Pawon

Pawon

Foto di atas diambil 26 Desember 2009 pagi. Namun, puisi di bawah ini sudah saya tulis 5 tahun yang lalu yaitu pada tanggal 20 Desember 2004. Sempat lupa dengan puisi tersebut, namun menemukan kembali setelah “ngupreg-ngupreg” file-file lama saya. Gambar pawon di atas adalah “sumber kehidupan” keluarga kami, karena sudah sejak rumah berdiri sekitar tahun 1980-an, pawon itu ada sebagai tempat memasak. Sejak ibu saya berjualan pecel dan bakmi hingga sekarang, pawon tersebut juga digunakan untuk memasak sayur-sayuran yang hendak dijual.

PAWON

Asap mengepul
Kayu merah menganga
Abu bertumpukan
Sebuah panci di atasnya

Panci itu
Penuh angus di bawahnya
Di isi air
Penuh sayuran di dalamnya

Tiba-tiba
Aku mendengar suara gemuruh
Sangat keras di samping rumahku
Sangat jelas dan sangat dekat
Suara kompor gas tetangga sedang beraksi
Menunjukkan kesaktiannya

Aku pikir
Ah, biarlah
Aku cuma punya pawon
Yang terus menemaniku setiap pagi dan sore
Sampai kapanpun aku
Akan selalu bersamamu
Pawon ku

Benowo, 20 Desember 2004

***Meskipun terlihat “ndeso” dan ketinggalan zaman, keluarga kami bangga dengan pawon itu***