Suka Inter Milan
Minggu, 16 Mei 2010, Inter Milan menorehkan prestasi dengan menjadi menjadi kampiun di ajang Liga Italia Serie-A. Pertandingan terakhir melawan Siena adalah penentuan bagi Inter Milan untuk tetap berada di puncak klasemen dan menjadi juara. Skor akhir pertandingan tersebut adalah 0-1 untuk kemenangan Inter Milan sehingga berarti tropi juara tetap berada di klub asuhan Jose Mourinho. Pesaing terdekat Inter Milan, AS Roma, harus gigit jari karena meski menang 0-2 melawan Chievo, selisih 2 poin menjadikan klb dari Kota Roma tersebut menduduki peringkat kedua.
Tahun ini (mungkin) adalah tahun gelar untuk Inter Milan. Setelah berhasil menjadi juara Coppa Italia dan Serie-A Italia, masih ada peluang untuk menjuarai Liga Champion Eropa. Bayern Munich akan menjadi lawan Inter Milan pada tanggal 22 Mei mendatang di Santiago Barnebau, Madrid, Spanyol. Pasti pertandingan bakalan seru. Meskipun banyak yang mengecam ketika Inter Milan beradu melawan Barcelona di Nou Camp akibat menerapkan strategi total bertahan, pertandingan melawan Bayern Munich dipastikan akan ramai sebab pertandingan puncak.
Saya menyukai klub Inter Milan apalagi ketika Inter Milan lagi berjaya seperti saat ini. Meskipun puasa dan kering kemenangan pun, saya juga tetap suka Inter Milan. Entah kenapa. Saya suka Inter Milan sejak tahun 1998, yaitu ketika Sang Phenomenon Ronaldo bermain di sana. Walaupun sudah berdiri sejak 1908, saya tahu Inter Milan pada masa-masa Piala Dunia 1998 di Perancis. Maklum, dikala itu saya baru bisa menikmati televisi yang menyajikan siaran-siaran sepak bola. Sejak saat itu, saya menjadi kecanduan melihat tayangan-tayangan sepak bola, bahkan harus rela-rela begadang.
Saya juga suka melihat klub-klub besar yang merajai masing-masing negara di Eropa. Senang dengan permainannya. Namun tidak tahu kenapa, saya kok suka dengan Inter Milan. Ketika ditanya pun saya tidak bakalan bisa jawab. Apakah saya seorang yang bodoh? Menyukai sesuatu namun tidak tahu apa sebabnya.







