My Words as My Mind and Soul

http://www.freelogovector.com/gallery/h/Human%20rights%20logo.jpg

Hari ini tanggal 10 Desember 2009 diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia, yang bertolak dari Declaration of Human Right 10 Desember 1948, atau sudah 61 tahun sejak deklarasi tersebut dikumandangkan. Dua hari berturut-turut, merupakan hari peringatan penting, yaitu 9 Desember adalah Hari Anti Korupsi Sedunia dan sedangkan tanggal 10 Desember adalah Hari Hak Asasi Manusia.

Bagi bangsa Indonesia, kedua hal yang diperingati tersebut masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan dengan tuntas. Berbagai kasus masalah pelanggaran HAM banyak yang belum tersentuh hukum sama sekali mulai dari peristiwa Gestapu, Tanjung Priok, peristiwa Mei 1998 dan Semanggi serta berderetan kasus-kasus pelanggaran HAM yang belum tuntas lainnya.

Tidak hanya kasus-kasus yang dianggap besar dan berat, rangkaian pelanggaran HAM yang tiap hari lalu lalang di pemberitaan media massa dan elektronik pun tidak kunjung berhenti, bahkan semakin meningkat. Peristiwa-peristiwa pembunuhan, pencurian dan berbagai perbuatan kriminal lain pun adalah bentuk-bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia. Pagi ini, saya melihat sebuah berita di televisi, bahwa ada seorang Bapak yang membanting anaknya  hingga tewas ketika anak itu menangis karena mengganggu tidur sang bapak. Jelas ini adalah kasus pelanggaran hak asasi manusia, dan entah berapa banyak lagi kasus-kasus lain baik yang sudah terjamah ataupun belum terjamah oleh hukum.

Peringatan tahun ini seyogyanya menjadi titik balik untuk menyelesaikan masalah-masalah pelanggaran hak asasi manusia. Tentu komitmen dari pemerintah dan segenap elemennya, termasuk masyarakat menjadi faktor kuncinya. Juga harus dipikirkan dan direfleksikan, bahwa Hak asasi manusia tidak berdiri sendiri, ada kewajiban asasi manusia yang juga harus dilakukan, selain hak asasi yang diterima. Jadi, tidak melulu menuntut haknya sebagai seorang manusia, akan tetapi juga harus melakukan kewajiban asasinya sebagai seorang manusia, yaitu menghormati hak orang lain.

Hak asasi manusia perlu dijunjung tinggi, namun tidak kalah penting juga melakukan kewajibannya. Mungkin terlalu banyak yang menggembor-gemborkan hak asasi manusia (human rights), namun lupa dan kurang mengekpos kewajiban asasi manusia. Cobalah pelajari Declaration of Human Right. Pasti akan didapati sejumlah hak-hak manusia, serta kewajiban asasi manusia, tapi kewajiban itu hanya sedikit diuraikan. Oleh sebab itu, dalam peringatan hari hak asasi manusia ini juga perlu diperingati sebagai hari kewajiban asasi manusia, sebab keduanya adalah satu dan tidak dapat dipisahkan.

§967 · December 10, 2009 · Opinion · · [Print]

1 Comment to “Kapan Hari Kewajiban Asasi Manusia?”

  1. imadewira says:

    pertamax dulu…

    banyak hari peringatan, banyak demo..

Leave a Reply