Kecil Tapi Besar

Tentu masih ingat dengan koin cinta untuk Prita. Aksi yang terjadi pada akhir tahun 2009 tersebut terbukti telah mampu membuktikan bahwa sesuatu yang dianggap kecil atau sepele oleh seseorang, akan memiliki makna yang sangat besar jika dilakukan secara kolektif. Bagaimana tidak, sebuah koin seratus rupiah, yang seringkali dianggap kecil dan ditemukan terbuang di pinggir jalan, namun karena aksi kolektif yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia mampu terkumpul lebih dari setengah milyar. Sekali lagi, sesuatu yang dianggap sepele, namun jika dilakukan secara bersama-sama dapat menjadi sesuatu hal yang besar.
Dengan menggunakan logika berpikir di atas serta pepatah “sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit” dan “setia kepada perkara yang kecil”, demikianlah program Earth Hour akan dilaksanakan tanggal 27 Maret 2010 nanti. Sebagaimana pesan kampanye untuk “Matikan Lampu pada Sabtu 27, Maret 2010, pukul 20.30 – 21.30 menurut waktu setempat“, aksi mematikan lampu dan pengurangan konsumsi listrik selama 1 jam, adalah sebuah tindakan yang kecil dan barangkali sepele. Namun, jika dilakukan secara bersama-sama oleh segenap masyarakat, mampu memberikan dampak yang besar untuk peduli pada lingkungan dan bumi.
Meskipun aksi kecil, namun saya yakin ada banyak yang merasa berat untuk melakukannya, karena akan merasa ada sesuatu yang hilang jika berada pada malam yang gelap tanpa lampu. Betulkan berat? Saya kira hal tersebut hanya terjadi pada permulaan saja, sebab setiap perubahan, pasti akan menimbulkan rasa penolakan. Akan tetapi, jika sudah terbiasa dan menjadi kebiasaan, gaya hidup hemat dan ramah lingkungan akan mudah untuk dijalankan.
Apakah berat sih hanya mematikan dan atau mengurangi penggunaan listrik hanya selama satu jam? Satu jam adalah sesuatu hal yang kecil, jika dibandingkan dengan berpuluh-puluh jam dimanjakan oleh listrik dan segala peralatannya. Adalah sesuatu yang bijak jika memberi waktu untuk alat-alat tersebut untuk beristirahat, mengurangi penggunaan listrik sekaligus dengan tindakan tersebut berarti sebagai sebuah aksi untuk peduli terhadap lingkungan.
Jadi, masih ada yang berat hati untuk mengikuti aksi Earth Hour 27 Maret 2010 nanti? Mari sambut aksi Earth Hour sebagai program untuk peduli terhadap lingkungan. Seyogyanya, filosofi Earth Hour ini harus ditanamkan dalam setiap benak masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Maksudnya adalah, pola dan gaya hidup hemat dengan mematikan alat-alat listrik yang tidak digunakan harus juga dilakukan dalam keseharian, tidak hanya pada aksi hari Sabtu malam yang akan mendatang. Untuk melakukan hal tersebut perlu ada komitmen dari setiap masyarakat untuk mau menerapkan gaya hidup hemat dan peduli lingkungan.
Barangkali juga bisa ditambahkan tindakan lain selain mengurangi penggunaan listrik, yang juga sebagai aksi peduli terhadap lingkungan, seperti pengurangan penggunaan kendaraan bermotor, yang berarti mengurangi penggunaan bahan bakar minyak dan mengurangi polusi udara. Tindakan lain misalnya dengan menanam pohon di lingkungan sekitar yang juga banyak dikampanyekan oleh pemerintah dan organisasi pecinta lingkungan.
Jadi, mari bersama-sama mendukung aksi-aksi bersama yang berlanggam peduli lingkungan seperti Earth Hour pada 27 Maret 2010, atau yang sudah lewat yaitu Nyepi dan World Silent Day. Namun, akan lebih luar biasa jika aksi tersebut juga diterapkan oleh masyarakat sebagai pola dan gaya hidup ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari








Apakah hanya Jakarta dan sekitarnya yang melakukan secara besar-besaran di Indonesia?
Tidak, EH Indonesia juga dilakukan di kota-kota lain di Indonesia, sesuai waktu lokal..lebih lengkap di http://www.earthhour.wwf.or.id/ di sana ada peta nya lho
[...] apakah itu tujuan akhir dari Earth Hour? Aksi kecil namun berdampak besar tersebut hanya dilakukan setahun sekali, pula hanya satu jam. Catatan kecil saya tentang Earth Hour [...]
[...] mudah bukan? Saya pun menulis sebuah opini yang berjudul Kecil Tapi Besar, terinspirasi dari aksi Earth Hour yang sangat mudah dan bisa dilakukan oleh siapapun, namun [...]
[...] teman, juga berpeluang untuk dapat hadiah/souvenir/buku yang mungkin tidak terduga, seperti ketika Earth Hour Indonesia 2010 atau ketika Leutika membuat kompetisi tentang Sudah Merdekakah [...]
[...] teman, juga berpeluang untuk dapat hadiah/souvenir/buku yang mungkin tidak terduga, seperti ketika Earth Hour Indonesia 2010 atau ketika Leutika membuat kompetisi tentang Sudah Merdekakah [...]