My Words as My Mind and Soul

Hanya bermaksud untuk berbagi cerita pengalaman ngetweet sekaligus sebagai kelanjutan diskusi tentang Tak Kenal Twitter, Tak Sayang Twitter di Radio Bali FM hari Minggu lalu. Pada mulanya, saya juga tidak begitu tertarik untuk ngetweet. Kalau tidak salah, saya mendaftar di Twitter pada pertengahan tahun 2009 yang lalu. Hanya sekedar ingin  tahu dan mencoba microblogging. Karena belum banyak follower dan following dan belum mengenal Twitter secara mendalam, menjadikan akun yang saya miliki mangkrak, jarang dibuka dan diupdate hingga kira-kira awal bulan Februari 2010.

Lalu, kenapa akhirnya tertarik buka Twitter lagi? Berawal dari kehausan akan informasi,  saya banyak membuka media-media online seperti Kompas, Detik, Tempointerakif, The Jakarta Post, Metro TV, TVOne, Vivanews dan sebagainya.  Pada mulanya saya banyak mengikuti tweet media-media online tersebut. Dari sana saya banyak memperoleh informasi baru. Tidak berhenti di sana, sedikit demi sedikit, teman-teman yang mempunyai akun di Twitter pun ketemu dan saya follow. Tidak sedikit kenalan baru yang saya dapat melalui Twitter, tak tetinggalan para pembaca berita, reporter, pejabat publik dan artis pun saya follow. Akibatnya, timeline saya ramai oleh status-status pengguna Twitter yang saya ikuti.

Hmmm, dari sanalah keasyikan ngetweet mulai terasa perlahan-lahan. Saya mendapat informasi, bisa berbagi informasi, saya dapat sahabat dan saya dapat bertukar pikiran melalui diskusi-diskusi di Twitter. Setelah tahu ada banyak yang saya dapat dari Twitter, seperti ada perasaan penyesalan, kenapa baru mengoptimalkan penggunaannya di Februari 2010, tidak ketika mendaftar pertama kali. Bisa jadi karena saya belum kenal Twitter secara mendalam hingga menyebabkan saya tidak menyayanginya.

Hingga hari Sabtu ini, saya memiliki 127 followers dan 385 following. Saya tidak pernah punya ambisi untuk mempunyai follower yang banyak sebab yang lebih utama adalah saya dapat memperoleh manfaat dari akun  Twitter yang saya miliki.

Tweet2000

Hari ini bisa jadi adalah hari yang spesial sebab jumlah tweet saya sudah melewati angka 2000. Tweet ke-2000 tersebut tertulis @diandevi dag dig dug duer untuk merespon status yang ditulis oleh Diandevi yang berbunyi merasakan keboringan tingkat tinggi, yg sepertinya sesaat lg akan meledak !!

Karena angka yang spesial, saya bermaksud memberikan sebuah reward untuk Diandevi karena tweet ke-2000 tersebut. Namun saya masih bingung hendak memberikan reward apa? Buku atau novel mungkin bermanfaat. Saya masih mikir-mikir diberi reward apa. Ada usul buku apa Diandevi? Karena jauh di Salatiga sana, berarti nanti bisa dikirim atau saya bawa ketika saya pulang pertengahan tahun ini. Selamat.

Terima kasih untuk handphone dan kartu XL yang telah menemani ngetweet selama ini.

§1741 · April 10, 2010 · Recent activities · · [Print]

1 Comment to “2000 Tweets”

  1. [...] This post was mentioned on Twitter by Winarto. Winarto said: @diandevi ada reward spesial utk mu, tapi masih bingung apa :D baca di sini cerita singkatnya http://bit.ly/9ratmw [...]

Leave a Reply