
Lagi-lagi posting yang berkaitan dengan listrik, gara-gara semalam terkenal pemadaman lagi dari jam 18.00 sampai sekitar pukul 20.30 WITA. Mungkin memang sudah sangat tergantung dengan listrik, jadi amat sangat kecewa dan penuh keluhan jika ada pemadaman listrik bergilir.
Di sela-sela kegelapan kamar, tersulut satu lilin kecil yang hampir habis dan sebuah nasi bungkus sambil berbincang-bincang dengan Agung hingga tercetus berbagai istilah yang sering diucapkan untuk pemadaman listrik.
- Mati lampu; apakah tepat jika disebut mati lampu? Kalau menggunakan istilah ini, berarti hanya lampu saja yang mati, sedangkan alat listrik lain (kemungkinan) masih bisa bekerja dong. Lalu?
- Mati listrik; apakah tepat jika disebut mati listrik? Lebih masuk akal jika dibandingkan dengan mati lampu.
- Listrik mati; apakah tepat jika disebut listrik mati? Berarti ada layatan dong??? Bukankah listrik memang benda mati??? Lalu?
- Blackout; apakah tepat jika disebut blackout? Blackout kira-kira bisa diartikan suatu keadaan tanpa cahaya, gelap. Namun, kalau ada cahaya seperti lilin, emergency lamp, teplok atau senthir lenga patra, apakah bisa disebut blackout?
- Oglangan; Ini adalah istilah dalam bahasa Jawa. Entah dari mana asal-usul kata itu, namun yang pasti sudah sangat begitu popular di kalangan masyarakat Jawa.
- Pemadaman listrik; barangkali ini juga tepat digunakan bila menggunakan kedua kata itu, namun ada kalanya orang hanya menyebut dengan “pemadaman”, yang bisa merujuk ke peristiwa kebakaran.
Meski demikian, terlepas dari istilah itu kurang/tidak tepat, karena sudah diterima oleh khalayak umum, pasti orang akan dengan mudah memahami istilah-istilah. Ada yang ahli bahasa/kamus berjalan yang bisa memberikan pencerahan tentang istilah-istilah di atas?



persis!!!
kita biasa pake istilah mati lampu, padahal kalo lampunya mati kan tinggal di-ganti, beres!!
brati yg bener mati listrik..
yah, hikmahnya adalah berbagi rejeki dengan para penjaja lampu petromak keliling…
Sudah tahu salah kok terus dipakai? kelirumologi berartikan????
saia sih sudah mule pake istilah mati listrik., hehehe…
sejak disentil beberapa waktu lalu di fb, jadi malu..
Enaknya ya listik mati saja, kalau ditempat saya malah lebih aneh lagi. Jika giliran listrik mati malah dikatakan “PLN MATI”.
Salam.
Kalau pakai bahasa Indonesia, saya menggunakan “mati listrik”, lha kalau bahasa Jawa, saya gunakan “oglangan”.
Nah, kalau PLN mati itu sudah kelirumologi
~sama halnya kalo masyarakat mengatakan :
“Bu, beli Aqua-nya dong. -padahal yang dimaksud air mineral-
“mana Honda-nya dik ? -maksudnya sepeda motornya-
hanya sebuah kebiasaan yang sebetulnya tidak pantas dibiasakan. :p
Itu salah satu majas Metonomia yang umum di masyarakat pada umunya