You are here: Home > Recent activities > Es Teh Tanpa Es

Es Teh Tanpa Es

Hari ini, sejak pagi, langit Denpasar sudah mendung. Di status Facebook dan Twitter, saya menuliskan “jeruk manalagi dimakan upin….pagi yang dingin” yang menggambarkan suasana pagi ini.

Suasana yang dingin, akan menjadi hangat jika makan/minum yang hangat-hangat. Bakso salah satu yang tepat. Siang harinya, saya menuju ke daerah Katrangan untuk beli Bakso Solo. Warungnya terletak di pojok Jalan Katrangan, dekat Jalan Hayam Wuruk. Siang itu sepi. Hanya ada 3 gadis yang sedang makan, seorang pria dan 3 orang pegawai warung bakso itu.

Saya pesan bakso campur. Karena saya tidak suka dengan es, apalagi lagi dingin, untuk minuman saya pesan teh hangat. Namun sayang, teh hangat lagi kosong. Saya pun langsung nyeletuk Es Teh Tanpa Es. Penjual bakso itu seperti bertanya-tanya ketika mendengar pesanan saya, masak pesan es teh tapi tanpa es?

Saya pun bingung ketika hendak memesan minuman yang saya maksud. Teh hangat tidak ada. Minum es teh bukan saat yang tepat. Akhirnya, bukankah Es Teh Tanpa Es adalah sesuatu hal yang tepat untuk dipesan?

Tags: , , , , ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

4 Responses to “Es Teh Tanpa Es”

  1. Cahya says:

    Apa bukan maksudnya memang teh-nya yang sudah tidak ada?

  2. PanDe Baik says:

    Teh Dingin ya Win ?

Leave a Reply