Galabo Solo, Kunjungan Perdana

Selasa, 22 Desember 2009
Periuk RaksasaDengan memanfaatkan jejaring sosial Facebook, saya dan Sumpeno (dikenal dengan Mas Hoho), janjian untuk sekedar ketemu setelah sekian lama tidak bertemu. Hoho adalah teman SMA di SMA 3 Surakarta, pernah sekelas ketika kelas 2. Adalah waktu yang pas, karena saya sudah lama tidak berkunjung ke Solo dan belum melihat banyak perubahan yang terjadi di Kota Solo.

Setelah bertanya mengenai tempat yang asyik di kala malam, akhirnya GALABO adalah tempat yang dipilih. Sempat mendengar nama tersebut ketika berada di Bali. Tempat yang disebut sebagai Gladag Langen Bogan merupakan salah satu lokasi kuliner unggulan di Kota Solo kala malam hari.

Terletak di Jalan Mayor Sunaryo, Solo atau berdekatan dengan Reco (Patung) Gladag, memiliki banyak menu-menu yang ditawarkan, khususnya kuliner khas Solo. Pusat kuliner ini buka mulai sore hari sampai malam hari. Seiring matahari tenggelam, kesibukan di jalan yang terbentang sekitar 1 km tersebut berubah. Tidak ada lagi kendaraan yang lalu lalang, yang ada hanyalah jajaran penjaja makanan dengan gerobaknya serta meja-kursi bertenda yang terpasang di sepanjang satu kilometer jalan itu. Di sana juga bisa duduk lesehan di pinggir-pinggir jalan dengan meminta tikar ke pedagang.

Ternyata memang betul-betul ramai dan menyenangkan. Sampai di tempat parkir yang berada persis di depan Pusat Grosir Solo, sejauh mata memandang sudah ada deretan gerobak, yang bisa ditebak menyediakan menu-menu yang berbeda. Meja-meja yang disediakan di tengah jalan pun ramai diisi orang-orang yang hendak menikmati Solo di malam hari sekaligus memanjakan perut.

DSC_0476Saya yang baru pertama kali datang ke GALABO, dibingungkan dengan ragam menuĀ  makanan dan minuman yang ditawarkan para pedagang di gerobag masing-masing.; ada selat solo, tengkleng, mi godog (rebus), mi goreng, sate kere wedang ronde, wedang jahe, aneka juice, dan masih banyak lagi; terlalu banyak untuk ditulis satu per satu.

Dalam batin, saya hanya berkata bahwa butuh berapa rupiah untuk bisa mencoba satu persatu menu yang ditawarkan, dan harus berapa hari waktu yang dibutuhkan untuk bisa mencoba semua menu kuliner Kota Solo, karena semuanya membuat lidah bergoyang.

Malam itu, saya mencicipi “Es Teles Cinta” di salah satu penjual khusus minuman dan juice di GALABO. Fotonya ada di bawah ini. Kalau Anda tertarik mencicipi es teler ini, dan atau ratusan menu-menu kuliner khas Solo yang lain, silahkan mampir ke GALABO (Gladag Langen Bogan). Anda tidak akan rugi, malahan Anda akan kenyang. Meskipun isi dompet Anda berkurang, namun Anda akan terpuaskan. Selamat menikmati “Es Teler Cinta“.

DSC_0475