“Mie Koalisi”: Sekarang Sudah Beroposisi

Jauh-jauh datang dari Bali ke Solo, salah satu makanan yang ingin dicoba adalah Mie Koalisi yang berada di salah satu rumah makan di kawasan Jalan RM. Said. Informasi mengenai makanan tersebut didapat dari pemberitaan di sebuah stasiun televisi, dengan dikuatkan oleh pemberitaan yang disajikan di dua alamat website Indosiar dan Elshinta.

Nama “Mie Koalisi” marak dan diperkenalkan ketika masa Pemilu, yaitu diambil dari salah satu istilah dalam politik ketika banyak partai peserta pemilu yang bergabung/berkoalisi. Menurut catatan di website Elshinta yang diposting pada tanggal 18 April 2009 mengenai Mie Koalisi, mie tersebut bisa ditemui di Rumah Makan Mie Pasar Baru, Kampung Ketelan, Solo, Jawa Tengah.

Penasaran dengan Mie Koalisi tersebut, maka ketika datang ke Solo, salah satu tujuan kuliner adalah menikmati mie tersebut. Sabtu sore, bersama-sama dengan Agung, Tetty dan Candra, menuju ke Jalan RM. Said, Solo. Sampai di Rumah Makan Mie Pasar Baru, tempat yang dipromosikan sebagai restoran yang memiliki menu Mie Koalisi, berempat masuk ke rumah makan tersebut dan memilih meja yang berada di dekat dengan arena bermain anak-anak.

Seorang perempuan yang diketahui sebagai pelayan menyodorkan 2 buah buku menu. Namun, setelah dibolak-balik sama sekali tidak menemukan menu mie koalisi. Karena memang belum pernah ke rumah makan tersebut, saya mengira bahwa telah salah lokasi. Bahkan ketika bertanya ke waiter, dia mengatakan bahwa menu Mie Koalisi tidak tersedia, namun kami berempat tetap “ngotot” memesan Mie Koalisi, bahkan meminta waiter tersebut untuk bertanya ke manajernya. Sekali lagi, dia mengatakan bahwa menu Mie Koalisi itu tidak ada. Karena memang tidak ada Mie Koalisi, maka akhirnya memesan Mie Pelangi, Mie Ayam Jamur dan Mie Mangkok. Candra dan Agung memesan menu yang sama, yaitu Mie Mangkok.

Sambil menunggu mie yang sedang dimasak, Candra yang mengaku sudah pernah makan di sana, pun menjadi penasaran, kenapa menu Mie Koalisi tidak tersedia. Dia sangat yakin kalau dulu dia pernah makan Mie Koalisi di rumah makan tersebut, meskipun sedikit lupa dengan lokasinya. Karena memiliki rasa penasaran yang besar, akhirnya dia turun ke lantai bawah untuk bertanya ke pegawai yang ada di sana. Kebetulan di sana ada fasilitas Wi-fi, dengan memanfaatkan handphone, saya mencari informasi untuk mengecek keberadaan Mie Koalisi, dan memang ternyata lokasi rumah makan tersebut tidak salah.

Akhirnya semua terjawab setelah Candra kembali ke atas dan mengatakan bahwa menu Mie Koalisi tersebut dahulu memang ada selama beberapa bulan semenjak diperkenalkan ke publik, namun seiring dengan permintaan dari konsumen yang kurang, maka menu Mie Koalisi dihapus dari daftar menu. Mengenai waiter yang tidak mengetahui tentang menu Mie Koalisi di rumah makan tersebut dikarenakan pelayan tersebut adalah pelayan baru, dan diseragamnya memang masih bertuliskan trainee.

Memang terasa kecewa mendengar jawaban tersebut, namun mau bagaimana lagi? Rasa kecewa itu hilang setelah menu-menu yang dipesan sudah tiba di meja. Meski bukan Mie Koalisi, namun tetap memiliki rasa yang sangat enak. Mie Koalisi sekarang sudah beroposisi.

Diposting di Kompasiana