My Words as My Mind and Soul

22 Desember 2009,
Jam 05.00 WIB, sudah terdengar suara orang sibuk dan mondar-mandir di dapur. Sudah bisa ditebak bahwa itu adalah langkah ibuku, Mujiyem. Terdengar juga suara bapak yang membantu. Aku langsung terjaga dan menuju ke dapur yang terletak di belakang kamarku. Aku baru menyadari bahwa telah lebih 25 tahun, ibu dan bapak memiliki aktivitas yang sangat-sangat padat, meskipun bukan seorang pejabat.

Aktivitas rutin yang terus setia dilakukan ibu adalah setiap hari bangun pagi-pagi buta, memersiapkan segala macam sesuatu untuk kebutuhan rumah; masak, menyapu, mencuci dan seabreg kegiatan lain yang dimulai pagi hingga malam hari. Bapak yang bekerja sebagai seorang tukang sampah keliling, pun harus bekerja keras untuk menarik gerobagnya.

Selain aktivitas itupun, ibu memiliki usaha berjualan makanan kecil dengan disertai pecel, bakmi dan brambang asem. Usaha yang dilakukan sejak saya TK tersebut, hingga sekarang masih ditekuni, untuk membantu perekonomian keluarga yang mengandalkan bapak yang hanya sebagai seorang tukang sampah. Keduanya sama-sama hebat dan kuat. Bekerja untuk menghidupi dirinya dan membesarkan kedua orang anaknya.

Aku hingga saat ini masih bingung bagaimana cara membalas kebaikan kedua orang tua yang telah membesarkan dan mendidik dari kecil hingga saat ini. Yang selalu dikatakan oleh orang tua adalah “Kamu harus bisa melebihi orang tuamu, biarkan orang tuamu yang rekoso (susah), tapi anak-anak harus bisa hidup bahagia. Terus belajar dan raihlah cita-cita“.

Hari ini diperingati sebagai hari Ibu. Pada momentum ini, saya hanya ingin saya memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya, tidak hanya untuk ibu, tetapi juga bapak. Keduanya sangat berarti dan sangat hebat. Superb Mom, Fabulous Dad

§1032 · December 22, 2009 · Recent activities · · [Print]

4 Comments to “Superb Mom, Fabulous Dad”

  1. adin says:

    mereka itu pahlawan sejati mas…saya juga masih bingung bisa apa untuk bahagiain mereka….

  2. imadewira says:

    selamat hari Ibu..

    btw, ada yg memplesetkan, setahun 365 hari, 22 desember hari Ibu, sisanya hari bapak, hehehe..

  3. luhde says:

    salam untuk bapak ibu di solo? kapan ya bisa ke solo trus cari kue dadar yang kulitnya dari telor dadar itu (lupa namanya). maknyus..

Leave a Reply