Dua Hari Setelah Ultah Sang Begawan Ekonomi FE UKSW
Rabu pagi, 13 Januari 2010. Agung masuk ke kamarku. Dia membaca SMS di handphone QWERTY barunya. Saya yang masih setengah sadar terkaget mendengar isi SMS yang memberitakan bahwa Ibu Konta telah meninggal dunia. Antara percaya dan tidak percaya, antara berada di dunia mimpi dan alam nyata, berita yang dibaca oleh Agung tersebut dikuatkan dengan beberapa SMS yang telah masuk ke handphone. Berita-berita tersebut dikirim oleh beberapa teman dan beberapa dosen FE UKSW bahwa Ibu Konta telah meninggal dunia pada tanggal 13 Januari 2010 pada pukul 00.50 WIB di Sumatera Utara.
Nama lengkapnya adalah Konta Intan Damanik. Di Fakultas Ekonomi UKSW biasa dipanggil KID, diambil dari kode dosen. KID adalah dosen yang paling ditakuti dan juga disegani oleh mahasiswa maupun para koleganya. Bisa dipastikan, mahasiswa yang mengambil matakuliah KID akan menerima banyak nasehat yang “menyehatkan”. Menyehatkan dalam tanda kutip tersebut adalah hampir di setiap kelasnya tidak akan pernah lupa satu kata kunci, yaitu marah. Iya, setiap di kelas, KID pasti akan marah karena mahasiswa yang tidak belajar. Bahkan, KID bisa marah dari awal masuk hingga kelas berakhir. Pasti jika dikumpulkan, ada banyak cerita-cerita dari para mahasiswa ataupun teman-teman dosen selama KID mengajar di Fakultas Ekonomi UKSW.
Yang paling hebat, hingga akhir hayatnya, KID merupakan salah satu dosen senior yang pernah mengajar para professor yang ada di Fakultas Ekonomi UKSW dan bergelar hanya Sarjana Ekonomi dari Universitas Sumatera Utara (USU). Oleh sebab itu, KID patut dianugerahi gelar Begawan Ekonomi, oleh karena jasa-jasanya dalam bidang pendidikan di Fakultas Ekonomi UKSW terutama. Dengan kedisiplinan yang dimilikinya, KID memiliki track record yang sangat luar bisa bila ditilik dari Tridharma Perguruan Tinggi; pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.
Mungkin banyak mahasiswa yang mencaci KID karena kemarahan-kemarahannya di kelas, bahkan dijadikan bahan guyonan. Meskipun demikian, harus banyak pula yang mengucapkan terima kasih ke KID karena mampu mendidik dan mendisiplinkan mahasiswa. Terlepas dari itu semua, semangat dan pengabdian KID akan terus bergelora meskipun KID telah meninggal dunia.
Saya pernah mengambil matakuliah yang diampu KID, yaitu Ekonomi Internasional. Seperti nasib mahasiswa-mahasiswa lain, saya pun pernah merasakan kemarahan KID. Kalaupun ada 1 orang mahasiswa yang tidak belajar atau berbuat kesalahan, semua kelas akan kena dampak kemarahan KID. Dengan sikap keras, disiplin dan logat bataknya, KID mengajar dan “menghajar” mahasiswa-mahasiswanya. Bagi saya, kemarahan-kemarahan KID itu adalah dalam upaya untuk mendidik dan mendisiplinkan mahasiswa dan sebagai bentuk kasih sayang kepada mahasiswanya.
Berita duka pagi ini berkembang dengan sangat cepat berkat bantuan teknologi informasi dan jejaring sosial. Ada salah satu teman yang bertanya umur KID. Semenjak saya di FE UKSW, saya bahkan tidak pernah tahu tanggal kelahiran KID, apalagi umurnya. Penasaran dengan hal itu, saya melakukan beberapa penelusuran, dan menemukan data KID di website lawas Fakultas Ekonomi UKSW.
Hemm, ternyata 2 hari yang lalu, tepatnya tanggal 11 Januari, KID berulang tahun yang ke-66 tahun. KID lahir di Pematang Siantar pada 11 Januari 1944. Maaf KID, saya sebagai mahasiswa tidak pernah mengucapkan selamat ulang tahun untukmu. Malahan saya baru mengetahui tanggal ulang tahunmu di hari kepergianmu. Bingung untuk mengucapkan apa. Mungkin tidak ada salahnya mengucapkan selamat ulang tahun untuk KID, sekaligus selamat jalan. TUHAN memberkati setiap pengabdian dan perjuanganmu. Semangatmu tidak akan pernah mati. Terima kasih KID.








he he he
dosen yg sangat OK, i think,
awalnya takut mengambil kuliah beliau, tapi setelahnya banyak mendapat ilmu dari beliau …