Seminggu terakhir, pemberitaan di media massa cetak dan elektronik dipenuhi dengan berita perseteruan “Cicak versus Buaya”, (meskipun sudah diminta oleh Kapolri untuk tidak menggunakan istilah tersebut, namun sudah tidak bisa dicegah lagi), yang menyeret banyak pihak dan “menggeser” pemberitaan lainnya seperti keadaan korban gempa bumi di Padang, program 100 hari SBY dan sebagainya.
Di tengah gencarnya pemberitaan itu, tiba-tiba hari ini teringat (tepatnya mengingat-ingat, karena lupa-lupa ingat) perkataan guru SD, Ibu Sri Murwani, yang kala itu dia bercerita mengenai Edi Tanzil, bos Golden Key Group dan merupakan salah satu koruptor kelas ikan paus di negeri ini. Bagaimana tidak disebut kelas paus, karena waktu itu, antara tahun 1993-1995, dia berhasil membobol Bapindo 1,3 triliun. Bisa dibayangkan seberapa besar nilai uang yang “dirampok” pada tahun itu. Meskipun dijatuhi hukuman penjara 20 tahun, tapi dia berhasil melarikan diri dari jeruji besi. Pasti sangat sistematis sekali proses kabur koruptor yang satu ini.
Nama Edi Tanzil, selain dikenal sebagai nama koruptor kelas paus, juga dipakai dalam seksologi ternyata. Edi Tanzil merupakan akronim dari “Ejakulasi DIni TANpa haZil”. Mau lebih tahu lebih dalam tentang Edi Tanzil yang satu ini, saya sarankan menghubungi salah seorang pakarnya, yaitu dr. Oka Negara dengan alamat blog di www.okanegara.com. Silahkan berkonsultasi.



(maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
Semakin hari semakin banyak satwa, ya?
Ada cicak, buaya, kadal, tikus, paus, dan harimau
satwanya sudah sejak dulu ada, tapi yang sekarang bertambah, adalah orang yang bertindak dan berlaku seperti satwa. Tapi bukankah manusia itu sejatinya “satwa”?, karena tergolong dalam hewan menyusui/mamalia
thank you sdh berkunjung.
Keliatannya makin sering update blog niy… Hihihi…
Ya, tiap kali event besar kaya’gini pikiran saya pasti kan selalu teringat dengan EDy Tanzil yang hingga kini belum ketahuan berada dimana…
Gara-gara ketularan virus ngeblog Bli Pande. Event besar? berarti ada event organizernya, hihihihihihi