Wow!!!! Reuni Kelasku di Facebook

Ketika kenangan di masa lalu kembali di putar, kita semua serasa terbang ke masa itu.
Gambar di atas sengaja aku potret hari Rabu pagi, setelah ngobrak-abrik tumpukan buku di lemari. Tidak berapa lama setelah mencari tumpukan buku, akhirnya aku menemukan buku yang dicari, buku kenangan alumni SMAGA yang lulus tahun 2003. Lembar demi lembar kubuka, terpampang wajah-wajah guru serta teman-teman kelas IPA dan IPS beserta dengan profil singkat mereka. Aku fokus di kelas 3 IPS 2, kelasku kala itu. Melihat itu semua, pita rekaman yang telah mulai kusut pun memutar kejadian dan kenangan di kelas 3 itu. Telah 7 tahun lamanya, aku dan teman-teman di IPS 2 tidak bertemu dalam satu kelas.
Misi obrak-abrik tumpukan buku di lemariku bukan tanpa alasan. Ada rentetan peristiwa yang melatarbelakangi aktivitasku di Rabu pagi itu. Semenjak kepulanganku dari Denpasar ke Palur, aku telah menghubungi beberapa teman-teman yang kuketahui berada di Solo dengan maksud untuk sekedar ngumpul dan reuni cilik-cilikan. Aku sudah bertemu dengan teman-teman SMA seperti Yudo, Sumpeno Hoho, Adith, Haniego, Julius dan Haniego, juga bertemu dengan Bondhan ketika pemberkatan nikahnya di GKJ Margoyudan dan resepsi di Hotel Dana. Wedangan Pak Mul Kontot di depan Hotel Dana menjadi tempat kumpul favorit untuk ngeleseh.
Suatu ketika, aku menerima sebuah pesan singkat dari Jeffry Pitra. Dia adalah ketua kelas IPS 2. Saat ini di bertugas di lingkungan Bapeda Kota Salatiga. Jeffry menghubungiku untuk mengajak kumpul-kumpul di wedangan dengan mengajak beberapa teman SMA. Aku menghubungi teman-teman lain yang biasa diajak kumpul-kumpul di Pak Mul Kontot. Aku kirim SMS ke Yudo, Julius, Sumpeno Hoho, Adith dan Volce. Kami akan kumpul di wedangan Pak Mul pada hari Minggu tanggal 18 Juli jam 8 malam.
Mulanya, aku ingin berangkat jam 7 malam. Biasanya kalau ada janji wedangan, aku masuk ke Gramedia terlebih dahulu dengan maksud untuk beli buku bacaan di sana. Namun karena ada sedikit keperluan keluarga, aku urungkan niat tersebut dan malahan berangkat dari Palur jam 8 malam. Aku kira sudah terlambat. Aku merasa tidak enak hati terlambat karena aku yang kirim pesan singkat ke teman-teman.
Aku memacu sepeda motor. Jalur yang kulewati adalah Jalan Raya Palur-Jalan Ir. Juanda-SMA 3 Warung Miri dan melewati Mangkunegaran. Aku sengaja mengambil jalur Mangkunegaran, meskipun aku tahu di sana akan ramai dan macet, sebab di lapangan Mangkunegaran ada kegiatan Solo International Performing Art (SIPA). Aku ingin melihat kegiatan itu barang sebentar. Akan tetapi, sesampai di sana aku batalkan niat itu karena sangat ramai sekali. Lautan manusia membanjiri pentas musik itu. Mungkin karena malam terakhir. Setelah menyeberangi lautan manusia itu, aku pun langsung menuju ke depan Hotel Dana.
Sambil memarkir sepeda motor, aku mengamati beberapa tikar yang sudah digelar. Ada beberapa kelompok anak muda yang sudah duduk di sana. Aku mencari teman-teman, mungkin sudah sampai di sana. Tapi kok belum ada yang datang? Aku menuju ke gerobag Pak Mul untuk pesan teh kampul. Belum sampai di gerobag Pak Mul, aku melihat sesosok pemuda yang duduk di atas sepeda motor. Dari belakang mirip dengan Jeffry. Aku hampiri pelan-pelan. Memang benar sosok pemuda itu adalah Jeffry.
Aku sedikit pangling dengan Jeffry. Ketika SMA dulu, ada dua ciri khasnya; pertama dia memiliki brengos dan sepeda motor biru yang diparapi dengan motor timezone. Namun malam itu, kedua ciri khas itu hilang. Brengosnya telah hilang dan sepeda motornya menjadi sepeda motor yang gagah. Aku mengajak Jeffry untuk duduk di tikar yang masih kosong. Setelah duduk, aku mencoba menghubungi teman-teman yang tadi aku SMS. Tidak berapa lama, Yudo datang dan disusul oleh Julius. Adith dan Sumpeno Hoho tidak bisa ikut hadir. Volce datang berboncengan dengan temannya namun pergi lagi dengan sebuah janji akan balik jika urusannya sudah kelar. Volce pergi datanglah Christomo Otonk. Jadi malam itu, ada 5 orang yang duduk bercengkerama, kecrok-kecrokan dan ece-ecenan di wedangan Pak Mul Kontot.
***
Sepulang dari wedangan Pak Mul, aku belum bisa tidur. Aku berpikir untuk reunian teman-teman IPS 2 dengan memanfaatkan Facebook. Banyak dari kelas IPS 2 yang kini menjadi friend di Facebook. Agar ramai, aku memanfaatkan foto tokoh kelas dan kemudian aku tag ke teman-teman di Facebook. Setelah berselancar dari akun ke akun dan dari foto ke foto, aku menemukan foto sang ketua kelas, yang tidak lain adalah Jeffry.
Ada dua foto yang aku pikir akan mengguncangkan teman-teman IPS 2. Foto pertama adalah pose Jeffry pada saat memegang raket (lihat di sini) dan foto yang kedua adalah posenya di depan sebuah mobil dengan mengenakan kacamata (lihat di sini). Betul saja, foto-foto yang aku tandai ke teman-teman IPS 2 dan beberapa teman SMA mampu mendulang banyak komentar. Beragam komentar tentang foto itu muncul. Komentar-komentar yang nyaplir pun tidak ketinggalan. Komentar-komentar yang muncul bertubi-tubi serasa ruang kelas yang dipenuhi oleh keramaian siswa-siswanya. Senin pagi hingga malam, komentar terus bermunculan atas foto itu dengan disertai beberapa pancingan di tembok dan status Facebook. Menarik!!!
Tidak ingin terhenti, aku ingin memancing “keributan” lagi di Facebook. Kini giliran Yudo, bintang kelas IPS 2. Aku menjelajah beberapa album fotonya dan menemukan satu foto yang menarik untuk ditampilkan. Posenya mirip dengan John Pantau. Ada juga yang mengatakan mirip Michael Jackson (lihat di sini). Tidak menunggu waktu yang lama, aku berhasil memancing komentar teman-teman lain. Ribut-ribut ala ruang kelas di Facebook kembali hadir di hari Selasa pagi hingga malam. Facebook menjadi media dan ruang kangen-kangenan. Aku menilainya demikian. Meskipun tidak bertatap muka secara langsung, namun komentar-komentar menjadi sebuah media dialog jarak jauh. Wow!!!!
Masih semangat dengan pancing-memancing, akhirnya aku teringat pada album kenangan. Rabu pagi, aku mencari buku kenangan itu. Harus ketemu karena aku hendak mengunggah foto kartun yang dilukis oleh Melani. Aku ambil foto kartun itu dan kemudian mengunggahnya di Facebook. Tidak berbeda dengan 2 hari sebelumnya, foto kartun di buku kenangan itu juga mendapat banyak respon dan komentar-komentar dari teman-teman. Seru!!!
Selama ini tidak ada komunikasi yang intens antar alumni kelas 3 IPS 2. Mungkin goro-goro yang dibuat selama 3 hari kemarin dan reuni-reuni kecil di wedangan Pak Mul Kontot, bisa menjalin kembali komunikasi yang sempat terputus, meskipun banyak yang mengeluh karena banyak notifikasi yang muncul dan membuat bingung. Lagi, atas usulan dari Yudo, aku pun membuat grup di Facebook yang tertutup hanya untuk IPS 2. Grup itu diberi nama SOS 2 SMAGA 2003. Semoga dengan grup itu, bisa mengumpulkan kembali teman-teman di kelas 3 IPS 2 yang kini banyak tersebar di beberapa kota. Paling tidak ribut-ribut ala kelas 3 IPS 2 di dunia maya ini bisa membawa pada kenangan di tahun 2002-2003 yang lalu.
Meskipun sudah reunian di Facebook selama 3 hari kemarin, namun bagiku masih ada yang kurang. Masih terasa janggal jika belum bertatap muka dan berbincang secara langsung. Mungkin inilah salah satu kelemahan teknologi dimana ada suatu rasa yang hilang jika belum bersentuhan atau belum bertatap muka. dan mata Mungkinkah kita bisa bertemu, berkumpul, bertatap muka dan berbincang lagi Kawan-Kawan? Semoga bisa!!!







