You are here: Home > Bali Blogger Community > Tak Kenal Twitter, Tak Sayang Twitter

Tak Kenal Twitter, Tak Sayang Twitter

Sebuah pepatah yang mengatakan “Tak Kenal Maka Tak Sayang”, sangat tepat untuk menggambarkan situs microblogging yang satu ini. Twitter, itulah namanya. Twitter memang kalah popular jika dibandingkan dengan Facebook. Bila ditilik dari peringkat di Alexa, secara global saja, Twitter masih berada diperingkat ke-12, sedangkan Facebook menduduki peringkat ke-2 di dunia. Top sites in Indonesia berdasarkan Alexa, Facebook malahan menduduki peringkat pertama sedangkan Twitter berada di posisi ke-12. Kondisi tersebut terjadi bisa karena masyarakat belum kenal dan tahu tentang Twitter, atau bisa juga karena persoalan preferensi.

Sebagai komunitas blogger, Bali Blogger Community tertarik untuk mengenalkan microblogging tersebut ke masyarakat di Bali khususnya melalui acara BBC on Air di Bali FM. Sebagai bahan pengantar, dan perkenalan pada bagian berikutnya akan diuraikan hal-hal umum terkait dengan Twitter. Dengan perkenalan ini, diharapkan masyarakat yang belum mengenal Twitter atau yang selama ini “ogah ngetweet” karena rumit atau alasan lain, dapat mengenal, mencobanya.

Twitter.com

Sedikit cerita mengenal sejarah Twitter. Didirikan oleh 3 orang yaitu Jack Dorsey, Biz Stone dan Evan Williams pada bulan Maret tahun 2006. Dan baru diluncurkan bulan Juli ditahun yang sama. Twitter adalah jejaring sosial dan micro-blogging. Pengguna dapat memberikan informasi update (perbaruan) informasi tentang diri kita, bisnis dan lain sebagainya yang kemudian disebut dengan tweet, atau bila dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai “bercicit atau mencicit”. Istilah ini sejalan dengan logo Twitter yang menggunakan gambar burung. Pengguna Twitter jika mengupdate status atau menjawab/mengomentari status pengguna lain, berarti dia sedang “bercicit”, kalau dalam bahasa Jawa ngoceh.

Mengapa menggunakan Twitter? Ada banyak alasan-alasan yang melandasi  penggunaan Twitter. Tidak hanya personalTwitter pun di manfaatkan oleh organisasi-organisasi. Umpamanya adalah koran-koran online seperti Vivanews, Kompas, Republika, Antara dan sebagainya untuk menginformasikan berita-berita terbaru yang termuat dalam websitenya. Twitter juga banyak digunakan untuk media kampanye, seperti dalam kampanye pemilihan umum dan presiden. Ketika Pemilihan Presiden USA tahun 2008 misalnya. Bagi sebuah perusahaan, Twitter juga dimanfaatkan untuk public relations mereka. Bagi individu, bermacam-macam alasan juga disampaikan kenapa menggunakan Twitter. Mulai dari berkomunikasi dan berdiskusi dengan teman-teman, berkomunikasi dengan publik figur yang menggunakan Twitter seperti artis atau pejabat pemerintahan atau mendapatkan informasi terbaru dari koran online.

Bagaimana menggunakan Twitter? Twitter dapat ditemukan di alamat www.twitter.com. Apabila belum memiliki akun, cara mendaftar (sign up) di Twitter sangatlah mudah, pula gratis. Syaratnya adalah memiliki alamat email yang valid dan kemudian mengisi form yang telah ditampilkan oleh Twitter. Ketika mendaftar, pengguna akan dimintak untuk memasukan nama pengguna (username) di Twitter nanti. Adapun format username adalah http://twitter.com/USERNAME dan akan menjadi URL alamat pengguna Twitter. Sebuah penamaan disarankan unik, mudah diingat dan menarik karena akan memudahkan ketika ditanyakan oleh orang lain. Twitter akan membantu mengecek ketersediaan username tersebut apakah sudah digunakan oleh pengguna lain atau belum.

Dalam mengupdate status dalam kotak What’s happening, pengguna  dibatasi menulis hanya 140 karakter untuk. Oleh karena itulah makanya Twitter digolongkan ke dalam jenis micro-blogging. Mungkin inilah salah satu alasan mengapa orang Indonesia kurang menyukai jenis micro-blogging. Tapi meskipun kurang diminati, menurut estimasi GreyReview, per November 2009, pengguna Twitter di Indonesia sudah mencapai 5,6 juta pengguna (tertinggi di Asia, diikuti oleh Japan, India, Singapore dan Filipina) dan kemungkinan besar akan semakin bertambah.

Ada beberapa istilah/terminologi dalam Twitter, diantaranya:

  • Tweet – sesuatu yang ditulis di status Twitter
  • @ – penanda yang ditulis didepan nama pengguna lain agar tweet yang dimasukkan diterima oleh pengguna tersebut
  • Reply – balasan
  • Following – pengguna lain yang tweet nya akan selalu diterima
  • Follower – pengguna lain yang akan selalu menerima tweet
  • ReTweet (RT)
  • Direct Messages – pesan personal
  • Favorites – menyimpan tweet tertentu yang diinginkan
  • Hash Tags (#) – penanda yang ditulis di depan topik tertentu agar pengguna lain bisa mencari topik yang sejenis yang ditulis oleh orang lain juga
  • Trending Topics – topik yang sedang banyak dibicarakan banyak pengguna dalam suatu waktu yang bersamaan

Selain melalui web di www.twitter.com, ada beberapa aplikasi yang banyak dimanfaatkan oleh pengguna pada saat nge-tweet, seperti Tuitwit, Tweetdeck, Snaptu Yoono, Uber Twitter, Tweetie, Ping.fm dan sebagainya. Jika pengguna memiliki akun di Facebook, Plurk dan jejaring sosial yang lain, Twitter juga bisa disetting untuk dikoneksikan dengan jejaring sosial tersebut. Aplikasi-aplikasi tersebut bisa digunakan di komputer, laptop atau juga bisa dipakai di mobile phone.

Beberapa tambahan. Apabila ingin mengupload foto, juga bisa memanfaatkan TweetPhoto. Demikian pula, batasan hanya 140 karakter di Twitter bisa diberikan solusi dengan Twitlonger yang memiliki slogan for when you talk too much for twitter. Apabila telah memiliki akun di twitter, akun tersebut bisa digunakan baik TweetPhoto dan Twitlonger. Karena keterbatasan karakter di Twitter, apabila hendak memasukkan nama link yang panjang, maka dapat memanfaatkan URL shortening service seperti bit.ly atau tinyurl.com.

Terakhir, mengingat dunia maya adalah dunia yang tak terbatas dan telah banyak kasus-kasus penyalahgunaan internet maupun jejaring sosial di Facebook, atau media lain, maka dalam nge-tweet pun harus senantiasa berhati-hati, terutama ketika mengupdate status atau membalas status seseorang. Jangan sampai kasus Luna Maya atau Mario Teguh yang sempat bikin heboh di Twitter terulang lagi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

One Response to “Tak Kenal Twitter, Tak Sayang Twitter”

  1. [...] bermaksud untuk berbagi cerita pengalaman ngetweet sekaligus sebagai kelanjutan diskusi tentang Tak Kenal Twitter, Tak Sayang Twitter di Bali FM hari Minggu lalu. Pada mulanya, saya juga tidak begitu tertarik untuk ngetweet. Kalau [...]

Leave a Reply