You are here: Home > Recent activities > Kurus Berarti Tidak Makmur?

Kurus Berarti Tidak Makmur?

Baru-baru ini, saya bertemu dengan beberapa tetangga dan teman-teman lama. Banyak yang mengatakan saya sangat kurus setelah lama tidak bertemu karena saya mengembara di Pulau Bali. Ada yang bertanya apakah saya kurang makan di sana, ada yang mengatakan saya kecil sekali dan beberapa pertanyaan dan pernyataan sejenis itu. Mungkin pikir mereka juga, saya tidak memiliki cukup uang untuk makan, atau lebih jauh lagi, saya tidak/belum bisa dikatakan makmur, karena memiliki tubuh yang kurus.

Mendengar pertanyaan dan pernyataan tersebut, bagi saya adalah sesuatu hal yang sudah sering bahkan sudah sangat kenyang. Memang saya berperawakan kurus, dan kalau ditanya apakah saya kurang makan, yang bertanya itu perlu membuntuti saya terus agar bisa membuktikan bahkan saya porsi makan saya tidak seperti yang mereka bayangkan.

Saya tidak pernah mengikuti program penggemukan badan, karena saya mensyukuri perawakan saya saat ini. Kalau suatu saat nanti saya gemuk, saya pun akan tetap mensyukurinya.

Lalu, apakah kalau saya kurus berarti saya tidak/belum makmur?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

4 Responses to “Kurus Berarti Tidak Makmur?”

  1. imadewira says:

    pengen gendut seperti saya? jangan deh… susah nurunin berat badan..

  2. heru says:

    saya juga bingung padahal makan juga banyak, tapi berat ngak jauh2 dari 50Kg aja :D hihi nasib ya nasib :P

Leave a Reply