You are here: Home > Photoblog > SD (ku) Luar Biasa

SD (ku) Luar Biasa

Minggu siang, saya bersama dengan Agung melewati sekolah yang menjadi tempat saya belajar selama pas 6 tahun. Nama resmi sekolah tersebut adalah SD Negeri Ngringo 8. Pikiran saya melayang ke masa lalu antara tahun 1991 sampai dengan 1997. Dengan berbekal kamera handphone, saya mengambil beberapa gambar atas sekolah itu. Berikut ini beberapa foto yang saya jepret.

DSC_0442

Nama resmi Sekolah Dasar Negeri Ngringo 8, kini telah berubah menjadi Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri (SDLB N Cangakan). Agung yang bersama saya saat ini saya beritahu bahwa sekolah ini telah berganti nama malahan nyeletuk dan mengatakan, “Wah, bagus dong! Dahulu sekolah biasa, kini menjadi sekolah luar biasa”.

Saya tidak tahu persis sejarahnya, namun sepengetahuan saya, SD N Ngringo 8 waktu itu kekurangan murid sehingga terpaksa harus ditutup. guru-gurunya dan murid-murid yang masih tersisa dipindahkan ke sekolah yang lain. Sudah lama saya tidak bertemu guru-guru SD saya. Bagaimana kabar Bapak/Ibu Guru semua?

DSC_0443

Gambar di atas adalah halaman sekolah; tempat saya, teman-teman sekelas dan murid-murid di SD N Ngringo 8 bermain, berolahraga (Guru olahraga waktu itu adalah Ibu Kadirah. Bagaimana kabar Ibu Kadirah ya?) dan melakukan upacara bendera. Saya teringat saya sering menjadi pemimpin upacara. Saya yakin 100%, bahwa tiang bendera dan ketiga soulmate yang ada di sekitar tiang bendera itu masih sama dengan ketika saya bersekolah di sana.

Saya sering bermain sepak bola bersama teman-teman terutama pas jam istirahat di halaman sekolah itu. Kalau sudah sepak bola dan berkeringat, pasti ketika masuk ke dalam kelas, dimarahi oleh Ibu Murwani, guru kelas 6. Bagaimana kabar Ibu Murwani ya? Ibu Murwani terkenal “galak”, banyak siswa yang takut pada beliau, tapi bagi saya, Ibu Murwani adalah sosok guru yang hebat, sosok guru yang betul-betul mendidik murid-muridnya.

DSC_0445

Gambar di atas adalah gambar ruang kelas yang dipakai oleh kelas 1 sampai dengan kelas 4. Ruangan paling kiri digunakan untuk kelas 1, disampingnya digunakan untuk kelas 4. disampingnya lagi dipergunakan untuk kelas 3 dan paling pojok dipakai untuk kelas 2.

Rumah di sampingnya dipergunakan sebagai rumah penjaga sekolah dan juga kantin sekolah. Ketika saya SD saya sangat senang makan nasi kucing, yaitu nasi plus sedikit bandeng dan sambal. Nama penjaga sekolah kala itu adalah Pak Parno. Bagaimana kabar Pak Parno?

DSC_0446

Nah, untuk ruangan yang ada pada gambar di atas, mulai dari paling kiri dipergunakan untuk kantor Kepala Sekolah dan Kantor Guru (Sayang sekali tidak tampak). Berikutnya dipergunakan untuk ruang kelas 5 dan di sebelahnya dipakai untuk ruang kelas 6.

Ruangan kecil paling pojok, dipergunakan untuk ruang agama, ketika jam pelajarana agama, murid yang beragama Kristen, pindah ke ruang tersebut, murid yang beragama Islam tetap di ruang kelas, sedangkan murid yang beragama Katolik, harus dipaksa naik ke SD N Ngringo 7, karena SD N Ngringo 8 tidak memiliki Guru Agama Katolik.

Sebaliknya, SD N Ngringo 7 tidak memiliki guru agama Kristen, sehingga ketika jam pelajaran agama, murid dari SD N Ngringo 7 terpaksa turun ke SD N Ngringo 8. Lokasi kedua SD tersebut tidak begitu jauh, kira-kira 50 meter.

DSC_0447

Kata “turun” pada kalimat di atas tidaklah berlebihan, karena memang SD N Ngringo 8 dikenal dengan “SD Njojrog” atau “SD Njeglong“. Dahulu, saya sering naik sepeda kayuh untuk pergi ke sekolah. Pernah sekali jatuh ketika “njojrog” melewati pintu gerbang masuk sekolah itu.

***KEMARIN ADALAH SEBUAH KENANGAN DAN SEJARAH, NAMUN KETIKA KENANGAN ITU MENYERUAK KE ALAM BAWAH SADAR, TANPA TERASA KITA TELAH KEMBALI KE MASA ITU***

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Leave a Reply