendak memilih jalan yang membawa ke surga atau ke neraka. Di lain sisi, pemerintah dengan didukung penuh oleh masyarakat, semestinya terus merintis dan mendorong terciptanya internet yang berkonten positif. Indonesia adalah negara yang kaya akan bahan dan materi untuk itu membuat konten-konten positif. Jadi, untuk melawan internet yang berkonten negatif, perbanyaklah muatan-muatan positif di dalamnya. Pemblokiran situs berkonten negatif bukanlah jawaban, perlu usaha untuk menciptakan dan memperbanyak konten-konten positif di dunia maya.

Dunia maya banyak memiliki konten-konten yang sangat melimpah ruah. Pengguna dapat mengaksesnya kapan saja dan di mana saja. Karena sifat dunia maya yang tidak kelihatan tetapi ada, maka pengguna internet perlu berhati-hati ketika menjelajah dunia maya yang tan batas. Dalam konteks perlindungan anak, pendidikan dan pengawasan orang tua menjadi ujung tombak untuk membentengi anak-anak dari konten-konten yang semestinya belum dilihat atau dinikmati oleh anak-anak.

~Sikap Pengguna Internet~

Uraian di atas setidaknya memberikan gambaran mengenai kehidupan di dunia maya. Perilaku-perilaku penghuninya sangat menarik untuk dijadikan bahan perbincangan dan diskusi. Bukan internet yang sakit dan patut disalahkan, namun perilaku penggunalah yang perlu terus didorong untuk memanfaatkan internet sebagai alat yang berguna untuk kehidupan dan tidak merugikan orang lain. Sekali lagi, tergantung pengguna dalam memanfaatkannya.

Maka itu, muncullah kampanye internet sehat yang berperan mengajak masyarakat untuk berperilaku yang sehat dan aman ketika menjelajah dunia maya. Gerakan berperilaku internet sehat ini perlu terus dikumandangkan ke seluruh wilayah Indonesia, selain mendesak pemerintah agar memperluas jaringan internet agar bisa dinikmati oleh segenap elemen masyarakat Indonesia. Edukasi dan penyediaan fasilitas internet perlu berjalan beriringan. Hal ini dilakukan agar “penghuni baru” tidak terkejut dan tersesat berada di dunia maya yang begitu luas bersehingga malahan berdampak negatif.

Pengguna internet perlu berhati-hati dan mempertimbangkan faktor keamanan berselancar di dunia maya. Dunia maya yang tidak kelihatan, seringkali dimanfaatkan oleh pengguna-pengguna jahil untuk meraup keuntungan dari orang lain melalui pencurian identitas seseorang yang tercantum di jejaring sosial. Identitas diri, kebiasaan, hobi dan sejenisnya, bisa dimanfaatkan untuk berbuat kejahatan, yang tentu merugikan.

Oleh sebab itu, karena dunia maya bisa diakses dengan melintas batas ruang dan waktu, pengguna internet perlu tetap berhati-hati ketika menjelajah di dalamnya. Interaksi dan komunikasi yang ada di dunia maya, terjadi sebagaimana di dunia nyata. Kata-kata yang bisa menyinggung perasaan orang/kelompok lain dan berpeluang untuk terjadi konflik, semestinya bisa hindari atau paling tidak diminimalisir. Tentu semua tidak ingin kejadian ribut-ribut di dunia maya pada hari Nyepi tahun 2010 yang lalu terulang.

Agar gerakan internet sehat lebih nyata dan meluas, akan lebih baik jika tersusun kurikulum dengan disertai bahan-bahan materi yang didistribusikan kepada komunitas-komunitas penggiat. Atau bila perlu bekerjasama dengan dinas pendidikan untuk dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan, untuk membekali generasi muda agar bisa berperilaku sehat dalam berinternet. Siapa yang mengedukasi? Ya tentu dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Kurikulum dan bahan-bahan yang tersedia, dijadikan sebagai pedoman untuk mengedukasi masyarakat dengan tetap memberikan kebebasan dan kreativitas penyampainya.

~Kesehatan Tubuh Pengguna~

Berbicara mengenai topik “sehat”, maka juga perlu diperhatikan dan dikampanyekan dampak berinternet terhadap kesehatan fisik maupun psikis. Siapa yang tidak suka bermain Facebook atau Twitter? Kebanyakan pengguna menjadi ketagihan ketika duduk di depan komputer, atau kini juga sudah dapat berinternet dengan menggunakan ponsel. Mereka bisa tahan berjam-jam menjelajah dunia maya, hingga seringkali lupa terhadap akan dampaknya terhadap kesehatan, lupa makan, lupa minum hingga lupa berolahraga. Jika diteruskan tentu hal tersebut berbahaya bagi kesehatan.

Tidak jarang pula ditemui seseorang yang tampak gelisah dan secara berkala melihat ponsel apakah ada notifikasi atau tidak, kemudian dari wajahnya terlihat ekspresi; entah senyum, mrengut, tertawa dan sebagainya. Mereka sudah sangat asyik dengan telepon/komputernya masing-masing dan “melupakan” lingkungan sekitar mereka, termasuk berkomunikasi dan berinteraksi. Komunikasi lisan antar manusia bisa terkikis apabila terlalu berlebihan berpetualang di dunia maya. Maka itu, meskipun asyik di dunia maya, jangan sampai melupakan kodrat manusia sebagai seseorang yang hidup di tengah lingkungan masyarakat/komunitas.

Kesehatan tubuh pengguna internet, juga menjadi isu santer dalam berinternet sehat. Jangan sampai karena ketagihan berinternet, mereka melupakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh, seperti makan, tidur atau berolahraga. Aktivitas berinternet yang kebanyakan duduk di depan meja dan komputer secara berlebihan, akan sangat memberikan efek negatif bagi tubuh. Beberapa penyakit sangat potensial untuk menyerang bila secara berlebihan duduk di kursi.

Maka dari itu, sangatlah disarankan agar pengguna internet tidak terlalu berlama-lama diam dan duduk di depan komputer. Mereka perlu mengatur jam dan waktu sebaik mungkin; kapan harus makan, kapan harus beristirahat dan kapan harus berolahraga. Jika tidak, lama kelamaan akan membawa dampak buruk bagi kesehatannya. Materi ini semestinya juga dijadikan bahan untuk kampanye internet sehat di masyarakat.

Selain itu, pengguna internet juga perlu menyadari bahwa mereka masih hidup di dunia nyata dan perlu bersosialisasi dengan sesamanya. Maka itu, sebagai bagian dari internet sehat, pengguna internet harus tidak melupakan interaksi mereka, terutama dengan keluarga, teman ataupun dengan masyarakat. Dengan kondisi seperti itu, mereka semestinya menjaga keseimbangan antara berselancar di dunia maya dengan aktivitas di dunia nyata.

~Terciptanya Perubahan Sosial~

Pada bagian sebelumnya dijelaskan mengenai keseimbangan beraktivitas di dunia maya dan dunia nyata. Memang hal ini penting sebab banyak orang yang mengira bahwa berselancar di dunia maya hanya untuk bersenang-senang dan tidak berpengaruh di dunia nyata. Tentu saja pendapat tersebut keliru. Banyak hal yang bermula dari aktivitas di dunia maya dapat berimbas pada kehidupan nyata.

Untuk menunjang pengayaan konten positif di internet, maka perlu para penggiat dunia maya agar terus berkarya untuk mengangkat topik-topik yang berada di lingkungan sekitarnya. Pemilik blog adalah salah satu yang berperan penting. Perkembangan web 2.0 dapat menjadi pelopor untuk memperkaya konten-konten positif di internet. Melalui blog yang menyajikan beragam topik tulisan/artikel, dapat menjadi sebuah manajemen pengetahuan yang berkembang dan dinikmati oleh masyarakat.

Peluang sekaligus tantangan tersebut harus ditanggapi oleh pemerintah dan penggiat dunia internet dalam menyediakan konten-konten yang positif. Perkembangan citizen journalism dan ribuan blog yang beredar di seluruh Indonesia, perlu dimanfaatkan untuk menciptakan konten-konten yang positif, termasuk mengangkat kekayaan dan isu-isu lokal Indonesia yang selama ini belum banyak dikenal.

Selain blog, saat ini juga sedang marak situs jejaring sosial maupun microblogging yang saling mendukung satu sama lain. Tidak diragukan lagi, kehadirannya telah membuktikan bahwa melalui aktivitas di blog, jejaring sosial dan microblogging, mampu memberikan perubahan sosial di masyarakat. Hasil-hasil nyata telah terbukti seperti pada penggalangan Koin Keadilan untuk Prita, IndonesiaUnite, Kasus Cicak vs Buaya dan sebagainya. Melalui media-media itu pula terus santer diinformasikan beragam kekayaan alam budaya Indonesia sebagai konten-konten positif yang perlu terus dikembangkan.

Saat ini sudah banyak tumbuh dan berkembang banyak komunitas pegiat dunia maya di Indonesia. Merekalah ujung tombak pengayaan konten-konten positif di internet. Melalui blog, komunitas blogger yang banyak berkembang di daerah-daerah dapat terus mengupdate konten-konten dan kekayaan lokal. Dengan adanya jejaring sosial dan microblogging, pengayaan konten-konten positif di internet dapat terus didukung.

Tentu apa yang dilakukan sampai saat ini belum optimal. Masih banyak yang harus dilakukan untuk melakukan pengayaan konten-konten positif di internet. Butuh kerja keras dan kerjasama dengan berbagai pihak untuk melakukan perubahan-perubahan tersebut. Hal tersebut dilakukan dengan harapan bahwa internet dapat digunakan oleh penggunanya untuk melakukan hal yang positif dan bermanfaat untuk masyarakat.

~Penutup~

Teknologi internet akan menguasai sebagian besar kehidupan manusia pada era globalisasi saat ini. Arus perubahan teknologi tersebut tidak bisa dibendung lagi. Dengan beragam konten yang dimiliki serta daya pikat yang sangat tinggi, teknologi internet memiliki jumlah pengguna yang tidak sedikit dan bahkan akan terus bertambah.

Dengan kondisi di atas, maka ada beberapa hal yang perlu diketahui dan dipahami oleh pengguna dunia maya, agar aktivitas di dunia maya dan di dunia nyata tidak saling terganggu, namun bisa saling mendukung. Berasal dari sanalah ide internet sehat muncul, selain oleh karena beberapa kasus penyalahgunaan internet.

Oleh sebab itu, agar aktivitas berinternet betul-betul sehat, maka perlu diperhatikan 3 aspek yang penting, yaitu pengayaan konten-konten positif, sikap dan perilaku pengguna internet yang aman serta kesadaran menjaga keseimbangan beraktivitas di dunia maya dan nyata sehingga kesehatan tubuh tetap terjaga.

Para pengguna internet juga hendaknya sadar untuk tetap bersosialisasi dengan lingkungannya sebab keduanya saling mendukung. Terbukti dari beberapa aksi yang dimulai di dunia maya lantas berlanjut di dunia nyata dan secara efektif dan efisien mampu menunjukkan keberhasilan dan kesuksesannya melakukan perubahan sosial di masyarakat.