Belajar Bahasa Inggris

Belajar “bahasa orang lain” ibarat anak kecil yang sedang belajar berjalan. Dia tidak serta merta langsung bisa berjalan dan berlari, namun harus melewati proses yang panjang, mungkin melelahkan bahkan harus sakit karena terjatuh. Formula untuk belajar bahasa itu tak lain dan tak bukan hanyalah telaten untuk mencoba, mencoba dan mencoba. Demikian pula ketika belajar bahasa Inggris. Rumusnya hanyalah terus mencoba dan berlatih sebab sebagai sebuah bahasa, tentu ada aturan-aturan baku yang harus ditaati. Banyak melakukan kesalahan itu biasa, belajar dari kesalahan adalah suatu hal yang luar biasa. Bila ingat iklan sebuah sabun cuci, ada sebuah kalimat yang bagus, “kalo ga kotor, ya gak belajar! Betulkan?
Paling tidak itulah pergumulan saya dalam sebulan terakhir ini; belajar bahasa Inggris dengan aturan-aturan bakunya. Tidak berlatar belakang pendidikan bahasa/sastra Inggris ataupun mengikuti les bahasa itu dan hanya mengandalkan belajar mandiri saja sejak dahulu, memaksa saya untuk belajar mulai dari nol lagi. Tapi itu tidak masalah, sepanjang itu berguna, sebab apapun bahasa yang dipelajari, ada saja sesuatu hal yang baru dan menarik. Setuju?
Mungkin banyak yang sepaham bahwa yang terpenting dalam praktek berbahasa adalah sama-sama mengerti dengan apa yang sedang dibicarakan dan dikomunikasikan. Bila berkunjung di pantai Kuta, dapat mudah ditemui para orang Indonesia yang berbahasa Inggris yang menawarkan barang dan jasa kepada para turis asing. Mereka hanya berbekal keberanian dan mau tidak mau harus mencoba. Sesekali untuk memperjelas maksud, mereka menggunakan body language. Mereka tidak khawatir dengan kosakata, struktur dan komponen bahasa Inggris lainnya. Yang dipahami adalah mereka saling mengerti akan apa yang dikatakan. Bukankah demikian?
Bila dicermati lebih lanjut, keasyikan belajar bahasa terletak pada kesalahan pada saat mencoba. Analogi anak kecil yang belajar berjalan mungkin bisa menjelaskannya. Meskipun dia berulang kali terjatuh, namun keberanian untuk terus mencoba-lah yang membuatnya berhasil dan berjalan sempurna. Demikianlah ketika belajar bahasa Inggris. Saya terus didorong untuk terus berlatih. Banyak kesalahan pasti, namun itulah yang menjadikan belajar makin asyik dan menarik. Betulkan?
Belajar bahasa Inggris di kelas terkadang juga membosankan. Oleh sebab itu harus ada variasi desain belajar agar belajar bahasa Inggris menjadi menarik. Learning by doing, mungkin itu formula yang harus dipegang. Belajar kosakata baru akan lebih mudah dipahami apabila dibuat dapat sebuah kalimat. Bisa juga dengan membuat kompetisi kecil dalam kelas untuk menebak sebuah kata. Latihan menulis dan berbicara dengan native speaker juga langkah yang tepat ketika belajar bahasa asing. Jadi, tidak usah takut mencoba.









saya pernah mencoba belajar bahasa inggris dengan menulis blog dalama bahasa inggris