Jika Diaktifkan: Film Gigolo memeriksa Kadisbud????

Sepulang dari BBC on Air yang membahas mengenai Web Designer bersama Saylow dan Hary Sudana, saya mampir di warung makan yang berlokasi di dekat Jalan Surabi, Denpasar. Setelah memesan nasi, tempe goreng dan hati ayam goreng, saya duduk di meja. Tampak hanya seorang bapak duduk membaca koran sambil menunggu pesanannya. Beberapa menit kemudian, pesanan yang ditunggu bapak tersebut sudah diantar oleh penjual. Ternyata makanan yang dibeli akan dibawa pulang. Bapak itu pun mengambil sejumlah uang untuk membayar dan meletakkan koran yang dia baca.
Sepeninggal bapak itu, hanya saya yang menunggu makanan di warung itu. Sambil menunggu saya mengambil koran yang tergeletak di atas meja. Mata saya langsung menangkap tulisan besar yang ada di halaman RADAR Bali yang berjudul “Kadisbud Diperiksa Film Gigolo” yang akhir-akhir ini menjadi berita panas di Bali. Saya hanya membaca cepat berita itu dengan tetap berpikir judul yang tertulis besar tersebut.
Kalimat tersebut ditulis dalam bentuk pasif, yaitu Kadisbud (S) Diperiksa (P) Film Gigolo (O). Ciri dari kalimat pasif ada beberapa hal, yaitu subjek dikenai pekerjaan dan kata kerja pada predikat ditandai dengan awalan di-, ter- atau ter-kan. Selain itu, kalimat pasif dapat diubah ke kalimat aktif atau sebaliknya, dengan menggunakan ketentuan-ketentuan tertentu.
Kembali pada judul berita tersebut di atas. Adakah yang janggal? Secara sepintas memang tidak terdapat kejanggalan yang mencolok. Namun, jika kembali pada konsep kalimat aktif vs kalimat pasif, kejanggalan pada judul berita di atas akan sangat kentara.
Jadi, jika diubah ke dalam kalimat pasif, kalimat pada judul berita di atas menjadi: Film Gigolo (S) memeriksa (P) Kadisbud (O). Sudah kelihatan kejanggalannya? Sangat anehkan apabila Film Gigolo memeriksa Kadisbud?
Saya tidak begitu paham dengan tata bahasa dalam jurnalistik dengan tujuannya menarik perhatian pembaca. Namun, melihat kasus di atas, ada “pelanggaran” kaidah-kaidah ketatabahasaan Indonesia yang baku. Akan lebih smooth, apabila setelah predikat ditambahi kata “terkait”, sehingga menjadi: Kadisbud diperiksa terkait Film Gigolo. Atau bila lebih lengkap bisa ditulis: Kadisbud diperiksa oleh Kepolisian terkait Film Gigolo. Jadi,apabila kalimat tersebut diubah menjadi kalimat aktif akan menjadi Kepolisian memeriksa Kadisbud terkait Film Gigolo.
Apakah contoh kasus pada kalimat di atas juga menjadi tambahan bukti bahwa semakin sedikit yang memberi perhatian pada ketatabahasaan Indonesia? Tentu, bukti lain adalah hasil UN SMA yang menurut informasi banyak siswa-siswa yang gagal pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia (Lihat AntaraNews, 26 April 2010; Siswa Banyak Mengulang UN Bahasa Indonesia). Atau ada alasan lain?








[...] This post was mentioned on Twitter by Winarto. Winarto said: Jika Diaktifkan: Film Gigolo memeriksa Kadisbud???? kalimat yang janggal http://bit.ly/cXHGe3 #fb [...]
salah ketik? hahaha
Tidak mungkin salah ketik, terburu2 deadline sehingga tidak baca ulang lagi mungkin
saya selintas juga bingung baca title post blog ini ..
heheh dibaca2 mpe abis baru ngeh
Supaya pembaca jangan hanya membaca judul, harus baca isinya
haha..baru perhatian…
perhatian pada apa?
[...] Hmmm, ngomong-ngomong tentang istilah dan ejaan, untuk lebih “melengkapi penderitaan” kondisi pers, di Bali khususnya, adalah berkaitan dengan penguasaan tata bahasa, cq. Bahasa Indonesia. Sepulang BBC on Air lalu saya mampir di warung makan dan membaca Radar Bali, pada halaman depan tertulis Kadisbud Diperiksa film Gigolo. Lebih lengkapnya ada di sini. [...]