Nikmat Bakso Ikan, Ruwet Pelatihan dan Romantis Rumah Makan

Sebuah SMS masuk ke ponsel di hari Minggu pagi. Ternyata dari Anton Muhajir, Komandan Pucuk Bali Blogger Community. Dalam pesan itu disebutkan bahwa tim pelatih ngeblog pelajar SMA/SMK se-Bali yang bertugas di Klungkung akan kumpul terlebih dahulu pukul 10.30 WITA di kantor Sloka Institute, Jalan Noja Ayung, Denpasar. Di SMS itu juga disampaikan bahwa sebelum ke tempat pelatihan akan mampir makan siang di Pantai Lebih.

Penasaran dengan lokasi Pantai Lebih, saya berinisiatif untuk mencari Google Map. Menurut hasil  citra satelit, lokasi Pantai Lebih berada di Jalan By Pass Ida Bagus Mantra. Menurut beberapa sumber, pantai lebih mengalami abrasi yang sangat mengkhawatirkan. Tentu tawaran makan siang dan hasrat ingin melihat abrasi di Pantai Lebih menjadi kombinasi yang menarik untuk mengunjungi pantai itu sebelum menuju ke SMA 2 Semarapura, Klungkung.

Pantai Lebih

Yesss, hari Minggu 21 Februari 2010 sebagaimana diagendakan dalam Pelatihan Ngeblog Pelajar SMA/SMK se-Bali saya akan bergabung dengan tim Klungkung. Sebenarnya ada 3 sites lain dengan agenda yang sama, yaitu Jembrana, Klungkung dan Denpasar. Saya memilih Klungkung karena ingin mencari suasana baru. Alasan lain adalah kalau di Denpasar terlalu sangat dekat dengan tempat tinggal, sedangkan kalau memilih Jembrana lokasinya akan terlalu sangat jauh karena berada di Bali bagian barat.

Sesuai dengan pesan yang dikirim Anton Muhajir, saya pun sudah mulai bersiap-siap sejak pukul 10.00 WITA. Tentu setelah menikmati acara kartun favorit Doraemon dan Sinchan. Dua puluh menit kemudian, saya sudah mengunci kamar dan memancal sepeda motor menuju ke Jalan Noja Ayung. Di tengah jalan, saya berhenti di sebuah bengkel milik Bli Dewa untuk mengisi angin ban depan dan belakang karena hendak menempuh perjalanan jauh, Denpasar Klungkung.

Tidak lama kemudian, saya sudah tiba di kantor Sloka Institute. Namun ternyata masih sepi. Mungkin karena saya terlalu rajin sehingga selalu datang tepat waktu. Sambil menunggu rekan-rekan yang lain, saya menuju SPBU di dekat kantor Sloka Institute untuk mengisi bahan bakar. Tidak banyak bensin yang diisi ke tangki bensin motor. Siang itu saya hanya mengisi lima ribu rupiah. Seusai mengisi bensin, saya kembali ke Noja Ayung. Namun, lagi-lagi masih sepi, hingga 10 menit kemudian muncul Agung Pushandaka.

Satu teman telah datang, biasanya akan akan disusul teman yang lain. Benar saja. Lima menit kemudian sebuah mobil Starlet datang dan di dalamnya berisi Anton Muhajir, Lode, Bani dan Udin (keponakan Anton Muhajir). Tidak berapa lama muncul pasangan Lina dan Rahaji yang sebelumnya dihubungi oleh Anton Muhajir. Sebenarnya Dek Didi juga dihubungi, namun hingga pukul 11.30 WITA, dia tidak kunjung muncul juga. Akhirnya, dimulailah perjalanan Denpasar menuju Klungkung.

Ronde Pertama: Denpasar-Pantai Lebih

Agung Pushandaka yang semula membawa motor bergabung dengan Mobil Starlet. Jadi, siang itu yang membawa motor adalah Rahaji yang berboncengan dengan Lina dan saya sendiri. Dengan menyusuri jalan Gatot Subroto, kami menuju ke arah By Pass Ida Bagus Mantra. Siang itu jalan tidak terlalu ramai, namun perlu berhati-hati karena jalan rusak dan sedang ada proyek pelebaran jalan.

Dengan modal kecepatan tertinggi 60 km/jam, saya pun memacu sepeda motor Astra Grand ’96. Meskipun jauh ketinggalan dengan mobil Starlet dan Rahaji, namun dalam peta pikiran, saya sudah memiliki ancer-ancer Pantai Lebih, tempat yang telah direncanakan untuk makan siang. Setelah menempuh jalan lurus yang penuh lubang dan debu, akhirnya sebuah papan petunjuk bertulisankan “Pantai Lebih 0,5 km” terpampang di pinggir jalan. Dan memang benar, tidak jauh dari papan tersebut terdapat lampu lalu lintas dan dis ebelah kanan jalan terdapat petunjuk bahwa saya sudah sampai di Pantai Lebih. Hemm, ternyata jarak saya dengan mobil Startlet dan Rahaji tidak terlalu jauh, karena begitu saya berbelok, mereka baru saja keluar dari mobil dan memarkir kendaraannya.

Setelah saya memarkir sepeda motor, saya mengikuti rombongan yang lalu. Pasir hitam pun menyambut telapak-telapak kaki kami semua. Mbok Lode terlihat berada di depan diikuti oleh suaminya, kemungkinan ingin mencari warung langganannya. Namun, begitu sampai di bibir pantai, sepertinya warung yang hendak dituju telah berpindah lokasi karena tergerus oleh abrasi.

Saya pun memerhatikan dengan seksama setiap deburan ombak yang menghantam sambil mengabadikan beberapa gambar yang terjadi di sana. Abrasi yang terjadi di Pantai Lebih memang sangat mengkhawatirkan. Jika terus didiamkan dan tidak ada pencegahan lebih dini, maka abrasi di pantai itu akan semakin meluas.

DSC_0667 DSC_0668

DSC_0669 DSC_0676

DSC_0687

Ternyata rombongan saya sudah menghilang. Saya tebak bahwa sudah memilih warung untuk makan siang. Saya bergegas mencari mereka dengan menyusuri warung demi warung. Tidak berapa lama saya sudah menemukan mereka telah berada di Warung Dozo. Sambil menunggu menu yang dipesan, kami pun berbincang-bincang sak kenane dengan mengelilingi satu buah meja panjang dan lesehan dengan beralaskan karpet biru

Tiba-tiba satu per satu hidangan yang telah dipesan muncul dan tersaji di meja. Nasi sela, bakso ikan, sate lilit dan sayuran sudah siap untuk disantap. Mau tahu menu-menu yang kami makan? Fotonya bisa dibuka di sini dan sini. Jika ada yang mau coba, sangat dipersilahkan berkunjung ke Pantai Lebih, dijamin enak, harga terjangkau dan bila ketagihan ditanggung sendiri. Rasanya betul-betul mantaff.

Sesuai makan dan membayar tentunya, kami pun melanjutkan perjalanan untuk menunaikan tugas berbagi untuk teman-teman SMA/SMK di SMA 2 Semarapura, Klungkung.

Ronde Kedua: Pantai Lebih-Klungkung

Perjalanan dilanjutkan. Saya yang belum tahu lokasi pelatihan hanya mengikuti Rahaji dari belakang sambil mengamat-amati terasering sawah yang ada di kanan dan kiri jalan yang masih terlihat asri dan alami di sepanjang jalan yang dilewati. Namun pemandangan itu tidak berlangsung lama, sebab telah masuk ke kota Semarapura. Saya menduga bahwa beberapa menit lagi telah sampai di lokasi pelatihan.

DSC_0690Dan memang benar, tidak begitu lama, rombongan mobil Starlet dan dua buah motor telah masuk ke lingkungan SMA 2 Semarapura. Lingkungan sekolah tersebut sangat asri dan rindang oleh pepohonan. Beragam jenis tanaman terdapat di sana. Setelah memarkir mobil dan kendaraan, bersama-sama menuju ke ruang pelatihan. Di aula tersebut, telah terpampang sebuah spanduk kegiatan.Ternyata sedang berlangsung lomba kording (koran dinding).

Setelah ngobrol dengan beberapa panitia, maka disepakati untuk mengecek koneksi dan mempersiapkan pelatihan blog. Dengan dipandu oleh Angga dan seorang guru dari SMA 2 Semarapura, kami menuju ke sebuah ruang kelas. Menurut informasi dan persiapan panitia bahwa pelatihan ngeblog akan memanfaatkan fasilitas Wi-Fi yang tersedia di sana. Setelah mengetahui password, maka kamipun mencoba koneksi yang menurut iklan akan memperoleh koneksi yang cepat.

DSC_0701 DSC_0702

Segala persiapan LCD projector, powerpoint dan koneksi internet telah dilakukan. Semuanya telah siap. Tinggal menunggu kedatangan para peserta. Terdapat 5 kelompok yang berasal dari SMA/SMK  yaitu SMA 1 Semarapura, SMA 2 Semarapura, SMK N Kubu Bangli, SMA 1 Dawan dan (maaf) satunya lupa (Ada yang bersedia mengingatkan??)

Mendekati jam 15.00 WITA, para peserta pelatihan ngeblog telah masuk ke ruang kelas. Adapula dua orang guru yang hendak ikut dan beberapa pengurus OSIS SMA 2 Semarapura. Semua sangat antusias mengikuti pelatihan ngeblog ini. Setelah semua masuk ke ruang kelas, Anton Muhajir pun memulai pelatihan ngeblog sore itu. Sebelum masuk ke materi, dia memperkenalkan BBC dan beberapa orang anggota BBC yang ikut pelatihan sore itu.

Perkenalan singkat tersebut dilanjutkan dengan pemberian materi tentang pengertian, ciri-ciri dan semua seluk-beluk tentang blog. Pada bagian tersebut, juga diberikan kelebihan blog dan beberapa contoh alamat blog yang dimiliki oleh anggota BBC.  Silahkan download materi presentasi pelatihan di link ini. Pada bagian akhir sesi teori, peserta pelatihan diperkenalkan beberapa penyedia blog gratis dan sebuah saran untuk menggunakan WordPress dikarenakan beberapa alasan-alasan logis seperti mudah dikelola, mudah berkomentar, penampilan lebih menarik dan dilengkapi dengan beberapa perangkat yang mudah untuk dipelajari.

Sesi praktek dilanjutkan oleh Rahaji karena Anton harus menjadi juri untuk lomba kording. Praktek ini adalah mengajarkan kepada peserta untuk mendaftar hingga mengelola sebuah blog di WordPress. Namun, “bencana” tiba-tiba mulai terasa. Semua laptop yang dibawa peserta dan telah terhubung dengan Wi-Fi di SMA 2 Semarapura mendapat koneksi yang semakin melambat. Beberapa peserta kesulitan untuk mendaftar ke WordPress karena internet sering putus. Ada pula yang mesti ketinggalan karena harus membuat akun email disebabkan belum memiliki email sehingga perlu didampingi satu per satu.

Saya pun harus berputar-putar membantu teman-teman yang sedang mengikuti pelatihan, mulai mendaftar akun email hingga mendaftar di WordPress. Namun lagi-lagi, pelatihan tersebut tidak berjalan lancar oleh sebab koneksi internet yang letoy. Jika saja koneksi internet bagus dan reliabel, pasti pelatihan akan berjalan dengan lancar. Muka kecewa tampak terpancar dari wajah peserta pelatihan dan mulai mengeluh. Bahkan usaha untuk menjadi tempat yang memiliki sinyal kuat pun dilakukan hingga keluar ruangan menuju ke lapangan. Namun, masalah yang sama tetap terjadi.

Akhirnya, diambil solusi untuk mengurangi laptop yang terhubung dengan internet. Dengan kata lain, satu sekolah cukup dengan satu buah laptop saja. Juga dicoba dengan memanfaatkan modem yang dibawa. Saya pun akhirnya menginstall modem yang saya bawa ke laptop salah satu kelompok dari SMA 1 N Dawan. Dengan berbekal koneksi itu, pelan-pelan namun pasti saya memberikan instruksi bagaiman mengubah tema (themes), membuat halaman (pages), membuat kategori (categories) dan memposting tulisan.

Kelompok ini pada awal praktek cukup beruntung karena berhasil mendaftar sebuah blog di WordPress tanpa kesulitan yang berarti. Namun, begitu hendak membuka halaman dashboard, mereka harus menunggu sekian lama karena masalah koneksi yang lambat. Setelah saya menginstall modem, mereka akhirnya bisa melanjutkan untuk berkreasi di blog. Hasilnya mereka telah berhasil mengganti tema, membuat halaman dan kategori (meskipun belum diisi materi) dan membuat memposting satu tulisan. Hasilnya dapat dibuka di alamat  http://smansada.wordpress.com/

DSC_0707

Dengan berbekal koneksi yang seadanya akhirnya pelatihan tersebut harus diakhiri karena waktu yang tidak memungkinkan lagi. Karena blog yang dibuat oleh peserta akan dilombakan, maka BBC akan sangat masih membuka kemungkinan jika para peserta hendak bertanya baik melalui telepon, email atau tatap muka langsung. Terlepas dari rasa kecewa karena koneksi yang amburadul, paling tidak terdapat pelajaran yang bisa dipetik yaitu semangat berbagi  harus terus dikibarkan dan pelatihan di SMA 2 Semarapura tersebut bisa menjadi pelajaran untuk pelatihan gelombang kedua pada tanggal 7 Maret nanti di Kabupaten Singaraja, Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Gianyar.

Ronde Ketiga: Klungkung-Chinese Food-Denpasar

Seusai pelatihan, Rahaji memberitahu bahwa ada tempat makan bermenu Chinese food yang sangat enak dan memiliki pemandangan yang indah di kala malam hari. Mungkin karena sedang jatuh cinta sehingga dia sangat mengenal tempat-tempat yang romantis.

Setelah Mbok Lode dan Anton menyelesaikan tugas sebagai dewa juri lomba kording dan pengumuman pemenang, maka rombongan BBC pun meninggalkan SMA 2 Semarapura menuju ke rumah makan romantis yang direkomendasikan Rahaji. Dari SMA 2 Semarapura menuju ke rumah makan tersebut cukup jauh, harus melalui jalan gelap dan berkelok-kelok dan menanjak. Kira-kira dua puluh lima menit, akhirnya sampai di lokasi. Karena berada di atas bukit, jadi memang benar terlihat indah lampu-lampu yang menyala di bawah sana.

Warungnya sangat sederhana dan ternyata telah masuk di Kabupaten Karangasem. Jika mendengar apa yang dikatakan Rahaji, sepertinya makanannya sangat enak, murah meriah dan mantap. Dari daftar menu yang ada saya memesan cap cay kuah ditambah dengan nasi. Cobalah lihat screen shoot di bawah ini bagaimana nikmat capcay kuah yang saya pesan. Porsinya pun jumbo.

Capcay

Setelah kenyang, puas dan membayar, kami pun bersiap-siap turun ke Denpasar. Namun sebelumnya, saya menghubungi Nana, penyiar Bali FM untuk minta waktu agar dapat telepon ke Bali FM dan memberikan sedikit laporan mengenai pelatihan ngeblog yang telah dilaksanakan. Karena sedang sibuk dengan pelatihan, dengan sangat terpaksa BBC on Air tiap hari Minggu malam di Radio Balu FM pun harus ditiadakan. Setelah diberi aba-aba untuk menelpon, Anton Muhajir menghubungi Radio Bali FM dan memberikan report singkat pelatihan di 3 Kabupaten/Kota yaitu Kota Denpasar, Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Jembrana. Teman-teman yang lain mendengarkan laporan tersebut dari radio di mobil Starlet.

Waktu hampir menginjak pukul 20.00 WITA. Usai menelpon Bali FM, tim BBC yang bertugas di Klungkung pun turun gunung pulang ke Denpasar. Masih sama seperti berangkat, dengan bermodal kecepatan maksimal 60 km per jam, saya memacu kendaraan saya menyusuri sepanjang yang turun berkelok-kelok, gelap dan terkadang terdapat lubang yang menganga. Namun untung segera masuk ke Kota Semarapura yang paling tidak jalannya lumayan lebih bagus dan terang oleh lampu-lampu kota.

Sekali lagi saya perlu berhati-hati dan mengurangi kecepatan motor manakala telah masuk di Jalan By Pass Ida Bagus Mantra. Banyak lubang-lubang besar, debu dan proyek pembangunan jalan yang menuntut para pengendara mobil dan motor berhati-hati karena sangat rawan terjadi kecelakaan. Saya membiarkan mobil Starlet dan Rahaji untuk memacu mobil dan motornya jauh di depan. Saya sadar sangat tertinggal jauh di belakang. Akan tetapi, hal itu tidak menjadi masalah. Saya perlu lebih berhati-hati karena motor saya memang tidak mampu untuk dipacu dengan kecepatan yang tinggi, apalagi melewati jalan yang kurang lampu penerangan dan jalan rusak di Jalan Ida Bagus Mantra.

Akhirnya, setelah sabar mengendara sekaligus menikmati jalan malam, saya sampai di rumah dengan selamat. Perjalanan panjang dari siang hari hingga malam hari terasa sangat asyik, meskipun sedikit kecewa karena pelatihan ngeblog yang sedikit jeblok karena koneksi internet yang bobrok. Pelatihan yang sedikit mengecewakan akibat koneksi yang lemot di SMA 2 Semarapura bisa menjadi bahan untuk pelatihan-pelatihan yang akan datang. Namun, secara jangka panjang, seharusnya pemerintah ikut “intervensi” dalam penyediaan koneksi internet yang berkualitas dan memadai. Jangan sampai pemerintah hanya turut campur dan mengurusi hal-hal yang tidak substansial yang kini masih menjadi isu hangat. Anda tentu tahukan??